Posts tagged “Richard Baxter

CELAKANYA JIKA ANDA BELUM BERTOBAT

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

Ada sejumlah besar manusia yang ada di dunia ini yang belum mengalami pertobatan! Namun dalam kehidupan mereka seolah-olah semua yang mereka lakukan benar. Jika Anda datang kepada dua puluh orang dari antara mereka dan bertanya kepada mereka apakah mereka telah bertobat, beberapa dari mereka akan berkata mereka harap demikian,  tetapi mereka tidak yakin. Beberapa mungkin akan mentertawakan Anda atau bahkan menjadi marah dengan Anda karena pertanyaan Anda ini. Banyak orang yang bahkan tidak mau tahu apa pertobatan itu, bahkan walaupun Alkitab dengan jelas mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka tidak bertobat mereka tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

Apa yang Anda pikirkan ketika seseorang bertanya kepada Anda apakah Anda sudah bertobat? Apakah Anda benar-benar telah mengalaminya? Apakah Anda pernah bertanya kepada diri Anda sendiri, “Apa yang akan terjadi kepada diri saya jika saya tidak bertobat?” Kiranya Anda dapat disadarkan kebutuhan Anda akan pertobatan melalui beberapa hal berikut ini.

1. Selama Anda tidak bertobat, Anda tidak benar-benar menjadi anak Allah, atau orang Kristen sejati, karena Anda tidak sungguh-sungguh mengenal Yesus Kristus. Oleh sebab itu Anda tidak dapat berkata bahwa Allah adalah Bapamu. Anda masih menjadi musuh Allah, karena Anda bukan anak-Nya. Hati Anda masih mengutamakan hal-hal duniawi.

Seluruh dunia dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu anak-anak Allah dan anak-anak Iblis. Hanya orang-orang yang telah bertobat yang adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:11-12; Roma 8:9). Setiap orang yang tidak bertobat adalah anak-anak Iblis, seperti yang Kristus sendiri katakan kepada kita (Yohanes 8:44). “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis” (1 Yohanes 3:10). Hanya dengan iman yang menyelamatkan di dalam Kristus  yang dapat menjadikan Anda sebagai anak-anak Allah (Galatia 3:26; Efesus 3:17). Orang yang tidak bertobat tidak memiliki iman yang menyelamatkan di dalam Kristus. Ketika Anda berdoa, Anda tidak dapat dihibur karena Allah bukan Bapamu. Pertobatanlah yang membuat hatimu berbalik kepada Allah, dan jika Ia tidak memiliki hatimu, Anda bukanlah anak-Nya. Tidak ada seorangpun yang tidak bertobat yang adalah anak Allah. Anda mungkin memanggil Allah sebagai Bapamu sebanyak yang Anda mau, tetapi Ia tidak akan pernah setuju bahwa Anda adalah anak-Nya kecuali Anda bertobat.

Anda mungkin memanggil Dia “Tuhan, Tuhan” sampai Anda mati, tetapi Ia akan mengatakan kepada Anda bahwa Ia tidak mengenal Anda (Matius 7:22). Anda secara natur berbeda dengan orang-orang yang telah bertobat. Natur yang sunguh menunjukkan pertobatan sejati. Oleh sebab itu Anda harus dengan rendah hati dan menghancurkan kepercayaan Anda pada kemampuan diri Anda sendiri atau percaya kepada hal-hal lain, sehingga Anda dapat dicangkokan di dalam Yesus Kristus, pohon anggur yang hidup. Tidak peduli apa yang Anda katakan, Anda hanyalah ranting yang mati, dan Anda harus dikumpulkan dan dibakar ke dalam api (Yohanes 15:1, 4-6). Tidak mungkin menjadi manusia tanpa dilahirkan, dan lebih lagi tidak mungkin menjadi orang Kristen tanpa dilahirkan kembali. Bersatu dengan Kristus dan orang-orang Kristen sejati ada di dalam hati. Kata-kata dan doa tidak akan mempersatukan hatimu dengan Yesus Kristus.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

2. Saya minta Anda untuk memikirkan hal ini lebih jauh lagi; tidak ada pengharapan keselamatan bagi orang yang tidak bertobat yang hidup dan mati dalam kondisi tanpa pertobatan. Ini adalah kebenaran, entah Anda suka atau tidak. Jika ini menyinggung Anda, Anda disinggung oleh perkataan-perkataan Kristus. Bahkan jika Anda berkata bahwa perkataan ini keras, ini adalah keterus-terangan, karena Allah tidak dapat berbohong. Ingat apa yang Kristus katakan:

“sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Ketika Anda membaca itu, Anda berat untuk mempercayainya. Apakah kemunafikan itu, itu adalah jika Anda berkata bahwa Anda adalah orang Kristen, tetapi tidak mempercayai perkataan-perkataan Yesus Kristus ini.

Apa yang ingin Anda peroleh dengan ketidakpercayaan ini? Itu hanya akan memimpin Anda kepada delusi diri sendiri dan kehancuran. Jika Anda tidak mempercayai Kristus, bagaimana mungkin saya dapat berharap Anda mempercayai saya? Suatu hari nanti Kristus akan berkata, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap” (Matius 22:13). Dan di sana Anda akan menangis dan mengertakan gigi.

Jika Kristus tidak dipercayai, tidak ada orang yang dapat ia percayai. Tetapi jika Kristus dipercaya, tidak ada orang yang tidak bertobat dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Janganlah menjadi begitu bodoh sehingga berpikir bahwa perkataan-perkataan ini adalah perkataan saya. Perkataan-perkataan ini adalah perkataan-perkataan Yesus Kristus!

Jika Setan dan dosa telah mengeraskan hati Anda sehingga Anda tidak mau percaya, ingatlah bahwa Kristus telah mengatakan kepada Anda bahwa jika Anda tetap tinggal dalam kondisi tanpa pertobatan Anda tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga. Anda akan mengingat perkataan-perkataan-Nya entah Anda mau atau tidak.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Romans 3:16).

3. Pikirkan lebih jauh lagi – ketika Anda tetap tinggal dalam ketidakbertobatan Anda tidak dapat menerima pengampunan dosa. Semua dosa yang pernah Anda lakukan menghakimi Anda. Anda harus mempertanggungjawabkan setiap kesalahan Anda di hadapan Allah. Anda akan menderita karena dosa-dosa Anda dalam kekekalan jika Anda tidak mau bertobat. Ketika Kristus berbicara tentang orang-orang yang dikeraskan hatinya oleh dosa yang tak terampunkan, karena mereka menolak anugerah-Nya yang mempertobatkan, Ia menambahkan, “supaya mereka bertobat dan mendapat ampun” – KJV (Markus 4:12). Anda dapat melihat bahwa ini maksudnya adalah dosa-dosa Anda tidak akan diampuni kecuali Anda bertobat.

Pikirkan betapa mengerikannya ini ketika seluruh dosamu tidak diampuni. Satu dosa yang tak terampunkan akan membawa Anda ke dalam penhukuman untuk selama-lamanya. Apa yang akan terjadi kepada Anda jika Anda memiliki ribuan dosa yang tak terampunkan?

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa orang berdoa yang tak terampuni ini adalah orang yang masih terhilang, sama seperti iblis mereka sendiri yang membuat dirinya terhilang. Kristus menjelaskan kepada Anda bahwa ini akan menjadi kalimat untuk Anda:

“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnyaDepart” (Matius 25:41).

“tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka” (Ibrani 10:26-27).

Betapa mengerikannya bagi Anda yang berdiri di depan tahta pengadilan Allah dengan membawa dosa yang tak terampuni itu! Pengadilan Anda karena dosa ini akan menjadi lebih berat bagi jiwamu dibandingkan dengan gunung yang menimpa tubuhmu, dan itu akan mendorong kamu jatuh ke dalam api yang kekal. Dosa yang tak terampunkan adalah bahan bakar untuk Neraka.

Anda tidak dapat diselamatkan setelah Anda mati. Ini sudah sangat terlambat untuk diselamatkan dan untuk selama-lamanya. Anda harus bertobat sekarang, ketika Anda masih hidup, atau Anda akan menghabiskan kekekalan Anda dalam nyala api. Saya tidak mengada-ada dengan doktrin yang sangat mengerikan ini. Inilah yang diajarkan diseluruh Alkitab. Anda akan berkata, “Tuhan, Tuhan, bukalah untuk kami.” Tetapi Kristus akan berkata, “Aku tidak mengenal kamu” (Matius 25:11-12). Ia kemudian akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Ini adalah kata-kata-Nya sendiri (Matius 7:21-23).

Jika Anda berharap berdiri di sebelah kanan Kristus, dan tidak dikirim ke dalam kebinasaan kekal, Anda harus menemukan Kristus sekarang untuk pengampunan atau dosa-dosa Anda. Tak seorangpun memperoleh pengampunan setelah ia mati. Saya mengatakan hal yang sama yang Petrus katakan kepada orang banyak dalam khotbahnya di Bait Suci:

“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan…” (Kisah Rasul 3:19).

Saya berharap Anda mau memperhatikan dengan seksama perkataan-perkataan ini. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada satu dosapun yang dihapuskan kecuali ia bertobat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Romans 3:16).

4. Hal selanjutnya yang saya ingin Anda pikirkan adalah bahwa: Selama Anda tidak bertobat, Anda adalah hamba dan budak Setan. Anda di bawah kuasa Setan, dan dikendalikan oleh dia sebagai tawanannya. Anda mungkin tidak berpikir demikian, namun itulah kebenarannya. Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa itulah kondisi Anda yang sebenarnya dalam kondisi Anda yang tidak bertobat. Kecuali seseorang mengalami pertobatan ia menjadi budak tawanan Setan. Hanya ketika Anda bertobat maka Anda menjadi manusia yang merdeka – menjadi anak-anak Allah.

“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis… Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis …” (I Yohanes 3:8-10).

Arti dari ayat ini adalah bahwa seseorang yang memberikan hatinya untuk dosa menjadikan dia milik Iblis; dan ia yang memberikan hatinya kepada Kristus menjadikan ia anak Allah.

Iblislah yang membuat Anda membenci pikiran tentang pertobatan, atau ia membuat Anda berpikir bahwa Anda telah bertobat. Setanlah yang memberitahukan kepada Anda bahwa Anda masih memiliki banyak waktu dan tidak perlu kuatir karena Anda masih memiliki banyak waktu untuk diselamatkan. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa ini adalah pekerjaan Setan, yang menjadi alasan Kristus datang untuk membinasakannya (1 Yohanes 3:8).

Jika seseorang dimasukkan ke dalam penjara dan ditempatkan di penjara bawah tanah yang gelap, ia pasti akan berteriak, “Oh, saya mau bebas dari sini!” Anda dapat dibebaskan dari tawanan Setan – tetapi Anda tidak mau! Kristus telah menyediakan Darah-Nya sebagai penebusan atas dosa-dosa Anda. Ia menawarkannya kepada Anda. Tetapi Anda tidak menginginkannya. Allah “mau agar semua orang diselamatkan, dan mengenal kebenaran,” tetapi kebanyakan orang tidak ingin diselamatkan. Mereka ingin tetap tinggal dalam perbudakan Setan. Ingatlah ini: semua orang adalah budak Iblis kecuali mereka bertobat. Jika Anda tidak ingin hidup dan mati sebagai budaknya, jangan menunggu terlalu lama untuk bertobat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

5. Kebinasaan dan duka cita dari orang yang tidak bertobat lainnya adalah tidak ada satupun yang Anda lakukan berkenan di hadapan Tuhan. Doa, menghadiri kebekatian di gereja, membaca Alkitab, memberikan persembahan, bersaksi – tidak ada satu pun dari semua itu yang diperkenan Allah jika Anda belum bertobat. Allah tidak berkenan dengan semua itu, dan membenci semua itu, bahkan walaupun itu adalah perbuatan terbaik yang ditunjukkan oleh orang yang belum bertobat.

“Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian. ” (Amsal 28:9).

Orang-orang berdosa yang tidak bertobat tidak menyadari bahwa doa-doa mereka dan keaktifan mereka ke gereja, dan semua bentuk pelayanan yang mereka lakukan dibenci oleh Tuhan!

“Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu.” (Lukas 16:15).

“Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. ” (Mazmur 5:5).

“Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN” (Amsal 16:5).

Tolong jangan berpikir bahwa saya sedang menjelaskan kepada Anda untuk tidak berdoa, atau membaca Alkitab, atau pergi ke gereja. Saya pasti tidak bermaksud untuk mengatakan kepada Anda berhentilah melakukan tugas-tugas pelayanan ini. Itu semua akan menjadi berarti untuk Allah gunakan mempertobatkan Anda. Tetapi, yang sedang saya bicarakan di sini bahwa apa yang Anda kerjakan ini sama sekali tidak akan menolong Anda dan hanya akan membantu Anda menjadi seperti orang Farisi di zaman Yesus. Anda harus menarik diri dari dosa ini dan berhenti menolak anugerah Allah. Datanglah dengan segenap hatimu kepada Yesus Kristus dan bertobatlah. Tidak ada satu pun yang Anda lakukan benar-benar berkenan kepada Allah kecuali Anda bertobat.

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (Roma 8:8).

