SPURGEON’S TEXT

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi!”  (Yesaya 45:22).

Saya memberi tema khotbah ini “Ayat Spurgeon” karena ayat ini adalah ayat yang dikhotbahkan kepadanya ketika ia diselamatkan pada umur 15 tahun. Ia langsung mulai mengajar Sekolah Minggu dan berkhotbah sejak saat itu. Enam tahun kemudian, ketika ia berumur 21 tahun, ia berkhotbah kepada ribuan orang, dan banyak suratkabar memberikan julukan kepadanya “pengkhotbah muda.”

Bukan hanya ia diselamatkan ketika mendengar satu khotbah yang didasarkan pada ayat kita ini, ia juga mengutip ayat ini berulang kali bahkan sampai tak terhitung ia telah mengutipnya ketika ia berkhotbah dari ayat-ayat lain. Dalam 63 volume dari kumpulan khotbah-khotbahnya ada tiga khotbah di mana ayat ini menjadi teks utama – dengan tema secara berurutan, “Kedaulatan dan Keselamatan” (Sovereignty and Salvation) “Hidup Karena Memandang” (Life for a Look) dan “Hidup dari Memandang” (The Life-Look). Dalam khotbahnya yang berjudul “The Life-Look” Spurgeon berkata,

Sekitar dua puluh enam tahun yang lalu – dua puluh enam tahun yang lalu persis pada hari Kamis – saat saya memandang kepada Tuhan [Yesus], dan menemukan keselamatan, melalui ayat ini. Anda telah sering mendengar saya menceritakan bagaimana saya telah… berusaha mencari keselamatan, dan tidak menemukan apapun, sampai seorang pengkhotbah awam yang sederhana [yang tidak memiliki latar belakang pendidikan] berdiri di mimbar Primitive Methodists, dan menyampaikan ayat ini sebagai teksnya: “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi.” Ia tidak banyak berkata-kata, terimakasih Tuhan, karena telah memaksa dia untuk terus mengulang-ulang ayat ini, dan tidak ada hal lain yang diperlukan – bagi saya – kecuali ayatnya ini. Saya ingat bagaimana ia berkata, “Ini adalah Kristus yang sedang berbicara.” ‘Aku ada di taman (Getsemani) dalam kesengsaraan, mencurahkan jiwa-Ku sampai mati; Aku [disalibkan], mati untuk orang-orang berdosa; pandanglah Aku! Pandanglah Aku!’ Hanya itulah yang saya lakukan. Seorang anak dapat memandang. Betapapun lemah, atau betapapun miskin, seseorang bisa, ia dapat memandang; dan jika ia memandang, janji itu adalah bahwa ia akan [diselamatkan].” Kemudian, berhenti, ia menunjuk ke arah di mana saya sedang duduk…. Dan ia berkata, “Anak muda yang duduk di sana kelihatan sangat menyedihkan.” Saya berpikir demikianlah keadaan saya, karena itulah apa yang saya sedang rasakan. Kemudian ia berkata, “Tidak ada pengharapan bagi kamu, anak muda, atau kesempatan untuk membuang dosa-dosamu, selain dengan memandang kepada Yesus;” dan ia berseru, sebagaimana saya berpikir hanya orang-orang Primitive Methodist yang dapat, “Pandanglah! Pandanglah anak muda! Pandanglah sekarang!” Dan saya memandang… saya menemukan [diri saya diselamatkan dari dosa] pada saat itu juga dengan memandang kepada Yesus (C. H. Spurgeon, “The Life-Look,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, vol. 50, Pilgrim Publications, 1978 reprint, hlm. 37).

Nyanyian lama yang Mr. Griffith baru nyanyikan membuat ini jelas siapakah “Anak Domba Allah” itu. Yesus adalah “Anak Domba Allah, yang telah menanggung dosa dunia” (Yohanes 1:29). “Pandanglah Anak Domba Allah.” Nyanyikan lagu ini!

Lihatlah Anak Domba Allah, Lihatlah Anak Domba Allah,
Karena hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu, Lihatlah Anak Domba Allah.
(“Look to the Lamb of God” by H. G. Jackson, 1838-1914).

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi” (Yesaya 45:22).

I. Pertama, Anda harus memandang Yesus, Pribadi Kedua dari Trinitas.

Teks kita berkata, “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan…” Kata “berpalinglah” [dalam KJV “look”] memiliki arti yang sama dengan “datanglah.” Anda seharusnya tidak memandang kepada Allah Bapa, atau datang kepada-Nya, dalam keadaan Anda yang penuh dosa. Mengapa tidak? Karena “TUHAN, Allahmu, adalah api yang menghanguskan, Allah yang cemburu” (Ulangan 4:24). Perjanjian Baru mengatakan hal yang sama, “Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan” (Ibrani 12:29). Jika Anda datang kepada Allah dalam keadaan Anda yang belum diselamatkan Anda akan dihanguskan dalam api murka-Nya. Apa yang terjadi pada Nadab dan Abihu akan terjadi pada Anda!

“Maka keluarlah api dari hadapan TUHAN, lalu menghanguskan keduanya, sehingga mati di hadapan TUHAN” (Imamat 10:2).

Anda seharusnya tidak memandang kepada Roh Kudus, atau datang kepada-Nya, karena Ia tidak memiliki darah untuk menyucikan dosa-dosa Anda! Pekerjaan Roh Kudus adalah menginsafkan Anda akan dosa dari ketidak-percayaan kepada Yesus. Yesus mengatakan ini tentang Roh Kudus,

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa… karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yohanes 16:8-9).

Tidak, tidak – jangan memandang kepada Roh Kudus! Anda harus memandang, dan datang kepada Juruselamat yang telah disalibkan, yang sekarang telah naik ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah di tempat Kemuliaan! Pandanglah Yesus, Anak Domba Allah. Hanya Dia yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa! Datanglah kepada Dia! Pandanglah Dia! Anda tidak dapat benar-benar datang kepada seseorang tanpa terlebih dahulu memandang dia, bukankah benar demikian?

Pandanglah pada Yesus, O pandang wajah-Nya mulia;
Isi dunia menjadi suram, Oleh sinar kemuliaan-Nya.
(“Turn Your Eyes Upon Jesus” oleh Helen Howard Lemmel, 1863-1961/
(“Terjemahan Nyanyian Pujian No. 144).

Pandanglah dan hidup, saudaraku, hidup!
(“Pandanglah Yesus sekarang dan hidup;
Ini yang tercatat dalam Firman-Nya, Haleluya!
(“Satu-satunya hal yang engkau harus lakukan adalah memandang dan hidup.
(“Look and Live” oleh William A. Ogden, 1841-1897).

Nyanyikan ini kembali!

Lihatlah Anak Domba Allah, Lihatlah Anak Domba Allah,
Karena hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu, Lihatlah Anak Domba Allah.
(“Look to the Lamb of God” oleh H. G. Jackson, 1838-1914).

Ada satu lagi tempat yang seharusnya tidak Anda pandang. Anda seharusnya tidak memandang diri Anda sendiri. Itu adalah apa yang dilakukan Spurgeon sebelum hari pertobatannya. Ia berusaha memiliki “perasaan” yang benar – dari pada memandang, dan datang kepada Kristus sendiri. Ia terus membaca buku Doddridge yang berjudul “Rise and Progress of Religion in the Soul” dan buku Baxter yang berjudul “Call to the Unconverted.” Spurgeon berkata, “Saya tidak menemukan kesalahan dengan buku [mereka]; saya memuji mereka, namun saya menemukan kesalahan dalam diri saya sendiri karena memperlakukan [buku] mereka itu dengan sangat buruk.” Spurgeon berkata, “Ketika saya membaca berulangkali, dan berusaha untuk merasakan apa yang orang-orang baik itu katakan, ada yang menusuk saya” (Spurgeon, ibid., hlm. 41). Spurgeon muda “berusaha untuk merasakan” apa yang Doddridge dan Baxter rasakan. Itu tidak ada gunanya. Yesus tidak ditemukan dalam perasaan dan emosi kita.