Hanya orang yang telah bertobat yang dapat diperkenan Allah. Jika Anda terus hidup seperti sekarang ini, Anda tidak akan pernah diperkenan Allah.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

6. Keruntuhan lainnya dari orang-orang yang belum bertobat adalah bahwa mereka terus menerus hidup dalam bahaya penghukuman. Walaupun Tuhan dengan sabar menahan untuk mendatangkan penghakiman-Nya, orang-orang yang tidak bertobat terus menerus hidup dalam bahaya penghukuman. Mereka hidup di bawah murka Allah. Mereka berada di bawah kutuk hukum Taurat. Mereka tidak mengetahui kapan hari penghakiman itu akan dijatuhkan kepada mereka. Tidak ada orang yang belum bertobat dapat menjelaskan berapa lama lagi ia akan hidup di dunia ini. Penghakiman dan kematian dapat datang setiap saat. Orang yang akan pergi ke Neraka tidak tahu bila mungkin saja itu terjadi hari ini. Setiap orang, jika mereka memikirkan semua ini, mereka tidak pernah dapat merasa damai dan aman. Tiap detik Anda hidup di tepi jurang Neraka! Anda bisa saja jatuh segera ke dalamnya. Anda mungkin berada di Neraka satu jam dari sekarang! Setiap pagi ketika Anda bangun, dan setiap malam ketika Anda merebahkan tubuh Anda ke tempat tidur, Anda tidak akan pernah tahu jika Anda akan berada di Neraka di hari esok.

Banyak orang yang sedang sekarat sudah ketakutan ketika mereka berpikir mungkin satu atau dua hari lagi mereka akan berada di antara iblis di Neraka! Oh, betapa ini pikiran yang sangat mengerikan! Betapa mengerikannya tinggal di antara iblis dengan cakarnya yang mengerikan, di bakar dalam api yang sangat-sangat mengerikan, tanpa obat untuk menahan asa sakit, tersiksa dengan rasa haus siang dan malam!

Biarlah pemikiran demikian membuat Anda tidak bisa tidur sebelum Anda benar-benar bertobat. Kecuali bertobat, Anda tidak akan pernah yakin dapat selamat. Anda akan terus menerus berada dalam bahaya di sepanjang waktu!

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

7. Dari semua poin ini ada hal yang mengerikan lainnya bagi orang yang belum bertobat – mereka tidak memiliki alasan untuk menikmati kedamaian walau hanya satu jam! Bagaimana orang dapat bahagia dalam kondisi seperti ini? Jika mata Anda dicelikkan, maka Anda akan mengalami ketakutan dan mencoba untuk keluar dari dosa-dosa Anda dan pikiran Anda! Anda juga akan mengalami ketakutan yang memimpin Anda masuk ke dalam pertobatan, jika semua hal ini menjadi riil bagi Anda.

Ini sama persis dengan apa yang terjadi ketika seseorang ingin bunuh diri, sangat mirip dengan orang yang mengalami pertobatan – namun bedanya itu tanpa anugerah. Dalam hal bunuh diri, pikiran melihat hidup ini tanpa pengharapan. Tidak ada ketenangan, siang maupun malam, seperti itulah kondisi depresi pada saat melihat hidup tanpa pengharapan. Sehingga, seseorang memutuskan untuk bunuh diri. Dalam hal pertobatan, bagian pertamanya sama dengan itu. Seseorang mengalami depresi siang maupun malam. Mereka melihat hidup ini tidak ada pengharapan dan dosa-dosa mereka sendiri terlihat begitu mengerikan. Tetapi, oleh anugerah, mereka dengan sepenuh hati berbalik kepada Kristus – dari pada bunuh diri. Dengan cara inilah depresi memimpin orang untuk bunuh diri atau bertobat yang mana mula-mulanya sangat mirip.

Biarkanlah pikiran ini datang kepada Anda ketika Anda sedang tertawa bersama dengan teman-teman Anda – “Oh, tetapi saya belum bertobat!” Ketika Anda di tempat kerja, atau di sekolah, atau di tempat bermain, sebaiknya Anda berpikir, “Oh, tetapi saya belum bertobat!” Dan setiap malam, ketika Anda mau tidur, kiranya Anda berpikir, “Oh, tetapi saya belum bertobat!”   Kiranya pikiran ini datang ke dalam pikiran Anda ketika Anda bangun di pagi hari – simpanlah pikiran ini, “Saya belum bertobat.” Segala sesuatu yang Anda lihat atau pikirkan tentang itu semua akan mengingatkan Anda bahwa Anda belum bertobat – sampai Anda mau keluar dari kondisi yang sangat menyedihkan itu.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

8. Lebih lanjut, pikirkan, bahwa orang yang belum bertobat dan menolak keselamatan akan meningkatkan kebinasaan dan kesengsaraan mereka. Menjadi tidak bertobat ketika hidup di tengah-tengah orang-orang yang masih terhilang tidaklah mengherankan, beberapa orang lebih lagi berada dalam kegelapan seperti pada tengah malam. Tetapi menjadi tidak bertobat ketika berada di gereja dimana Injil selalu dikhotbahkan maka tidak ada alasan lagi, dan ini akan membuat kebinasaanmu bahkan lebih dahsyat pada hari Penghakiman.

Allah belum meninggalkan Anda di dalam kegelapan. Tetapi Anda menutup mata Anda, dan berpaling dari kebenaran, serta menolak untuk berpikir dengan serius tentang semua hal ini.

Anda harus mengerti bahwa khotbah yang Anda sedang dengar akan mempertobatkan atau menghukum Anda. Penolakan Anda untuk bertobat justru membuat pemberontakan Anda lebih dahsyat lagi, dan dosa-dosa Anda menjadi lebih buruk lagi, dibandingkan mereka yang memang tidak menghadiri gereja yang mengkhotbahkan Injil.

Ingatlah ini, jika Anda mati tanpa pertobatan, Anda akan dihakimi. Orang-orang yang telah mendengar banyak khotbah akan mendapatkan tempat yang paling buruk di Neraka – penghukuman terdahsyat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

9. Pikirkan lagi, lebih jauh Anda hidup dalam kondisi tanpa pertobatan, maka semakin lebih besar lagi penghukuman bagi Anda nantinya. Selama Anda tidak bertobat, Anda terus menerus hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Anda menolak anugerah-Nya. Anda lebih mencintai dunia dan dosa dari pada Dia. Anda mengingkari Dia di dalam hati Anda.

Orang yang belum bertobat senantiasa berpikir buruk tentang orang yang telah bertobat. Tetapi mereka bahkan lebih buruk lagi menghukum diri mereka sendiri. Mereka mentertawakan kita, namun sebenarnya mereka sedang menyakiti dan melukai diri mereka sendiri. Mereka menggoda orang lain untuk melakukan dosa, namun dengan demikian justru menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalamnya. Mereka menyepelekan khotbah ini, namun itu justru mengirim diri mereka sendiri ke dalam api Neraka.

Juga, pikirkanlah tentang fakta bahwa ketika Anda tetap tidak mau bertobat, berarti Anda betumbuh lebih dan lebih keras lagi di dalam dosa. Dan Allah akan meningalkan Anda lebih dan lebih lagi. Roh Kudus akan undur darimu. Dengan terus menerus hidup dalam dosa akan membuat diri Anda semakin buruk dan lebih buruk lagi.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

10. Selama Anda tetap tidak mau bertobat, berarti Anda merampok kebahagiaan Anda sendiri. Allah menawarkan kebahagiaan kepada Anda, dan Anda dapat memilikinya, tetapi Anda tidak mau menerimanya dengan menolak untuk bertobat. Sebenarnya Anda dapat memiliki Allah dari pada dunia, Kristus dari pada diri Anda sendiri yang penuh dosa, dan Roh Kudus dari pada Setan yang selalu menipu Anda. Anda dapat memiliki kesucian dari pada kejahatan, pembenaran dari pada penghukuman, berkat dari pada kutuk, damai sejahtera dari pada teror dan keamanan semu. Anda tidak tahu apa yang telah Anda biarkan terhilang setiap hari jika Anda tetap tidak mau bertobat – dan itu jauh lebih [berharga] dari kesenangan yang dosa dapat berikan kepada Anda.

Tanyakan itu kepada setiap orang yang telah bertobat jika Anda tidak percaya kepada saya. Tanyakan kepada mereka, apakah mereka mau kembali hidup dalam kondisi tanpa pertobatan. Jika orang-orang ini menemukan bahwa mereka tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya, pastilah mereka mau kembali kepada keadaan sebelumnya yaitu pada saat mereka belum bertobat. Tetapi para petobat sejati tidak akan melakukan ini untuk alasan apapun juga!

Jika Anda tahu bahaya hidup yang sedang Anda hadapai sekarang, Anda harus segera meninggalkannya sama seperti orang yang segera lari keluar dari rumah yang terbakar, atau seseorang yang akan segera meninggalkan kapalnya yang bocor di lautan, karena jika ia tidak segera berenang ke pantai ia akan mengalami karam kapal dan tenggelam. Dan jika Anda tahu bahwa lebih baik Anda bertobat, Anda tidak akan menunggu lebih dari satu hari untuk melakukannya.

Saya sekarang mau menunjukkan kepada Anda apa maksudnya menjadi tidak bertobat. Jika Anda dengan berani terus menerus hidup dalam ketidak-percayaan, dan dengan gegabah menolak apa yang saya sampaikan, jika Allah meninggalkan Anda sendirian, atau jika kematian datang kepada Anda yang masih dalam kondisi belum bertobat – maka Anda tidak dapat menyalahkan siapapun selain menyalahkan diri Anda sendiri.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

Advertisements

TANYAKAN PADA DIRI ANDA SENDIRI – “SUDAHKAH SAYA BERTOBAT?

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam dirimu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak akan tahan uji.” (II Korintus 13:5)

Richard Baxter sebagaimana dijelaskan kembali ole Dr. R.L. Hymers, Jr. dalam bukunya A Puritan Speaks To Our Dying Nation memberikan empat hal berikut ini tentang alasan untuk menguji apakah Anda benar-benar bertobat atau belum.

Mengapa Saya Katakan Anda Harus Bertobat?

Pertama, karena ini adalah hal yang sangat serius atau penting. Setiap orang diperhadapkan oleh keputusan yang harus diambil dalam hidupnya. Entah itu dalam dunia bisnis, pendidikan, memutuskan untuk menikah dan keputusan-keputusan lainnya. Setiap keputusan pasti ada keuntungan yang ingin dicapai dan sekaligus harus siap menghadapi resiko yang mungkin ditimbulkan oleh keputusannya. Setiap keputusan yang kita buat dalam hidup kita memiliki resiko tertentu yang harus kita hadapi. Orang yang berhikmat akan mengetahui resiko apa yang akan dihadapinya jika ia memutuskan sesuatu. Dan jika ia tahu bahwa ia dapat menghindari atau memiliki jalan keluar dari resiko itu, sudah pasti ia tidak akan mengambil resiko itu.

Neraka adalah resiko yang harus dihadapi oleh semua manusia jika ia tidak mau bertobat dan diselamatkan. Mungkin Anda berkata dalam hati Anda, bahwa karena Anda atau tak seorangpun belum pernah melihat Neraka dan Sorga, maka percaya bahwa tempat itu ada bukanlah sesuatu yang serius.

Orang buta sejak lahir tentu tidak pernah melihat mata hari. Namun apakah bijaksana jika ia tidak percaya bahwa matahari itu tidak ada karena dia tidak pernah melihat atau karena tidak bisa melihat? Mungkin Anda tidak pernah melihat kota New York, namun apakah bijaksana jika Anda berkata bahwa kota New York itu tidak ada karena Anda belum pernah melihatnya? Percaya Neraka dan Sorga atau tidak adalah hal yang serius. Karena jika Anda memutuskan untuk tidak percaya, maka tanpa Anda sadari Anda sedang menuju tempat itu, Neraka. Jika Anda tidak menganggap bahwa pertobatan Anda adalah sesuatu yang sangat serius dan keputusan terpenting dalam sepanjang hidup Anda, Anda sedang menghadapi resiko terbesar dalam hidup Anda, walaupun sebenarnya Anda bisa menghindarinya jika Anda bertobat hari ini.

Jika saya bisa, saya ingin mengajak Anda untuk jalan-jalan ke Neraka sekarang. Namun saya tahu bahwa itu tidak mungkin bisa saya lakukan. Oleh sebab itu, yang bisa saya lakukan adalah mengajak Anda membayangkan kita sekarang pergi jalan-jalan ke Neraka. Tujuannya adalah untuk mewawancarai mereka yang ada di Nereka. Kita bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian berada di sini, apakah Anda memang suka berada di sini?” Saya yakin semuanya akan menjawab, “Tidak, saya sebenarnya tidak mau ada di sini?” Kita lanjutkan pertanyaan kita, “Lalu mengapa sekarang kalian ada di sini? Apakah semasa masih hidup di dunia, kalian tidak pernah mendengar bahwa Yesus dapat menyelamatkan kalian dari hukuman ini dan menolong kalian untuk pergi ke Sorga?” Saya yakin di antara mereka mungkin ada yang menjawab, “Tidak pernah!” Namun saya juga yakin pasti ada yang menjawab, “Ya, saya pernah mendengar itu!” Kita lanjutkan pertanyaan kita kepada kelompok ini, “Lalu mengapa kalian ada di sini, apakah kalian tidak mau percaya kepada Dia? Apakah Anda tidak mau pergi ke sorga?” Marilah kita dengarkan penjelasan salah satu dari mereka; “Sebenarnya saya tidak mau pergi ke sini. Saya ingin pergi ke sorga. Saya tahu saya harus percaya Yesus, dan sebenarnya saya mau. Pada waktu pengkhotbah menyerukan supaya saya bertobat dengan sungguh-sungguh, supaya saya mau diselamatkan dan dilahirbarukan, dan pengkhotbah itu memberikan ­altar-call dan mengundang saya untuk mengambil keputusan dan maju ke depan, saya masih enggan untuk melakukannya. Saya masih banyak urusan duniawi, tetapi saya akan mengambil keputusan di lain waktu. Ketika saya pulang dari gereja, hati saya begitu susah, selain mengingat khotbah tadi, masih banyak urusan bisnis yang harus saya selesaikan. Dalam suasana kekacauan hati saya itu membuat saya kehilangan kendali setir mobil saya dan mobil saya menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan. Dan saya tidak tahu lagi apa yang terjadi, yang saya tahu hanyalah ini, yaitu tiba-tiba saya berda di tempat ini.”

Perhatikanlah! Orang ini telah mengambil keputusan dalam kebodohanya untuk lebih memikirkan hal-hal duniawi dari pada keselamatan jiwanya. Tuhan Yesus pernah berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26). Dia mau mengambil resiko terbesar dalam hidupnya walaupun ia tahu dapat menghindarinya, jika ia mau segera mengambil keputusan untuk bertobat selagi kesempatan masih diberikan kepadanya. Ia tidak menganggap pertobatan sebagai sesuatu yang serius, bahkan bisnisnya lebih serius dari itu. Apakah ini gambaran dari Anda?

Kedua, Anda harus yakin bahwa Anda benar-benar telah bertobat atau diselamatkan, sebab banyak orang hidup dan mati tanpa pertobatan. Saya yakin tidak ada separuh dari jumlah manusia di dunia saat ini yang mengatakan bahwa mereka telah diselamatkan. Dan lebih menyedihkan dari semua orang yang mengatakan dirinya sudah diselamatkan menurut perkiraan A.W. Tozer hanya 10 % yang benar-benar sudah di selamatkan. Ini menunjukkan fakta bahwa banyak orang hidup dan mati tanpa pertobatan. Saya mau Anda adalah salah satu dari yang 10 % itu. Oleh sebab itu Anda harus benar-benar tahu dan yakin bahwa Anda adalah orang yang sungguh-sungguh sudah bertobat.

Ketiga, Anda harus yakin bahwa anda benar-benar telah bertobat, karena gagal memahami inilah yang menyebabkan sedikit sekali orang Kristen yang benar-benar bertobat. Berapa persen dari Anda sekalian yang benar-benar memahami bahwa Anda adalah orang yang sungguh-sungguh diselamatkan dan bisa menjelaskan bagaimana Anda diselamatkan. Saya telah bertemu dengan banyak jemaat atau orang Kristen yang ketika saya bertanya tentang pertobatannya mereka tidak bisa menjelaskan kepada saya bagaimana mereka bisa mengatakan bahwa dirinya sudah diselamatkan. Paling-paling mereka hanya berkata asal saja, yaitu “Ya pokoknya percaya kepada Yesus!” Jawaban ini benar. Tetapi apakah  mereka memahami apa yang mereka katakan ini?

Orang yang sungguh-sungguh bertobat dapat memahami bahkan dapat menjelaskan apa arti pertobatan itu. Apakah arti dilahirkan kembali. Kalau saya mengatakan kepada Anda Sea Food itu masakan yang enak sekali, berarti saya bisa menjelaskan kepada Anda alasan saya mengatakan itu. Sangatlah mengherankan kalau Anda mengatakan sudah bertobat, sudah diselamatkan, namun tidak bisa menjelaskan bagaimana Anda diselamatkan. Dan jika Anda cek di lapangan, tidak sedikit orang Kristen yang seperti ini. Oleh sebab itu, ketidakpahaman akan pertobatan dirinya sendiri menyebabkan begitu sedikitnya orang Kristen yang benar-benar bertobat. Hanya 10 %.

Keempat, Anda tidak boleh merasa puas sampai Anda benar-benar yakin bahwa Anda telah diselamatkan, karena ini akan menjadi pengetahuan yang akan benar-benar memberkati Anda. Ketika saya masih kecil dan belum mangalami pertobatan, saya tidak pernah hidup dalam damai sejahtera, karena saya selalu membayangkan api Neraka dan saya yang sedang ada di dalamnya. Pengajaran guru-guru Sekolah Minggu saya selalu mengganggu hidup saya. Mereka selalu mengajar, “Anak-anak, jadi anak Tuhan itu harus jujur. Tidak boleh suka bohong dan mencuri. Bohong itu dosa. Mencuri itu dosa. Dan orang berdosa pasti masuk Neraka!” Guru Sekolah Minggu saya tidak pernah menjelaskan kepada saya bagaimana cara menyelesaikan dosa ini dan mengalami pertobatan. Sebaik-baiknya anak kecil pasti ada pengalaman berhohong, entah kepada teman maupun orang tua. Pasti ada pengalaman mencuri walaupun hanya mencuri Rp. 50,- dari uang orang tua. Pasti ada pengalaman iri hati jika melihat teman mempunyai mainan yang bagus atau makanan enak. Dengan demikian saya menempatkan diri saya sebagai orang berdosa yang harus masuk Neraka.

Setiap malam sebelum tidur saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Saya takut tidak bisa melihat hari esok dan mati pergi ke Neraka. Bayangan api Neraka dan saya yang kesakitan di dalamnya terus hadir dalam pikiran saya. Bahkan tidak jarang saya berkata dalam hati saya, mengapa Tuhan menciptakan Neraka? Mengapa Tuhan menciptakan saya, kalau  harus pergi ke Neraka. Pembaharuan terjadi ketika saya mengalami pertobatan dan memperoleh kesalamatan. Saya tahu bahwa saya manusia berdosa yang terpisah dari Allah dan harus dimurkai, namun Kristus telah menggantikan penghukuman yang seharusnya saya terima di kayu salib dan menjembatani saya dengan Bapa. Dia telah menebus saya dan saya memiliki jaminan keselamatan. Kengerian api Neraka tidak membayangi saya lagi. Saya tidak akan pergi ke Neraka, namun saya akan pergi ke Sorga, karena saya telah percaya kepada Kristus.

Saya percaya banyak orang Kristen yang belum sungguh-sungguh bertobat dan tidak bisa memahami arti pertobatan hidup dalam ketakutan seperti yang pernah saya alami sebelum bertobat. Namun jika Anda benar-benar tahu bahwa Anda sudah bertobat, maka pemahaman itu akan memberkati Anda, seperti bagaimana setelah saya mengalami pertobatan, saya hidup dalam damai sejahtera tanpa ketakutan. Saya memiliki jaminan dari Tuhan bahwa kapan saja saya mati, saya pasti masuk sorga.

Apakah Bukti yang Menunjukkan Bahwa Anda Belum Bertobat?

Lagi Richard Baxter memberikan enam test negatif untuk menunjukkan bahwa seseorang belum sungguh-sungguh bertobat.

Pertama, orang yang tidak melihat dan menyadari bahwa dosanya adalah kejahatan terbesar yang patut dimurkai Tuhan, bukanlah orang yang benar-benar bertobat. Orang yang tidak pernah merasa bahwa dosa-dosanya harus diampuni oleh darah Kristus bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Dr. R.L. Hymers, Jr., dalam khotbah yang disampaikan di di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, pada tanggal 23 Maret 2003 dengan tema, “Why Believing in the KJV is Not Enough?” berkata;

Saya tidak yakin dengan apa yang seseorang katakan tentang apa yang disebut mempertahankan iman – jika ia mencuri uang untuk proyek pelayanannya, ia bukan orang Kristen yang baik – entah ia percaya KJV atau tidak! Ada “pembela” KJV yang berpikir adalah rohani mempertunjukkan perbuatan-perbuatan kedagingan – seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21.  Omong kosong!

Engkau tidak dapat berpura-pura memiliki buah Roh (Galatia 5:22-23). Sifat murah hati orang Kristen, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri dan sebagainya, hanya keluar dari hati yang benar-benar telah bertobat. Itulah “buah Roh.” Beberapa orang yang mengganggap ini sepele, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki buah Roh dalam hati mereka. Selanjutnya, mereka berpikir bahwa perbuatan daging adalah buah Roh! Mereka tidak dapat membedakannya.

Banyak orang Kristen, bahkan yang berani mengatakan dirinya telah diselamatkan, namun dalam hidupnya tidak pernah menunjukkan buah-buah pertobatannya. Mereka pergi ke gereja hanya sebagai rutinitas dan tidak mempedulikan apakah mereka sudah mengalami pengampunan melalui pertobatan sejati atau belum. Mereka menganggap sepele perlunya pertobatan yang sejati. Saya percaya orang semacam ini bukanlah orang yang telah sungguh bertobat.

Kedua, orang yang tidak menghargai kasih karunia sebagai sesuatu yang agung bukanlah orang yang telah mengalami pertobatan. Kasih karunia adalah pemberian cuma-cuma. Inilah keselamatan di dalam Kristus. Diberikan secara cuma-cuma bukan karena barang murahan yang tidak ada harganya. Seringkali orang berpikir kalau membeli sesuatu dengan harga yang murah atau dengan discount 20 % atau 50 % adalah barang murahan. Begitu juga karena mereka melihat bahwa kasih karunia ini diberikan dengan cuma-cuma atau discount 100 %, maka mereka menganggap murah kasih karunia Allah. Namun saya mau menegaskan kepada Anda, kasih karunia Allah bukan barang murahan seperti yang Anda pikirkan, namun ini adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Diberikan dengan cuma-cuma karena tidak seorangpun dapat membelinya walaupun diberi discount 99 %. Orang yang memandang kasih karunia keselamatan dalam Kristus sebagai sesuatu yang murahan dan tidak menghargainya dan bahkan berpikir bahwa mereka harus melakukan dengan kekuatannya sendiri untuk beroleh selamat bukanlah orang yang benar-benar bertobat (Ef. 2:8-9).

Ada orang Kristen yang bahkan berpikir karena dirinya sudah diselamatkan, sudah dimerdekakan oleh Kristus, maka mereka bebas untuk melakukan dosa, sebab dosanya yang dulu, sekarang, bahkan yang akan datang sudah ditebus oleh Tuhan. Namun Firman Tuhan berkata, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13). Kemerdekaan dalam Kristus adalah kemerdekaan dari dosa. Artinya kalau Anda telah dimerdekakan dari perbudakan dosa, berarti Anda akan bebas dari perbuatan dosa atau bebas untuk tidak berbuat dosa dan bukan justru bebas berbuat dosa. Jika Anda berpikir bahwa arti kemerdekaan berarti bebas berbuat dosa, maka Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh merdeka. Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat, karena Anda tidak menganggap agung kasih karunia Allah di dalam Kristus.

Ketiga, orang yang tidak pernah memiliki hati dan pengharapan untuk sorga, bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat. Keselamatan seharusnya menjadi sumber sukacita yang besar bagi orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Sorga adalah tempat yang selalu diharapkan oleh orang yang sungguh-sungguh bertobat. Alangkah mengherankan jika ada orang yang mengaku sudah diselamatkan, namun dalam pikirannya hidup di dunia lebih enak dari pada di sorga. Orang-orang demikian biasanya lebih memikirkan kehidupannya di dunia ini daripada pengharapannya akan sorga. Orang yang demikian bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Keempat, orang yang tidak pernah merasa sedih dan menderita ketika melihat dosa dan tidak membenci dosa bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Orang yang telah dimerdekan tidak akan sejahtera ketika ia jatuh ke dalam dosa. Ia akan segera bertobat. Bedanya orang yang sudah bertobat dan belum bertobat adalah jika orang yang sudah bertobat jatuh ke dalam dosa, ia akan segera sadar dan bertobat dan mengalami pengampunan. Ia tidak sejahtera untuk tinggal lebih lama lagi dalam kehidupannya yang berdosa. Namun orang yang belum sungguh-sungguh bertobat, tatkala ia jatuh dalam dosa, ia bukannya segera sadar dan berbalik kepada Allah, namun justru menyelam makin dalam tanpa perlu untuk bertobat dan menerima pengampunan. Ia menikmati kehidupan dalam dosa. Jika Anda tidak merasa sedih dan menderita ketika melihat dosa dan membenci dosa, apalagi dosa yang Anda lakukan, Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Ketika saya memberikan pelayanan di Efata Rotterdam Church, Negeri Belanda, gembalanya menceritakan kepada saya tentang bagaimana hancurnya kekristenan Belanda. Ia menggambarkan bagaikan Samson yang telah menjadi buta, itulah kekristenan Belanda. Ia juga memberitahukan kepada saya bahwa banyak orang Indonesia yang sudah terpengaruh oleh kehidupan penduduk asli, misalnya hidup dalam dosa dan ‘kumpul kebo’. Saya kaget ketika ia berkata bahwa orang-orang yang hidup secara ‘kumpu kebo’ ini tidak merasa perlu untuk bertobat. Mereka menuntut gereja untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk ambil bagian dalam pelayanan gerejawi tanpa mau meninggalkan kehidupannya yang penuh dengan dosa. Gereja yang menjaga kekudusan Tubuh Kristus menolak mereka untuk ambil bagian dalam pelayanan suci gerejawi, kecuali kalau mereka mau bertobat dan meninggalkan kehidupan ‘kumpul kebo’ atau hidupnya yang penuh dengan dosa. Sungguh mengherankan, karena disiplin gereja ini tidak membuat mereka sadar dan bertobat, justru akhirnya mereka membentuk persekutuan sendiri, yang terdiri dari orang-orang yang sama dan untuk pelayanan mimbar mereka mengundang para pengkhotbah yang mereka pikir bisa dibayar.