Minggu lalu dua gadis Katolik yang datang ke gereja ini berkata kepada deaken kita, Dr. Cagan, bahwa mereka berpikir kalau mereka diselamatkan karena mereka telah merasakan dukacita dan menangis. Mereka memandang kepada perasaan dukacita mereka sendiri. Mereka menekankan Yesus, namun Yesus bukan hal utama yang mereka bicarakan. Hal utama yang mereka pandang dan bicarakan adalah dukacita mereka sendiri. Saya sedang menjelaskan kepada Anda pagi ini bahwa sekedar perasaan dukacita tidak pernah dapat menyelamatkan Anda! Tidak akan pernah! Tidak akan pernah! Tidak akan pernah! Pre-inkarnasi Kristus berkata,

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan…” (Yesaya 45:22).

Datanglah kepada Yesus Kristus sendiri! Buanglah perasaan dan emosi Anda! Pandanglah Yesus! Percayalah kepada Yesus! Datanglah kepada Yesus! Berpalinglah dari perasaan Anda sendiri kepada sang Juruselamat yang telah bangkit! Yesus berkata,

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan…” (Yesaya 45:22).

“Lihatlah Anak Domba Allah.” Nyanyikan ini kembali!

Lihatlah Anak Domba Allah, Lihatlah Anak Domba Allah,
Karena hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu, Lihatlah Anak Domba Allah.

II. Kedua, Anda harus menginginkan Yesus untuk menyelamatkan Anda dari dosa.

Yesus berkata, “Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya” (Yohanes 12:47). Lagi, Yesus berkata, “Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). Dan pra-inkarnasi Yesus berkata,

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan…” (Yesaya 45:22).

Rasul Paulus berkata, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15). Yesus telah mati di atas kayu Salib untuk membayar dosa Anda! Yesus bangkit dari antara orang mati untuk membebaskan Anda dari dosa! Yesus telah mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan Anda dari dosa! Dosa. Dosa. Dosa. “Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan” – dari dosa! Jika Anda tidak berpikir tentang dosa Anda, maka Yesus tidak berarti apa-apa bagi Anda. Yesus datang, dan mati, dan bangkit untuk menyelamatkan Anda dari dosa. Jika Anda tidak melihat dosa Anda, Anda tidak akan memandang kepada Yesus dan diselamatkan.

Seorang wanita muda lainnya berbicara dengan Dr. Cagan pada hari Minggu yang lalu. Ia berkata bahwa ia berpikir kalau ia telah diselamatkan karena “ketertekanan berat” telah diambil dari dalam hatinya. Saudariku yang terkasih, Yesus tidak mati di kayu Salib untuk mengambil “ketertekanan berat” dari hati Anda! Itu ungkapan omong kosong! Saya berkata bahwa saya peduli dengan jiwa Anda!

Beberapa menit kemudian, wanita muda yang sama ini berkata kepada Dr. Cagan bahwa ia telah diselamatkan karena ia telah melihat “seberkas cahaya dan tahu bahwa itu adalah Yesus.” Bukankah itu suatu penipuan diri? Bagaimana ia tahu bahwa “seberkas cahaya” itu adalah Yesus? Alkitab berkata, “Iblispun menyamar sebagai malaikat Terang” (II Korintus 11:14). Bagaimana ia tahu itu adalah Yesus? Bagaimana ia tahu bahwa itu bukan Setan? Saya berkata kepada Anda sesuatu lagi, “ketertekanan yang diambil dari hati Anda” dan melihat “cahaya” tidak akan menyelesaikan dosa! Kematian Kristus yang menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa Anda tidak ada artinya bagi dia. Darah Kristus yang dicurahkan untuk menyucikan Anda dari segala dosa tidak ada artinya bagi dia. Yesus bukanlah pusat bagi dia. Yesus tidak penting bagi dia.