Orang-orang seperti di atas memiliki antusias pelayanan, walaupun kita tidak tahu apakah motivasi mereka. Saya tidak berpikir bahwa orang yang menganggap sepele dosa, bahkan dosa yang sangat menyedihkan ini adalah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Kelima, orang yang tidak memiliki hati yang sungguh-sungguh untuk mengemban tugas suci dari Tuhan, yaitu misalnya menjaga kekudusan dan menuruti firman Tuhan, bukanlah orang yang telah bertobat.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah dating.” (II Korintus 5:17)

Kata ciptaan baru di sini dalam bahasa aslinya adalah ‘ktisis’ yang berarti ‘creation’ atau sejajar dengan kata ‘bara’ dalam bahasa Ibrani P.L. yang berarti ex nihillo, ‘dari tidak ada menjadi ada’. Paulus ingin menjelaskan bahwa arti ‘ciptaan baru’ adalah ciptaan yang benar-benar baru bukan ciptaan baru yang dibangun di atas manusia lama, karena manusia lama telah mati dalam kematian Kristus ketika kita percaya. Oleh sebab itu, jika Anda adalah ciptaan baru, orang yang telah sungguh-sungguh bertobat, Anda tidak akan sejahtera hidup dalam dosa. Kehidupan dosa adalah karakter dan esensi manusia lama, bukan manusia baru. Oleh sebab itu, orang yang tidak menjaga kekudusan dan menuruti Firman Tuhan, bukanlah ciptaan baru. Ia bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat.

Salah satu ciri yang nyata bagi orang yang telah diselamatkan adalah ingin agar orang lain juga diselamatkan. Jika Anda tidak memiliki kerinduan hati agar orang lain diselamatkan, saya ragu apakah Anda benar-benar telah bertobat. John Newton sebelum bertobat adalah seorang penjahat. Ia adalah seorang pedagang budak. Namun setelah bertemu dengan Yesus, ia mengalami perubahan yang luar biasa. Ia menjadi ‘ciptaan baru’. Ia meninggalkan pekerjaannya dan menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, menjadi hamba Tuhan. Ia menggembalakan jemaat di sebuah kota kecil. Pertobatannya menuntunnya kepada suatu perubahan hidup yang luar biasa. Menjauhi dosa dan melayani Tuhan dengan semangat dan kerinduannya agar setiap orang boleh memperoleh kasih karunia keselamatan yang begitu besar terlukis dari lagu yang diciptakannya yang telah memberkati banyak orang di seluruh dunia, yaitu Amazing Grace! How Sweet the Sound yang digubahnya pada tahun 1779.

Sangat besar anugerahNya, yang t’lah kualami!

Sesat Aku dulu kala, S’lamatlah ku kini

Oleh anugerah hilanglah, segala takutku

Betapa indah anugerah, memb’ri berkat restu

Sering bahaya dan jerat, mengancam hidupku

Oleh anugerah ku s’lamat, ke sorga ku tuju

Di rumah Bapa yang baka, T’rang bagai sang surya

Sejuta tahun ku di sana, tak habis ku puja!

(Amazing Grace, terjemahan LLB Sangat Besar Anug’rahNya)

Keenam, orang yang mengasihi apa yang ia miliki di dunia ini lebih dari kasihnya kepada Kristus bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, jualah segala milikimu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga.” (Matius 19:21-23)

Orang muda yang kaya ini tidak dapat masuk sorga bukan oleh karena ia kaya dan juga bukan oleh karena ia tidak mau menjual hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin. Ia tidak dapat masuk sorga karena ketika diperhadapkan pada pilihan, antara mengikut Yesus atau mempertahankan hartanya, ia memilih untuk mempertahankan harta miliknya. Orang yang lebih mengasihi apa yang ia miliki di dunia ini lebih daripada kasihnya kepada Kristus, ia bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat dan tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Sorga.

Di sini saya tidak bermaksud supaya Anda semua menjual seluruh harta yang Anda sekalian miliki dan memberikannya kepada gereja atau kepada orang-orang miskin untuk menunjukkan bahwa Anda telah bertobat – walaupun jika Anda lakukan itu baik – namun di sini saya mau menegaskan, jika Anda diperhadapkan pada pilihan untuk memilh harta dunia atau memilih Kristus, apakah Anda dapat melepaskan harta dunia dan memilih mengikut Kristus? Jika Anda lebih memilih harta dunia, maka Anda sama seperti orang muda yang kaya dalam Matius 19:16-26, Anda belum sungguh-sungguh bertobat. Anda tidak layak untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga, lebih sulit dari “seekor unta masuk lobang jarum” (Matius 19:24).

Apakah Bukti Bahwa Anda Sudah Bertobat?

Sambil membandingkan dengan bukti-bukti bagian kedua di atas, marilah kita melihat empat bukti yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar sudah bertobat. Bahasa asli Alkitab, bahasa Yunani memiliki beberapa kata dan pengertian yang dalam untuk kata “bertobat” ini. Bahasa Yunani ‘epistrepho’ yang dalam Alkitab bahasa Inggris KJV diterjemahkan dengan kata “conversion” atau ‘konversi” memiliki arti “to turn around and towards” atau “ berpaling atau berbalik dan ke arah”. Richard Baxter menjelaskan dari kata ini menunjukkan bahwa ada dua sisi pertobatan, yaitu di satu sisi berarti berpaling dari dosa dan di sisi lain mengubah menjadi arah kepada Kristus. (Dr. R.L. Hymers, Jr., A Puritan Speaks to Our Dying Nation, hal. 50). Kata kedua dari kosakata Yunani Alkitab untuk bertobat adalah ‘metanoia’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “repentance’ yang berarti ‘to undergo a change in frame of mind and felling’ dan ‘to make a change of principle and practice’ atau ‘reform’ (Wesley J. Perchbacher, The New Analitycal Greek Lexicon, hal. 272) atau secara sederhana ini berarti ‘suatu perubahan kerangka pikiran dan perasaan, perubahan prinsip dan praktek hidup, atau kembali ke bentuk semula, yaitu bentuk manusia sebelum jatuh ke dalam dosa’. Richard Baxter menjelaskan bahwa ini “menunjukkan perubahan pikiran – dari mengasihi dosa kepada mengasihi Kristus, dan membenci dosa.” (hal. 50). Kata ketiga adalah ‘palingenesia’ yang sering diterjemahkan dengan kata ‘regenartion’ atau ‘kelahiran kembali’, yang memiliki kemiripan makna dengan kata ‘metanoia’ namun sedikit berbeda, karena kata ini lebih mengacu ‘perubahan’ dalam pengertian ‘lahir kembali’, yaitu perubahan dari ‘manusia lama’ menjadi ‘manusia baru’. Dan kata keempat adalah ‘hagiasmos’ yang juga bisa berarti ‘conversion’ dan ‘sanctification’. Kata ini mengacu kepada kedalaman kasih untuk Tuhan, dan kesucian hidup yang keluar dari kasihnya kepada Tuhan itu.

Dari studi kata di atas, cukuplah jelas bagi kita apa arti dari sebuah ‘pertobatan sejati itu’.  Dan apakah sifat atau natur pertobatan itu. Richard Baxter memberikan empat ‘nature of conversion’ atau sifat pertobatan, yaitu “change of mind, chage of heart, change of life dan change of affections.” Untuk melihat apakah Anda sudah sungguh-sungguh bertobat atau belum, Anda dapat memeriksa diri Anda dari keempat perubahan ini yang seharusnya terjadi pada diri Anda.

Pertama, Apakah Anda telah mangalami perubahan pikiran (change of mind). Ketika seseorang mengalami pertobatan, maka mata dan pikirannya terbuka untuk memahami kebenaran. Orang yang belum sungguh-sungguh bertobat akan meragukan kebenaran Injil Kristus yang menyelamatkan. Mungkin mereka pernah mendengar, namun tidak mengerti, karena hatinya telah dibutakan oleh Iblis.

Alkitab berkata,

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (II Korintus 4:3-4)

Orang yang belum sungguh-sungguh bertobat tidak memiliki perhatian yang serius terhadap kebenaran Injil. Yang menjadi perhatian utama dalam hidupnya adalah hal-hal duniawi. Mereka tidak merasa perlu serius mendengarkan khotbah atau membaca Alkitab, karena itu bukanlah yang utama dalam hidup mereka. Namun jika Anda sungguh-sungguh bertobat ada perubahan pikiran dalam diri Anda, yang mana jika dulu Anda tidak menggap khotbah atau firman Tuhan sebagai hal yang harus menjadi perhatian utama dan serius Anda, namun sekarang, setelah bertobat, Anda lebih serius memperhatikannya.

Perubahan pikiran juga berarti bahwa Anda bertobat atau berbalik dari ketidakpercayaan kepada iman yang sejati. Sebelum bertobat Anda adalah seorang peragu. Anda ragu terhadap janji-janji Tuhan, ragu terhadap Firman Tuhan, bahkan ragu terhadap keselamatan Anda sendiri. Namun setelah bertobat seharusnya Anda tidak ragu lagi akan semua itu. Anda hidup penuh dengan iman yang sejati kepada Allah dan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Sebelum bertobat Anda tidak merasa penting untuk menilai apakah pengajaran di gereja Anda selama ini benar atau salah. Namun jika Anda benar-benar bertobat, maka ada suatu perubahan pikiran. Anda akan berusaha mencari kebenaran dan bahkan berani menasehati, menegur, bahkan meninggalkan pengajar yang mengajarkan hal yang salah. Atau yang lebih baik mengajak diskusi pengajar Anda untuk bersama-sama kembali kepada kebenaran Alkitab

Kedua, Apakah Anda telah mengalami perubahan hati (change of hearts). Perubahan pikiran yang saya maksud di atas sama dengan perubahan perasaan (feeling). Dan perubahan hati (change of hearts) yang saya maksudkan di sini adalah perubahan kehendak (will). Perubahan pikiran mempersiapkan Anda untuk mengambil keputusan atau berkehendak (will). Ketika Anda bertobat, Anda bukan hanya sekedar tahu dan berpikir (change of mind) harus memiliki dan memanifestasikan kasih Kristus, namun Anda juga harus memiliki kerinduan yang dalam untuk melakukan itu (change of hearts).

Ketika seseorang diselamatkan Tuhan memberikan hati yang baru dan bahkan Yesus sendiri diam atau tinggal dalam hatinya. Seringkali orang Kristen salah berdoa kepada Tuhan. Misalnya ada orang Kristen yang berdoa, “Tuhan berikanlah kasihMu kepadaku!” Doa demikian menurut saya adalah doa yang salah. Dan saya percaya Tuhan akan menjawab doa Anda demikian, “AnakKu, jika engkau meminta kasihKu kepada Ku, Aku tidak dapat memberikan kepadamu, karena Aku tidak memiliki kasih.” Saudaraku! “God has not love” tetapi “God is love”. Allah tidak memiliki kasih, tetapi Dia adalah kasih. Jika Anda mau memiliki kasih, mintalah Yesus tinggal dalam hatimu, bertobat, maka Yesus yang adalah kasih itu menjadi sumber kasih, damai sejahtera yang terus mengalir dari hatimu ke dalam seluruh hidupmu yang tiada henti-hentinya. Inilah apa yang saya maksud dengan change of heart.

Ketiga, Apakah Anda telah mengalami perubahan hidup (change of life). Perubahan pikiran dan hati seringkali bersifat subyektif, karena tidak ada seorangpun yang dapat melihat dengan jelas isi hati dan pikiran seseorang. Ada pepatah, “Dalamnya lautan bisa diukur, namun siapa yang dapat mengukur dalamnya hati dan pikiran manusia?” Oleh sebab itu, bertobat bukan hanya berarti perubahan pikiran dan hati, tetapi juga perubahan hidup (change of life). Apa yang nampak dalam kehidupan sehari-hari dari orang yang telah bertobat seharusnya memancarkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Orang yang bisa ber-acting, pura-pura baik untuk dinilai orang sebagai orang yang telah bertobat saja belum tentu sudah benar-benar bertobat – seperti kemunafikan orang Farisi – apalagi yang dalam kehidupan sehari-harinya sama sekali tidak mencerminkan orang yang telah bertobat, mana mungkin memiliki hati yang sudah diubah, atau bertobat. Oleh sebab itu, Yesus berkata, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Keempat, Apakah Anda mencari kebahagian sorgawi lebih dari pada kebahagiaan duniawi (change of affection). Tanpa saya perlu mendorong Anda untuk mengasihi diri sendiri, Anda sudah melakukannya. Karena omong kosong kalau ada orang yang mengatakan tidak mengasihi dirinya sendiri. Untuk apa Anda bekerja? Karena Anda ingin mendapat uang untuk hidup. Bukankah ini mengasihi diri sendiri. Ketika manusia belum bertobat, ia mengasihi dirinya sendiri dan kesenangan duniawi. Namun setelah bertobat kasihnya kepada dunia beralih kepada Kristus. Ia akan mengasihi Kristus lebih dari apapun yang dapat diperoleh atau dimiliki di dunia ini. Firman Tuhan berkata, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Ia rela meninggalkan kesenangan dunia untuk melayani Tuhan.

Anda sekarang sudah tahu betapa pentingnya pertobatan sejati itu. Anda sekarang dapat menyelidiki hati Anda, apakah Anda sudah sungguh-sungguh bertobat. Karena saya telah memberikan ciri-ciri yang membuktikan bahwa seseorang belum bertobat. Anda harus memiliki change of mind, change of heart, change of life dan change of affection. Sudahkan ini Anda miliki? Jika belum, belumlah terlambat jika Anda mengambil keputusan sekarang untuk bertobat dengan sungguh-sungguh. Ini adalah keputusan yang paling penting dalam sepanjang hidup Anda. Jangan mengambil resiko untuk tidak melakukan ini jika Anda tahu dan seharusnya sekarang sudah tahu bahwa Anda bisa menghindari resiko mengerikan ini. Jangan memperjudikan jiwa Anda, karena Anda tidak tahu kapan pintu pertobatan masih terbuka bagi Anda. Mungkin pintu pertobatan sudah ditutup besok dan jika demikian Anda telah mengambil resiko yang sudah pasti membawa Anda ke Neraka, jika hari ini Anda tidak mau bertobat. Ingat kata-kata saya seturut dengan perkataan Richard Baxter, “Saya berkhotbah seakan tidak lagi bisa berkhotbah kepada Anda lagi. Seperti orang yang sebentar lagi mati, saya berkhotbah kepada Anda yang sebentar lagi mati!” Masuklah ke dalam Kerajaan Allah sekarang, selagi pintu masih terbuka lebar bagi Anda!


PENTINGNYA PERTOBATAN

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  – KJV (II Korintus 5:17).

Mulai sekarang Anda dapat melihat bahwa perobtan adalah perubahan yang luar biasa yang dibuat pada jiwa dan dalam hidup oleh anugerah pembaharuan kembali dari Kristus. Jika Anda tidak memiliki pertobatan yang mengubah Anda, Anda harus benar-benar mempertimbangkan apa yang Kristus katakan:

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Perkataan-perkataan dan kehidupan Anda menunjukkan kepada kita bahwa Anda belum bertobat. Apa yang membuat Anda hidup dalam damai? Bagaimana mungkin seseorang yang membaca ayat seperti ini (Matius 18:3) tidak terbangun dari perasaan amannya yang palsu? Menurut pengalaman saya, saya tahu bahwa banyak orang telah membaca ayat ini, tahu bahwa mereka belum bertobat, dan tetap tidak peduli akan hal ini seakan mereka tidak sedang menuju ke Neraka. Mengapa ini terjadi? Tidak usah diragukan lagi, ini karena mereka tidak sepenuhnya percaya kebenaran tentang apa yang telah saya katakan ini. Oleh sebab itu,

I.  Saya mau menunjukkan dari Firman Allah kebutuhan mutlak akan pertobatan.

Masih ada banyak bukti tentang kebutuhan Anda untuk bertobat selain dari teks kita ini:

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat…, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Kristus berkata kepada Nikodemus bahwa ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga kecuali ia dilahirkan kembali. Ini berarti bahwa sebagai anak kita menerima hidup baru, adalah ciptaan baru, dan seseuatu yang baru masuk ke dalam dunia, sehingga setiap orang yang mau diselamatkan akan memperoleh kehidupan rohani yang baru, dan masuk ke dalam anugerah, dan mulai kehidupan yang baru.

Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  – KJV (II Korintus 5:17).

Lihat dalam ayat ini ada kebutuhan dan sifat dari perubahan yang disyaratkan dalam pertobatan. Ini bukan hanya banyak orang yang membutuhkan pertobatan, tetapi setiap orang, “Jadi setiap orang….” Dan ia yang tidak di dalam Kristus, ia bukan orang Kristen, “Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus…:” Jika ia bukan orang Kristen, ia tidak dapat diselamatkan. Setiap orang Kristen sejati, ia adalah ciptaan baru dalam karakter dan hidupnya: “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Apa “yang lama” ini seperti yang telah saya jelaskan kepada Anda pada bab sebelumnya? Orang yang telah benar-benar bertobat tidak akan memiliki motif-motif yang Anda telah miliki sebelumnya. Anda akan memiliki harapan dan kebahagiaan yang baru, kasih yang bau, kerinduan yang baru, resolusi yang baru, cara hidup yang baru, dan tutur kata yang baru. Semuanya akan menjadi baru bagi Anda pada waktu Anda bertobat. Anda memiliki kovenan yang baru dengan Kristus, Guru yang baru, Kepala dan Tuhan yang beru, dan Anda akan menjadi anggota suatu komunitas yang baru, dan Anda akan masuk ke dalam kerajaan dan keluarga yang baru. Anda memiliki pekerjaan yang baru untuk dilakukan, kelompok teman-teman yang baru di gereja, pemikiran-pemikiran yang baru di dalam hatimu, dan cara tutur kata yang baru.

Pertobatan berarti meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru:

“… karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10).

Ketahuilah ini, bahwa”manusia lama” dari orang yang telah bertobat telah disalibkan bersama Kristus, sehingga sejak sekarang mereka tidak lagi melayani dosa – karena ia telah mati dan telah dibebaskan dari dosa (band Roma 6:4-7). Selanjutnya orang-orang yang telah bertobat melayani Tuhan dalam roh yang baru (Roma 7:6). Tetapi dalam kasus adanya beberapa keraguan dalam pikiran Anda, saya akan memberikan beberapa poin yang menunjukkan perlunya pertobatan.

1. Pertobatan adalah alasan utama Kristus datang kedalam dunia untuk memberikan, untuk membawa orang-orang berdosa yang jahat kepada Allah. Apakah Anda berpikir bahwa Kristus datang untuk melakukan seseuatu yang tidak perlu? Sama halnya penderitaan-Nya untuk membayar dosa-dosa kita, sehingga ajaran dan Roh-Nya perlu untuk pertobatan kita. Kita tidak dapat diselamatkan selain melalui pertobatan. Mungkinkah Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia dengan tujuan memanggil pulang orang-orang berdosa, jika mereka dapat diselamatkan tanpa melalui pertobatan? Tuhan Yesus adalah ahli fisika yang agung tentang jiwa. Ia datang bukan untuk menyembuhkan penyakit ringan yang dapat disembuhkan tanpa Dia. Ia datang untuk menyembuhkan kutuk dosa yang merusak, yang mana tidak ada yang dapat menyembuhkannya selain Dia. Tidak pernah ada di dalam pikiran Kristus bahwa Ia atang untuk menderita demi menebus dosa-dosa kita, dan kemudian membiarkan kita terus hidup di dalam dosa tanpa adanya suatu perubahan. Ia tidak pernah berpikir untuk membawa manusia ke sorga bersama dengan dosa-dosa mereka, tetapi ia membinasakan dosa-dosa mereka, karena itu tidak layak untuk masuk ke dalam sorga. Ia tidak pernah bermaksud untuk membawa Anda bersama penyakit (dosa) Anda ke dalam Sorga, tetapi sebelumnya Ia menyembuhkan penyakit Anda, karena jika tidak itu akan merusak Anda. Bukankah penghujatan yang lebih besar dari menentang Kristus adalah mempertemankan Dia dengan dosa yang sangat Ia benci? Bukankah penghujatan yang lebih besar adalah dengan membayangkan bahwa Kristus berdiri bersama Setan dan memperkuat kerajaan Setan —  yang mana misi sejati-Nya adalah justru untuk membinasakannya?

Selanjutnya, Kristus datang untuk mempertobatkan manusia, dan bukan untuk mengampuni siapapun tanpa pertobatan. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita,” bukan mengampuni dan menyelamatkan tanpa mempertobatkan kita, tetapi “untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:14). Dari ayat-ayat ini Anda dapat melihat bahwa pertobatan adalah kebutuhan mutlak jika Anda berharap untuk diselamatkan.

2. Pertobatan adalah hal yang paling utama di seluruh Alkitab, mempertobatkan manusia dari dosa dan memimpin kepada Tuhan, dan membangun mereka yang telah bertobat. Dan apakah Anda berpikir bahwa Tuhan mungkin menjadikan pertobatan sebagai topik utama dalam Firman-Nya jia ini tidak penting atau diperlukan? Jika seseorang dapat diselamatkan tanpa pertobatan, mengapa Tuhan menginspirasikan kepada para nabi dan rasul untuk menyampaikan Firman-Nya dengan tujuan mempertobatkan manusia dan membangun mereka yang telah bertobat? Haruskah Tuhan melakukan semua hal yang ada di dalam Alkitab untuk sesuatu yang tidak perlu atau penting? Inilah tujuan utama Firman Allah: “Taurat TUHAN itu sempurna, mempertobatkan jiwa” – KJV (Mazmur 19:7). Dan lagi bukankah Alkitab menyerukan kepada orang-orang berdosa untuk bertobat dan berbalik kepada Kristus? Ada ratusan ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa tujuan utama Kitab Suci adalah memimpin orang-orang berdosa datang kepada Kristus (band. Yehezkiel 33:11; Yesaya 31:6; 59:20-21; Yeremia 3:7; Amsal 1:23; Yoel 2:12-13; Yunus 3:8; Acts 3:19; dll).

3. Pertobatan adalah tugas panggilan para pelayan Injil, yaitu mempertobatkan manusia kepada Kristus. Mengapa Tuhan memanggil orang-orang untuk memberitakan pertobatan jika pertobatan itu tidak perlu atau tidak penting? Yohanes Pembaptis mulai mengkhotbahkan pertobatan. Kristus mengikuti jejaknya, yaitu mengkhotbahkan tentang pertobatan yang sama (Lukas 13:3-5). Rasul-rasul mengikuti-Nya, yaitu mengkhotbahkan berita pertobatan yang sama, yang mana tanpa pertobatan tidak ada keselamatan (Kis. 2:38; 8:22). Mereka menjelaskan kepada kita, “Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kisah 17:30). Pekerjaan Paulus adalah untuk menunjukkan kepada manusia bahwa mereka “mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kisah Rasul 26:20). Dan “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa…” (Kisah 26:18). Substansi dari khotbah Paulus adalah, “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kisah Rasul 20:21). Setiap pelayan Injil harus “dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya” (II Timotius 2:25-26). Jadi, tugas utama seorang pengkhotbah adalah mempertobatkan manusia kepada Kristus.

4. Orang Kristen harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan. Akankah Allah mengatakan kepada kita tentang ini jika ada cara lain untuk memperoleh keselamatan? “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:3). Yakobus berkata, “Jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” (Yakobus 5:19-20)

Perhatikanlah semua ini, dan putuskan apapun itu Allah tidak akan mengutus jemaat-Nya untuk memberitakan berita pertobatan kepada orang berdosa, jika memang ada cara lain untuk menyelamatkan mereka. Mungkinkah Kristus sendiri datang untuk mempertobatkan manusia jika mereka tidak memerlukan itu? Mungkinkan Firman Tuhan, Alkitab, telah memberikan alasan ini – yaitu mempertobatkan manusia? Mungkinkah para nabi dan para rasul serta para pemberita Injil diutus untuk menyampaikan berita pertobatan? Mungkinkah ini menjadi tugas setiap orang Kristen untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan pertobatan, jika ada cara lainnya untuk diselamatkan tanpa pertobatan?

Oleh sebab itu, saya meminta Anda percaya bahwa Anda perlu untuk bertobat dan ini adalah kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat lagi. Biarkanlah ada kepercayaan kokoh di dalam hati Anda bahwa tidak ada pengharapan keselamatan tanpa pertobatan sejati.

II.   Saya akan memberikan beberapa alasan mengapa seseorang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga jika ia tidak bertobat.

1. Jika tidak ada lain selain Firman Allah, yaitu Alkiyab, yang menjadi satu-satunya alasan, ini seharusnya sudah cukup. Sorga adalah milik Tuhan, dan Ia dapat memberikian itu kepada siapa saya yang Ia inginkan. Dan Ia menjelaskan kepada kita di dalam Firman-Nya bahwa Ia akan memberikan itu tidak kepada siapapun selain kepada orang yang telah bertobat.

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat…. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3).

Apakah Anda menolak doktrin ini, bahwa tidak ada seorangpun yang akan diselamatkan kecuali ia mau bertobat? Jika demikian apakah Anda berpikir bahwa Allah yang salah. Apakah Anda berpikir bahwa Anda lebih bijaksana dari pada Dia? Apakah And berpikir Ia tidak tahu apa yang sedang Ia lakukan? Akankah Anda menuduh Dia berlaku tidak adil? Perasaan bersalah dari orang berdosa seperti Anda, yang telah melakukan banyak pelanggaran terhadap Tuhan yang telah menciptakan Anda, dan yang telah menolak anugerah-Nya yang mau menyelamatkan Anda, tidak seharusnya berani membuka mulut Anda menentang Tuhan, dan berkata kepada Dia, setelah semua ini, bahwa jika Ia menghami Anda berarti Dia bukan penyayang.