Kapanpun kita mendengar seseorang berkata bahwa mereka telah diselamatkan, kami ingin tahu apakah ada pengampunan dosa. Kita ingin tahu apakah Darah Kristus ada menyucikan dosa. Apa yang disebut “kesaksian” seringkali hanyalah kebodohan belaka! Yesus berkata,

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan…” (Yesaya 45:22).

“Lihatlah Anak Domba Allah.” Nyanyikan ini kembali!

Lihatlah Anak Domba Allah, Lihatlah Anak Domba Allah,
Karena hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu, Lihatlah Anak Domba Allah.

III. Ketiga, Anda harus merasa bahwa tiada ada yang lain selain Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa.

Anda harus merasakan apa yang Joseph Hart pernah rasakan ketika ia berkata,

Tiada lain selain Yesus, tiada lain selain Yesus,
Dapat melakukan kebaikan bagi orang berdosa tak berpengharapan.
(“Come, Ye Sinners” oleh Joseph Hart, 1712-1768).

Tiada lain selain Yesus! Tiada lain selain Yesus – yang dapat melakukan kebaikan bagi orang-orang berdosa yang tak memiliki pengharapan!

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi” (Yesaya 45:22).

Ayat ini tidak mengajarkan faham universalisme, bahwa setiap orang akan diselamatkan pada akhirnya. Jauh dari pemikiran seperti itu! Ini berarti bahwa orang-orang pilihan Allah, dalam semua bangsa, akan memandang Yesus, Pribadi Kedua dari Trinitas, dan diselamatkan, karena teks ini diakhiri dengan perkataan ini, “Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.”

Spurgeon sering mengutip Markus 16:16. Ia mengkhotbahkan ayat itu dalam satu khotbah yang disampaikan pada kebaktian Minggu malam, pada tanggal 13 Oktober, 2889 (MTP, Number 2,339). Markus 16:16 diakhiri dengan perkataan ini, “Siapa yang tidak percaya akan dihukum.” Jika Anda menolak untuk memandang Yesus, dan datang kepada Yesus, percaya kepada Yesus, Anda akan dihukum di Neraka untuk selama-lamanya. Saya meminta Anda, pada pagi ini juga, untuk memandang Yesus, datang kepada Yesus, percaya di dalam Yesus. “Tidak ada yang lain selain Yesus, yang dapat melakukan hal yang baik bagi orang-orang berdosa yang tidak berpengharapan.” Tidak ada yang lain selain Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari penghukuman kekal karena dosa Anda. “Lihatlah Anak Domba Allah.” Mari kita menyanyikan ini sekali lagi!

Lihatlah Anak Domba Allah, Lihatlah Anak Domba Allah,
Karena hanya Dia yang dapat menyelamatkanmu, Lihatlah Anak Domba Allah.

“Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan.”
(Yesaya 45:22).

“Tidak ada yang lain selain Yesus, tidak ada yang lain selain Yesus, yang dapat melakukan hal baik bagi orang-orang berdosa yang tak berpengharapan.” Mari kita membuka himne nomer 7 pada lembaran lagu Anda. Mari kita berdiri dan menyanyikannya.

Datanglah, kamu orang berdosa, miskin dan hina, Lemah dan terluka, sakit dan mendrita;
Yesus telah berdiri untuk menyelamatkanmu, Penuh kasih dan kuasa;
Ia sanggup, Ia sanggup, Ia mau; jangan ragu lagi!
Ia sanggup, Ia sanggup, Ia mau; jangan ragu lagi!

Lihatlah! Allah yang menjelma, naik, Membela pengorbanan darah-Nya;
Datanglah kepadanya, dengan segenap hatimu, Jangan biarkan kepercayaan lain menganggu;
Tiada lain selain Yesus, Tiada lain selain Yesus, Dapat menolong orang berdosa tanpa pengharapan
Tiada lain selain Yesus, Tiada lain selain Yesus, Dapat menolong orang berdosa tanpa pengharapan
(“Come, Ye Sinners” oleh Joseph Hart, 1712-1768).

Comments are closed.