Saya mau mengatakan kepada Anda tentang agama saya. Saya pecaya semua yang Allah firmankan dalam Alkitab adalah benar, apakah aku sepenuhnya memahami atau tidak. Saya telah menemukan bahwa tidak ada yang lebih baik atau lebih pasti untuk menjadi dasar atau fondasi agama selain ini. Ketika Tuhan berkata kepada saya dalam Firman-Nya bahwa tidak ada manusia yang akan diselamatkan kecuali ia mau bertobat, saya setuju dengan Dia dalam Firman-Nya itu. Saya akan menggunakan Firman Tuhan untuk menghadapi semua akal di dunia ini.  Jika Anda berkata ini adalah sesuatu yang terlalu keras atau berat untuk percaya bahwa sangat sedikit yang akan diselamatkan, dan bahwa Anda tidak dapat mempercayai Tuhan yang harus bertindak keras seperti ini, untuk melawan semua argumentasi Anda saya akan mengutip Firman Allah. Allah telah mengatakan itu, dan mungkinkah Ia tidak melakukannya?

2. Alasan kedua bahwa tidak seorangpun dapat masuk kerajaan sorga tanpa bertobat adalah dari natur pemerintahan Allah. Apakah Anda ingin Allah memberikan upah kepada orang-orang yang melayani Setan? Apakah Anda ingin Allah berkata, pada hari Penghakiman Akhir, “Masuklah, orang berdosa. Kamu telah hidup untuk Iblis di sepanjang hidupmu, dan hanya memikirkan hal-hal duniawi saja. Kamu telah merendahkan Aku dan gereja-Ku. Tetapi sekarang masuklah – masuklah ke dalam Sorga.” Wahai manusia berdosa, jika kasih terhadap diri sendiri tidak membutakan engkau, Anda akan melihat bahwa ini akan menjadi keputusan yang tidak layak bagi himat dan kebenaran Tuhan. Apakah Anda berpikir Ia harus memberikan upah kepada hamba-hamba Setan? “Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kejadian 18:25). Dan apakah itu adil, jika memberikan kepada setiap orang yang tidak berhak menerimanya?

3. Tetapi lebih lanjut, pertimbangkan ini. natur suci Allah tidak akan mengijinkan jiwa yang tidak suci masuk ke dalam hadirat-Nya. “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta” (Wahyu 21:27). Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan” (Habakuk 1:13). “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan” (Mazmur 5:4,5; 11:5, 7). “Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar” (Mazmur 1:5). “Orang fasik dan semua bangsa yang melupakan Tuhan akan dikirim ke Neraka” (Mazmur 9:8, 16, 17). Apakah Anda memiliki alasan lebih baik? Ada oposisi antara natur Allah dan orang yang tidak bertobat. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” II Korintus 6:14).

Anda harus kudus seperti Tuhan atau Tuhan menjadi najis seperti Anda – atau Anda tidak akan dapat hidup bersama dengan Dia di Sorga.  Tuhan tidak dapat menjadi najis, karena itu sangat bertentangan dengan nature-Nya. Kalau demikian berarti Anda yang harus menjadi kudus dalam pemandangan Dia, melalui imputasi kebenaran Kristus, yang Asnda terima pada saat bertobat. Karena alasan ini, hanya orang-orang yang telah bertobat yang dapat hidup bersama Tuhan di Sorga. Jika Anda mau berbalik kepada Kristus Anda akan diijinkan masuk ke Sorga. Tetapi jangan pernah mengharapkan Tuhan menjadi penuh dengan dosa seperti Anda

4. Di sini ada alasan lain bahwa hanya orang yang telah bertobat yang dapat masuk ke Sorga. Allah menawarkan keselamatan kepada mereka sepanjang hidup mereka, namun mereka menolaknya. Allah membuat cara yang mudah bagi mereka untuk memperoleh keselamatan, namun mereka menolaknya. Mereka dapat memiliki Kristus dan pengampunan, dan kesucian dan kebahagiaan, jika mereka mau itu, tetapi mereka telah menolak semua itu. Allah memberikan pilihan hidup dan mati kepada mereka dan meminta mereka untuk memilih hidup bahwa mereka harus hidup (Ulangan 30:19). Namun mereka lebih memilih kematian. Tuhan memanggil para pengkhotbah-Nya untuk terus menyampaikan itu kepada mereka (II Timotius 4:2), dan “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Ia bahkan menjelaskan kepada para pelayan Tuhan untuk “undanglah mereka untuk masuk” (Matius 22;9; Lukas 14:23). Namun mereka tetap tidak mau datang juga. Beberapa orang mencari alasan untuk memaapkan diri sendiri mengapa tidak mau bertobat. Yang lainnya tidak memperhatikan khotbah kami ini dengan serius. Yang lain lagi bahkan menentang dan menyerang khotbah seperti ini.

Berat bagi saya untuk mengatakan bahwa saya harus bersaksi melawan ribuan orang yang berada dalam kondisi seperti ini [tidak bertobat]. Wahai manusia berdosa, saya bersaksi kepada Anda hari ini, bahwa Tuhan dan para malaikan dan semua orang akan tahu bahwa jika Anda pasti masuk Neraka karena Anda tidak mau diselamatkan. Ini bukanlah karena Allah kejam kepada Anda, namun karena Anda kejam terhadap diri Anda sendiri. Ini akan terbukti benar di akhir hidup Anda.

5. Jika semua alasan bahwa Allah tidak mengijinkan orang yang belum bertobat masuk ke dalam kerajaan Sorga ini masih tidak memuaskan Anda, saya mau memberikan satu alasan lagi – ini hal yang imposibel. Ini adalah hal yang kontradiksi. Dosa adalah yang membuat sakit dan mematikan jiwa, dan pertobatan dan kesucian adalah yang menghidupkan jiwa. Hanya orang bodoh yang mau mencoba untuk membuat manusia yang mati menjadi hidup.  Ini adalah kontradiksi dan imposibeliti yang luar4 biasa jika manusia dapat diselamatkan tanpa harus bertobat. Kita harus diselamatkan dari apa, selain dari dosa dan Neraka? Dan tidak ada keselamatan dari Neraka tanpa diselamatkan dari dosa. “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN AFEKSI

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu….” (Roma 8:8-9).

Dalam bab kelima ini kita telah melihat empat perubahan yang  terjadi dalam hati orang yang bertobat. Dalam bab ini saya akan menjelaskan perubahan yang lain di dalam hati, yaitu perubahan afeksi, atau perasaan-perasaan, di dalam hati orang yang telah mengalami pertobatan sejati.

 

1. Perasaan pertama yang berubah adalah kasih dan kebencian. Sebelum pertobatan hati seseorang tidak mengasihi hal-hal rohani. Ia tidak mengasihi kesucian batiniah atau kesucian hidup. Ia tidak mengasihi orang-orang suci. Ia tidak mengasihi Allah Sendiri, karena Allah adalah kudus. Sesungguhnya, hati yang belum bertobat memiliki kebencian batiniah terhadap Allah dan jalan-jalan-Nya. Bagaimanapun juga, orang yang belum bertobat biasanya menipu dirinya sendiri bahwa ia tidak tahu kondisi dirinya yang seperti ini.

Hati orang yang belum bertobat, dari pada mengasihi hal-hal tentang Allah, sebaliknya, mereka mengasihi kesenangan duniawi, dan kehormatan duniawi, karena hatinya hanya menyukai semua hal itu (Roma 8:5).

Namun pada saat bertobat kasih Anda akan berubah menjadi kebencian. Ini membuat Anda mengasihi Allah yang kudus dan umat kudus-Nya dan cara hidup mereka, yang sebelumnya Anda benci, dan ini juga membuat Anda membenci dosa-dosa yang begitu Anda kasihi di masa lalu. Pertobatan mengubah kasih dan kebencian Anda.

Bukti bahwa ini adalah benar dalam pertobatan yang nyata dapat dilihat dalam ayat berikut ini:

“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37).

“Yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN”  (Mazmur15:4).

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (I Yohanes 3:14).

Orang-orang yang tidak bertobat membenci terang, karena terang menelanjangi dosa-dosanya. Namun sekarang ketika mereka bertobat ia justru mengasihi terang itu (Yohanes 3:19-20). Di sisi lain, tindakan-tindakan yang pernah mereka lakukan, sekarang ia membencinya (Roma 7:15). Ya, mereka bahkan membenci pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa (Yudas 23). Ini berarti bahwa mereka sekarang membenci segala sesuatu yang menyebabkan kehidupan yang tidak senonoh.

2. Dua afeksi kedua yang berubah adalah keinginan dan kebencian, apa yang Anda sukai dan apa yang Anda tidak sukai. Antara mengasihi dan membenci ini sudah sangat jelas – jadi saya tidak perlu berbicara banyak tentang semua ini. Keinginan orang-orang yang belum bertobat adalah hal-hal yang sensual/nafsu, itulah yang mereka sukai. Mereka tidak pernah dapat merasa cukup tentang semua hal ini. Orang yang tamak tidak akan pernah merasa cukup seberapapun banyaknya uangnya. Orang ambisius tidak akan pernah merasa cukup dengan gengsi yang telah ia capai. Orang-orang yang hanya memikirkan hal-hal yang sensual tidak akan pernah dapat dipuaskan. Secara menyeluruh hidup mereka menginginkan hal-hal kedagingan (Roma 13;14), dan memenuhi keinginan-keinginannya (Efesus 2:3).

Namun berhubungan dengan Allah, dan gereja, dan Sorga mereka tidak pernah tertarik. Mereka secara alami menentang semua hal itu, dan hanya memikirkan kesenangan mereka sendiri. Ini lah yang menyebabkan mereka menolak semua usaha kita untuk menyelamatkan mereka. Jika seseorang berusaha membuat mereka berpikir tentang hal-hal rohani, ada sesuatu yang ada di dalam diri mereka yang menentang itu, sehingga mereka tidak akan memperhatikan atau tidak akan mau bertobat.

Inilah alasannya mengapa pekerjaan kita sebagai hamba Tuhan begitu sulit. Seandainya mereka membutuhkan Kristus lebih dari pada kesombongan duniawi, maka mereka akan cepat atau mudah untuk bertobat!

Namun ketika anugerah pertobatan datang, itu akan mengubah semua keinginannya. Ketika anugerah yang mempertobatkan itu datang kepada Anda, itu akan membuat jiwa Anda haus akan Yesus. Kemudian Anda akan mencoba untuk berseru seperti Daud, “Jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus” (Mazmur 143:6). Kemudian kerinduan jiwa Anda akan menjadi bagi Kristus. Anda akan melihat bahwa Dia lebih Anda inginkan dari pada, emas (Mazmur 19:10).

Sebelumnya, Anda menginkan banyak hal, dan semuanya tidak ada yang dapat memuaskan Anda. Sekarang Anda hanya merindukan satu hal – yaitu Yesus – dan Anda akan sepenuhnya dipuaskan di dalam Dia (Mazmur 27:4; 73:25).

3. Dua afeksi berikutnya yang berubah pada saat bertobat adalah sukacita dan dukacita. Orang-orang yang belum bertobat secara alami tidak menemukan suka cita di dalam Tuhan dan hal-hal rohani. “Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya” (Amsal 18:2). Hanyalah  kesenangan nafsu yang mereka inginkan (Titus 3:3), dan “menikmati kesenangan dari dosa” dan itu adalah keinginan terbesar mereka (Ibrani 11:25). Mereka hidup dalam kesenangan duniawi sehingga membuat mereka menjadi gemuk pada hari pembantaian (Yakobus 5:5). Mereka tidak hanya melakukan kejahatan, namun juga menikmati ada bersama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan (Roma 1:32). “Pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan” (Amsal 1:22). 

Namun ketika anugerah yang mempertobatkan itu datang, Ia akan memberikan keinginan-keinginan yang baru kepada Anda yang belum pernah Anda miliki sebelumnya. Kemudian hal-hal yang sebelumnya Anda sukai menjadi nampak tidak menarik bagi Anda. Allah sendiri yang akan menjadi sukacita Anda (Mazmur 40:8). Pada hari Minggu Anda akan bersukacita beribadah kepada Dia di gereja. Ini tidak akan menjadi beban bagi Anda, karena Anda akan menyukainya ketika Anda bertobat.

Orang jahat berpikir bahwa mereka tidak  akan pernah menikmati hari yang menyenangkan lagi jika mereka menjadi orang Kristen, namun sebenarnya mereka justru akan lebih bersukacita jika mereka mau bertobat dari pada ketika ia belum bertobat! Sukacita yang dimiliki oleh orang-orang Kristen sejati di dalam Tuhan lebih dari segala sesuatu yang mereka nikmati sebelumnya.

Memang ada dukacita sejati setelah seseorang bertobat. Namun ini tidak sama seperti dukacita sebelum bertobat. The same is true of the sorrow of the converted. It is not the same as it was before conversion. It once caused them great pain to lose any pleasure, or to be wronged, or to suffer disgrace from people, or the loss of something, or bodily pain. They were truly the way Satan falsely accused Job of being. If you touched or took away anything from them they would have cursed God. But the lost state of their souls did not bother them at all. They were far more concerned about a small thing in this world than about their everlasting souls.

Namun secara sempurna ini berbeda ketika pertobatan itu datang. Mereka sekarang akan menangis karena dosa-dosa mereka, dan menangis karena kejahatan-kejahatan mereka di mata Tuhan. Sebelumnya mereka tidak tidak menangis karena dosa-dosa mereka, namun setelah bertobat ia menangis karena dosa-dosa mereka. Sebelumnya mereka tidak berdukacita kehilangan Sorga, namun sekarang mereka sangat berdukacita kerena dosa yang mereka perbuat di dunia ini.

4. Afeksi selanjutnya yang diubah dalam pertobatan adalah pengharapan dan keputusasaan.  Sebelum bertobat pikiran orang-orang yang masih terhilang dipenuhi dengan pengharapn-pengharapan palsu, atau mereka jatuh ke dalam keputusasaan. Pengharapan dari orang yang belum bertobat adalah melawan Alkitab; mereka menunjukkan khayalan jiwa mereka sendiri, dan mereka melangkah menuju kebinasaan dalam kekekalan.

Sama seperti seseorang sedang membayangkan bahwa ia sedang pergi ke London, namun pada kenyataannya menuju ke arah yang berlawanan, begitu juga orang-orang ini pada umumnya berharap akan masuk ke Sorga sementara mereka sedang dalam perjalanan menuju Neraka. Walaupun Tuhan telah menjelaskan kepada mereka bahwa mereka tidak akan memiliki damai sejahtera jika mereka terus melanjutkan perjalanan mereka di jalan ini (Yesaya 59:8), dan telah dijamin bahwa tidak akan ada damai sejahtera karena kejahatan ini (Yesaya 57:21; 48:22), namun mereka tidak percaya kepada Tuhan; mereka tetap pergi dengan berharap menemukan damai sejahtera dengan menghidupi kehidupan yang jahat. Pengharapan-pengharapan yang menyesatkan ini menyebabkan kutukan kekal bagi berjuta-juta orang, seperti yang secara terus menerus dikatakan oleh Alkitab kepada kita.

Namun ketika anugerah pertobatan itu datang, mendobrak pintu harapan-harapan palsu dari orang-orang berdosa, dan membuat mereka melihat betapa mereka selama ini telah ditipu oleh Setan. Ini membuat seseorang melihat bahwa semua hal yang ia dulu percaya dalam pengharapan-pengharapn palsu mereka tidak dapat menyelamatkan mereka.

Ketika Anda dibangunkan oleh anugerah pertobatan maka Anda akan berkata, “Saya pernah berharap dapat pergi ke Sorga tanpa pertobatan, namun sekarang saya melihat bahwa itu tidak mungkin dapat terjadi. Saya telah berpikir bahwa saya bisa menjadi cukup baik. Namun sekarang saya sadar bahwa saya menipu diri saya sendiri. Saya pernah berharap dapat diselamatkan oleh Kristus, melalui saya mengasihi dunia dan dosa-dosa saya. Namun sekarang saya melihat bahwa saya adalah orang buta yang bodoh. Saya pernah berpikir bahwa saya akan diselamatkan ketika saya mati, namun sekarang saya melihat bahwa saya akan terhilang untuk selama-lamanya.”

Ketika Anda pertama kali dibangunkan Anda akan dibawa ke dalam kondisi keputusasaan bahwa Anda tidak pernah dapat masuk Sorga tanpa pertobatan. Anda akan menyadari bahwa Anda tidak pernah dapat diselamatkan jika Anda tetap memelihara pikiran seperti yang pernah Anda lakukan atau pertahankan.

Dan kemudian datanglah suatu pengharapan yang baru yang belum pernah Anda miliki sebelumnya. Sekarang Anda mengarahkan pengharapan-pengharapan Anda kepada Allah dan Kristus. Sekarang pengharapan Anda dibangun di atas Kitab Suci dan Yesus Kristus, hanya kepada Dia! Pengharapan Anda akan dibangun, bukan di atas apapun selain di atas Darah Kristus dan kebenaran-Nya!

5. Perubahan selanjutnya dalam afeksi adalah antara keberanian dan ketakutan. Dosa-dosa orang yang belum bertobat begitu besar namun mereka tidak takut akan murka Allah dan api neraka. Orang-orang miskin rohani yang buta ini begitu berani, dalam kejahatan mereka, mereka berani melakukan dosa ketika orang-orang yang sudah bertobat tidak berani melakukannya. Mereka berani mengabaikan ibadah, minum-minum, mengucapkan kata-kata kotor, hidup ditengah-tengah kumpulan orang berdosa, dan tidak takut kepada Tuhan. Mereka berani mengambil resiko untuk menerima murka Allah dan Neraka itu sendiri. Jika Anda membicarakan tentang hal-hal ini kepada mereka itu tidak akan ada efek apa-apa terhadap mereka. Dalam keberanian mereka yang naïf, mereka berani membinasakn jiwa mereka sendiri. Seperti orang sakit jiwa yang berani melompat ke dalam air dan menenggelamkan dirinya sendiri, atau seorang buta yang berani turun ke ladang ranjau, karena ia tidak dapat melihat bahaya yang begitu besar, ini adalah semacam keberanian bodoh yang dimiliki oleh orang-orang yang masih terhilang.

Namun untuk melakukan apa yang benar, mereka sangat dikenal sebagai penakut. Mereka tidak berani menghadapi penderitaan yang sangat kecil untuk mencegah penderitaan kekal nantinya. Mereka suka mengolok-olok orang lain karena orang itu Kristen dan rajin ke gereja. Namun mereka tidak sadar sama sekali bila Allah membenci mereka. Orang yang belum bertobat tidak berani berdiri menghadapi ejekan dari keluarga dan teman-teman mereka yang masih terhilang, yang adalah musuh terlemah bagi kekristenan. Namun mereka justru mengambil resiko menerima kutukan Neraka setiap hari. Ini yang umumnya ada di antara orang-orang yang belum bertobat.

Namun ketika anugerah pertobatan itu datang, Anda akan memiliki afeksi yang sebaliknya. Kemudian Anda akan menjadi takut kepada Tuhan dan murka-Nya, dan berani menghadapi tentangan dari keluarga dan teman-teman yang masih terhilang. Anda akan berpikir bahwa keberanian menghadapi murka Allah itu adalah pikiran orang sakit jiwa, dan bukan keberanian. Tidak ada seorangpun yang dapat berdiri melawan seluruh kemahakuasaan Allah, jika Ia menghukum Anda. Oleh sebab itu, di dalam pertobatan, seseorang meletakkan dirinya sendiri di bawah kaki Tuhan dan berkata, “Tuhan, apa yang harus kauperbuat?” (Kisah 9:6). Ini adalah alasannya mengapa orang-orang yang bertobat datang kepada Kristus dengan gemetar (Kisah 16:29; 9:6). Alkitab berkata, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (Mazmur 111:10; Amsal 1:7; 9:10). Sekarang, dalam pertobatan, Anda tidak akan takut lagi melakukan apa yang sebelumnya Anda takuti. Dulu Anda suka menipu orang Kristen lain, namun sekarang Anda tidak berani melakukannya lagi. Dulu Anda melakukan dosa-dosa tersembunyi, karena tidak ada orang lain yang melihatnya, namun sekarang Anda tidak akan berani melakukannya lagi karena Anda takut kepada Tuhan yang lebih besar dari segala sesuatu. Sekarang jika Anda menghadapi pencobaan untuk berbuat dosa, Anda berpikir, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:9). “Karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan” (Amsal 16:60. Ini adalah hasil dari pertobatan yaitu membawa orang-orang berdosa untuk takut akan Tuhan.

Ketika Anda bertobat Anda akan memiliki sedikit kekwatiran karena ancaman manusia, kerugian duniawi, atau berdiri di jalan menuju Sorga! Orang yang benar-benar telah bertobat memiliki sangat sedikit sekali ketakutan akan hal-hal ini. Di sini, di mana ketika orang-orang terhilang paling ketakutan, di situlah orang yang telah bertobat paling berani. Orang yang telah bertobat akan berkata, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku” (Mazmur 118:6). “Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:11). “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka. Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan” (Yesaya 51:7, 8).

Ketika Tuhan mengubah orang-orang pada saat pertobatan, Dia menjadikan mereka tentara di bawah bendera Kristus, dan menetapkan mereka untuk berperang melawan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa – yang dimaksud adalah iblis yang berkuasa di dunia ini. Oleh sebab itu Tuhan memberikan keberanian kepada orang-orang yang telah bertobat. Alasan mengapa kita melihat begitu sedikit orang-orang pemberani di gereja pada saat ini adalah karena hanya sedikit di antara mereka yang benar-benar telah bertobat. Yakinkan diri Anda bahwa Anda adalah salah satu dari sejumlah kecil itu!

“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Luke 12:32).

6. The next passion which changes in conversion is anger. This is a single passion and has no opposite. Before conversion, people are angry with those who confront them with their sins. If you speak to those who are lost against their beloved sins, they become very angry with you, as if you did them some deadly harm. You cannot speak to them very softly about their sins, without them taking great offence, as if you were out to disgrace and destroy them! When we do only half our duty as ministers, those whom we tell are lost are highly offended at us, as if we did too much. When I consider what Heaven and Hell are, that one of them will be at the end of every person’s life, my conscience tells me that I should be very earnest with lost sinners, and take no excuse from them, until they turn to Jesus Christ in full conversion. They will say you are too zealous and too narrow if you do that. But aren’t those the same things the Pharisees thought about Jesus Christ? Christ Himself is an offence to the ungodly world (I Peter 2:8; Romans 9:33). No wonder then if we who are converted to Christ also offend them. They will bear a secret grudge in their minds against a Christian who troubles them in their sins. “Anger resteth in the bosom of fools” (Ecclesiastes 7:9).

If you came in with a light and caught a thief or an adulterer, he would be offended. So are most wicked people when a minister points out their sins.

But when converting grace comes you will have a change of heart. You will then thank the preacher you were angry with. You will not love anyone more than you love the person who cared for your soul. A special love to those who were the means of your conversion will remain in your heart forever. You will be like an insane man who fought with his doctor, and treats those who try to cure him as if they came to kill him. But when he returns to his right mind, he will thank the doctors with all his heart. A sinner, before his conversion, is angry with those who try to help him – but when God turns his heart he will deeply love the faithful reprover.

When you are converted, your anger will turn away from others and will be turned against yourself. You were never so angry at the preacher for reproving you as you are now at yourself, for sinning against God. There is in every converted person a great anger or indignation against himself because of his sin. Then you will say, “I have sinned greatly” (II Samuel 24:10). Paul himself says he was insane! “Exceedingly mad against” the Christians before his conversion (Acts 26:11). And of himself and some other people, he said, “We ourselves also were sometimes foolish, disobedient, deceived, serving divers lusts and pleasures, living in malice and envy, hateful, and hating one another” (Titus 3:3). So you see that converted people are angry with themselves for their sinfulness. Therefore every converted sinner hates himself for his iniquity. This is why a real convert easily denies himself, while a false convert will not. False converts fall back into nominal Christianity because they have never been brought to hate themselves and their sinfulness. They have been forgiven little, so they love little (Luke 7:47). They easily, therefore, fall back into sin and nominal Christianity, because their conversion was false in the first place (Luke 8:13-14).

7. The last change in the affections made by converting grace is in the area of man’s content and discontent. Before you are converted, you are discontented if you do not have worldly pleasure. It is the things of this world that lost people find satisfaction and happiness in. But as for spiritual and heavenly things – they can do just as well without them.

But conversion changes the heart also on these things. For when you are converted, you will be satisfied with any state of life as long as you can have communion with God. A lost person is troubled and restless if his friends, or his house, or his health or something else in this world is not just right. He is discontented because it is on this earth that he looks for contentment. Therefore he is troubled when he misses earthly joys.

A true convert, on the other hand, is troubled on this deep level more by spiritual things than physical. If God hides His face, if the Spirit appears to withdraw, if there is trouble between him and a brother in the church, he is deeply pained and troubled. Nothing will make him feel better until these things are resolved. He is like a child who will not be quieted by anything except that which it cries for. So, the true Christian is not content with anything in the world except Christ Himself. The true convert is content with what he has because God has promised that He will never leave him nor forsake him (Hebrews 13:5).

Now, the Bible says:

“Except ye be converted, and become as little children, ye shall not enter into the kingdom of heaven” (Matthew 18:3).

This does not mean that children are sinless, or free from the threat of Hell. This is what Christ means in the verse:

1. At conversion you begin anew, like a child. You begin your life anew – born again! You begin a new life when you are converted, as a child has a new life to live.

2. At conversion you become as a little child in humility and in seeking small things. Children do not think of heaping up wealth or of becoming independent and free of responsibility. Their minds are too simple for these things, and so will your mind be when you are converted. It is as impossible to become a true Christian without humility as it is for a house to stand without a foundation.


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN HIDUP

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10)

Saya telah menunjukkan kepada Anda pekerjaan pertobatan di dalam pikiran dan hati. Hal berikutnya akan menunjukkan kepada Anda perubahan yang dibuatnya dalam hidup Anda. Ia tidak membuat kita menjadi ciptaan baru untuk tidak melakukan apa-apa, atau terus menyalani Setan. Ia membuat Anda manusia baru untuk pekerjaan baru –untuk melayani Tuhan (band  I Tesalonika 1: 19). “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Anda hanya membual belaka jika berkata telah bertobat namun cara hidup Anda masih sama dengan sebelumnya. Baik Tuhan atau pun manusia tidak akan mempercayai Anda, walaupun Anda mungkin bisa menipu diri Anda sendiri. Sejak hati baru menghasilkan kehidupan baru, marilah kita berpikir tentang kehidupan baru itu.

1. Perubahan pertama dari perubahan hidup adalah menyangkut kontrak yang dibuat antara orang yang telah bertobat dengan Kristus. Apa yang telah terjadi di dalam hati, sekarang diucapkan dengan mulut Anda. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Hati yang telah bertobat akan menghasilkan lidah yang telah bertobta; itu akan memimpin Anda bersaksi tentang pertobatan Anda baik kepada Tuhan maupun kepada orang lain.

Sebelumnya mungkin Anda hidup dalam kemunafikan, yang segera terlihat belang Anda karena ketidaktulusan hati Anda, namun pertobatan membawa Anda masuk ke dalam kontrak yang sejati dan kekal dengan Yesus Kristus.

Sebelum pertobatannya, walaupun Kristus telah menawarkan ribuan kali kepadanya, orang berdosa yang bidih tidak menanggapi Injil itu dengan serius, dan tidak akan datang kepada Yesus untuk memperoleh hidup (band Yohanes 5:4). Namun ketika ia ditarik oleh Bapa, ia akan bersukacita untuk bersatu dengan Kristus. Ketika ini terjadi Anda akan dinikahkan dengan Kristus – dalam persekutuan dengan Dia.

Sudahkah Anda dibawa pada titik ini? Sudahkah Anda menerima Kristus sebagaimana Ia tawarkan kepada Anda? Sudahkah Anda menyerahkan hidup Anda kepada Dia? Pertobatan akan membawa Anda ke dalam persetujuan ini, kontrak ini, dengan Kristus. Kontrak ini adalah keseluruhan dasar perubahan Anda. Ini dijelaskan dalam perkataan ini: “Persatuan antara Kristus dan Anda.” Persatuan dengan Dia ini akan menyebabkan Anda secara terbuka mengakui Kristus kepada dunia. Anda akan sungguh-sungguh mau membiarkan mereka mengetahui bahwa Anda dalam persetujuan (agreement) dengan Kristus dan bukan dengan mereka.

Dalam kontrak yang sama Anda meninggalkan semua pesaing kepada Kristus. Sebelumnya, Anda melayani tuan-tuan yang lain. Namun sekarang Anda memahami bahwa ini tidak bisa lagi seperti itu. Anda tidak bisa melayani Tuhan dan mammon, Roh dan kedagingan. Kristus dan Setan saling berlawanan seperti terang dan gelap (Kisah 26:18; II Timotius 2:25-26). Itulah tujuan Kristus untuk membebaskan manusia dari tawanan Setan dan dosa. Tuhan mengajar bahwa orang berdosa tidak mungkin dapat memiliki hubungan dengan Tuhan: Ia harus memilih Setan atau Kristus. Tetap hidup dalam dosa atau mau pergi ke Sorga.

Ketika orang berdosa meninggalkan dosa, berpaling dari dunia dan menuju kepada Kristus sebagai satu-satunya Juruselamatnya, ia telah pindah ke dalam pertobatan. Ini adalah tindakan menghancurkan setiap akar dosa, namun secara khusus bahwa semua dosa telah ditinggalkan dibelakangnya – yaitu mengasihi diri sendiri dan mencari diri sendiri. Setiap orang yang belum bertobat hidup untuk dirinya sendiri dan mencari hal-hal yang menyenangkan dirinya sendiri. Keinginan kedagingan ini adalah musuh terbesar yang Kristus harus    tundukan dalam pertobatan. Ini adalah berhala terbesar di dalam diri setiap orang yang belum bertobat, yang harus dihancurkan – atau tidak akan ada keselamatan, jika tidak menghancurkannya.

Natur yang sangat jelas dari pertobatan adalah berpaling dari diri sendiri kepada Kristus. Oleh sebab itu, berpaling dari dosa kepada Kristus adalah hal yang sangat penting yang orang-orang berdosa harus cari manakala mereka ingin dipertobatkan.

Banyak orang telah menyimpang terlalu jauh, dan nampak memiliki dosa yang harus ditinggalkan dan kemudian datang kepada Kristus, yang telah mempermalukan orang yang menyimpang di akhir zaman ini karena orang itu belum pernah dengan sepenuhnya menyangkal diri sendiri pada saat pertobatan.

Dengan tetap tinggal dalam keinginan kedagingan yang memimpin sebagian orang kepada nafsu yang penuh dosa, sebagin orang hidup penuh dengan ambisi, dan yang lain jatuh kembali ke dalam kepedulian terhadap hal-hal duniawi, dan dengan demikian membuktikan bahwa mereka belum bertobat pada akhirnya. Oleh sebab itu Anda harus  mengakhiri mengasihi diri sendiri dalam pertobatan yang riil. Ketika cinta kepada diri sendiri ditinggalkan pada saat bertobat, tiga tuan besar dosa ditundukkan: yaitu kesombongan, ketamakan, dan nafsu. Pembinasaan tiga dosa ini adalah bagian dari pekerjaan pertobatan. Dan separuh yang lain memimpin kepada Yesus Kristus secara penuh.

2. Ketika orang berdosa membuat kontrak seperti ini dengan Tuhan, hal berikutnya yang harus ia lakukan adalah dengan sungguh-sungguh berpaling dari dosa yang telah ia tinggalkan. Jika tidak berarti ia telah membuat janji palsu kepada Tuhan, dan ini tidak akan menghasilkan apa-apa dalam pertobatan. Sebelum pertobatan semua janji yang dibuat begitu lemah dan semua itu akan cepat berlalu dan hati dari orang-orang seperti ini gampang sekali berubah. Namun ketika mereka bertobat, mereka menjadi orang-orang yang memelihara perkataan mereka, dan menepati apa yang mereka katakan.

Oh betapa perubahan itu nampak secara tiba-tiba dalam hidup orang-orang itu ketika Allah secara penuh melakukan pekerjaan-Nya. Saya tahu pekerjaan di dalam hati ini adalah pekerjaan terbesar. Ini merefleksi di dalam kehidupan. Banyak orang seringkali menjadi sangat terkejut ketika mereka melihat perubahan yang luar biasa dari kehidupan orang berdosa yang telah bertobat.

Mereka tidak tahu bagaimana Tuhan telah bekerja di dalam hatinya dan mengubahnya. Mereka tidak tahu tentang peprangan dalam rohnya antara Kristus dan kedagingannya. Oleh sebab itu, sejak mereka tidak melihat penyebab dari dalam (inner cause), perubahan  hidup yang nampak di luar nampak luar biasa bagi mereka.

Ini adalah suatu mujizat untuk melihat efek-efek dari kuasa Kristus, dan betapa perubahan secara tiba-tiba dalam pertobatan itu sering terjadi.

Ambil contoh orang yang hanya sedikit mengalami konviksi dan bertobat secara setengah-setengah. Lihat betapa lama itu akan membuatnya berubah atau diperbaharui. Jika ia melakukan dosa, ia tidak akan segera meninggalkannya. Ia kadang-kadang menghindari dosa, seolah-olah ia telah diperbaharui, dan akdang-kadang ia jatuh kembali, karena ia belum sungguh-sungguh telah diubah. Namun ketika ia sungguh-sungguh telah bertobat Anda akan melihat dia meninggalkan dosa-dosanya dengan segera. Ia akan menjauhkan diri dari hal-hal yang dulu ia sukai yaitu hidup dalam dosa.

Orang munafik, di sisi lain, mungkin bisa membuat pengakuan dosa yang kelihatannya sungguh-sungguh, namun ia tidak akan benar-benar melemparkan dosanya keluar.  Secara tersembunyi ia memperlakukan dosanya sebagai teman, walaupun secara terbuka menyatakan sebagai musuh. Ia tidak akan sungguh-sungguh meninggalkannya, dan melemparkannya keluar dan tidak akan pernah membiarkannya kembali. Oh betapa manisnya yang ia lakukan untuk menutupi pikiran-pikiran tersembunyinya, ketika ia menunjukkan kepada orang lain suatu ketenangan dan wajah tak berdosanya.

Sebelum bertobat kita tidak dapat menyadarkan orang-orang berdosa untuk berhenti dari pelanggaran-pelanggaran mereka. Kita tidak dapat meminta mereka untuk berhenti mabuk-mabukan, atau ketamakan mereka, atau kehidupan mereka yang kotor, atau sumpah serapah mereka. Kadang-kadang, mereka akan berhenti, dan kemundian mereka melakukannya kembali. Kadang-kadang mereka mengalami konviksi dan berhenti sejenak. Namun ketika ketakutannya hilang, Anda akan melihat bahwa mereka tidak pernah mengalami perubahan hati. Mereka akan mengasihi dosa mereka bahkan  lebih lagi ketika mereka kembali lagi kepadanya.

Namun pertobatan membuat kita memusuhi dosa untuk selama-lamanya. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan dosa sebelumnya, praktek-praktek ketamakan, perkataan-perkataan yang kasar dan tindakan-tindakan kesombongan, seperti Sara mengusir Hagar dan Ismael keluar dari rumahnya, dan tidak akan menerima mereka kembali.

Ketika pengkhotbah berbicara kepada orang yang belum bertobat pahitnya dosa dan penghakiman karena dosa, orang-orang berdosa tidak begitu mempedulikan apa yang ia telah dengar. Oleh sebab itu ia ke dalam cara hidupnya yang lama. Namun ketika anugerah pertobatan dating, itu akan membuat orang-orang itu merasakan pahitnya dosa bagi mereka sendiri. Kemudian mereka akan berpaling dari dosa itu.

Anugerah membawa terang dari Tuhan yang menunjukkan kepada orang berdosa apa yang ia tidak lihat sebelumnya – bagaimana ia telah membawa sekumpulan ular di dalam kemejanya, dan bermain-main dengan mereka di bibir jurang Neraka. Ketika mereka melihat ini, mereka merasa itu adalah waktu untuk mengambil jalan yang lain.

Banyak kali dalam Alkitab Anda melihat suatu perubahan semacam ini dalam pertobatan sejati. Dalam Kisah Rasul 9 Anda menemukan Paulus berhenti menganiaya dan tidak pernah menganiaya lagi. Dalam Titus 3:3-5 kita memiliki uraian yang tepat tentang perubahan hidup ini yang terjadi bersama dengan pertobatan sejati:

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:3-5).

Tidak ada orang yang hidup dalam cara hidup lamanya yang penuh dosa yang dapat dikatakan bahwa ia telah diselamatkan, sekalipun mungkin ia telah menyatakan memiliki perubahan hati.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (I Korintus 6:9-11).

Di sini Anda melihat bahwa pertobatan sejati membuat perubahan yang dapat mendatangkan hasil yang baik dalam kehidupan. Anda yang dulu, tidak sama dengan Anda yang sekarang.

Ketika Tuhan menekankan pertobatan umat-Nya, Ia berkata berhubungan dengan dosa-dosanya yang lalu, “Engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!” (Yesaya 30:22). Dengan kebencian, orang berdosa yang telah bertobat akan berkata, ‘Keluarlah. Bersama engkau aku telah menderita dan akan terhilang untuk selama-lamanya. Bersama engkau aku telah bersalah kepada Tuhan, dan oleh sebab itu keluarlah dari padaku! Keluarlah! Keluarlah dari padaku!”

Deskripsi pertobatan ini diberikan dalam Kitab Yehezkiel:

“Dan Aku berkata kepada mereka: Biarlah setiap orang membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. Tetapi mereka memberontak terhadap Aku dan tidak mau mendengar kepada-Ku; setiap orang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat, dan tidak meninggalkan berhala-berhala Mesir. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di tengah-tengah tanah Mesir” (Yehezkiel 20:7-8).

Dan dalam Roma, kita diberikan deskripsi yang serupa tentang pertobatan:

“Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati” (Roma 13:12-13).

Yesaya berkata hal yang sama:

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:16-17).

Dan lagi, nabi ini berkata:

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (Yesaya 55:6-7).

Lebih dari seratus bagian Kitab Suci yang seperti ini yang dapat dikutip, semunya menunjukkan bahwa tidak ada pertobatan hati yang sejati jika dosa dari hidupmua tidak diusir keluar.

Anda dapat mengetahui sekalipun dosa-dosa dari hidup Anda adalah bukti dari hati yang belum bertobat dengan satu tes ini: di dalam setiap orang yang telah bertobat, keinginan utama dari hatinya adalah melawan dosa, dan keinginan utama hatinya adalah membinasakan dosa itu. Namun dalam diri orang yang masih terhilang tidaklah demikian.

Kemudian, jiwa yang telah bertobat memiliki pekerjaan baru untuk dilakukan. Ia mengarahkan hatinya kepada goal yang beru. Anda akan mulai berdoa dengan cara yang benar. Anda juga akan memiliki cara tutur kata yang baru, sejak Anda memiliki hati yang baru, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Matius 12:34).