THE TOPIC MOST MODERN PREACHERS AVOID!

Kita hidup di zaman yang aneh – aneh baik secara politik, ekonomi, maupun spiritual. Di Amerika dan Eropa, tidak ada yang lebih aneh dari pada topik-topik yang kita dengar dari mimbar gereja-gereja new-evanglikal dan fundamental hari ini. Ada studi Alkitab tentang pernikahan, studi Alkitab tentang bagaimana berpacaran, studi Alkitab tentang membesarkan anak, studi Alkitab tentang menanggulangi depresi, studi Alkitab tentang bagaimana untuk berhasil dalam kehidupan Kristen, studi Alkitab tentang bagaimana mengalami kemakmuran secara finansial, studi Alkitab tentang bagaimana membesarkan anak-anak Kristen (?), studi Alkitab kitab demi kitab dari Alkitab, dan studi Alkitab pasal demi pasal dari Alkitab. Subyek-subyek ini telah dibicarakan kembali oleh banyak pengkhotbah, karena selama begitu banyak dekade, banyak pendeta berpikir adalah normal untuk mengajarkan topik-topik tersebut tahun demi tahun!

Namun saya berkata bahwa banyak khotbah di gereja-gereja kita tidak berdasar, kacau balau, tidak fokus dan, karena kebanyakan, tidak menolong seorangpunhanya kumpulan kata-kata yang campur aduk untuk mengisi tiga puluh menit waktu kosong di Minggu pagi!

Jadi, itu adalah tugas yang sangat serius yang saya sedang lakukan untuk menentang khotbah “modern” di gereja-gereja kita hari ini. Namun saya disiapkan untuk mempertahankan itu – dari pengalaman pribadi, dan dari Perjanjian Baru.

Mari kita membuka Kitab Kisah Para Rasul. Di mana dalam Kitab Para Rasul ada beberapa catatan khotbah tentang topik-topik yang saya daftarkan di atas? Saya tidak menemukan satu catatan khotbah tentang pernikahan, juga tentang bagaimana berpacaran, juga tentang bagaimana membesarkan anak, juga tentang bagaimana menanggulangi depresi, juga tentang bagaimana berhasil “di dalam kehidupan Kristen” (atau kehidupan bagaimanapun!), juga tentang bagaimana menjadi makmur secara finansial, juga tentang bagaimana membesarkan “anak-anak Kristen (?)”, juga tentang membahas kitab per kitab dari Alkitab, atau pasal per pasal dari Alkitab, atau eksposisi ayat per ayat dari Alkitab! Tak satu pun dari topik-topik tersebut adalah khotbah-khotbah para Rasul, yang tercatat dalam Kitab Kisah Para Rasul! Jadi, jika saya salah, tolong koreksi saya! Silahkan tulis surat kepada saya di P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Tolong koreksi saya, dan sadarkan saya dari catatan khotbah-khotbah dalam Kitab Kisah Para Rasul, jika saya salah. Jika saya tidak mendengar komentar Anda, saya berarti benar untuk mengatakan apa yang baru saja Anda dengar – khotbah di gereja-gereja kita adalah salah, kacau, membingungkan, tidak membantu apa-apa, dan kebanyakan hanya buang-buang waktu saja! Mengapa? Karena khotbah-khotbah itu tidak berdasar, tidak fokus pada subyek yang Allah inginkan menjadi pusat pemberitaan kita!

Ketika jemaat kita pergi liburan, dan menghadiri gereja-gereja yang percaya Alkitab lainnya, mereka sering pulang dalam ketidak-puasan. Sekali lagi, mereka telah mendengar “studi Alkitab” motivasional. Sekali lagi, mereka gagal mendengar khotbah tentang subyek yang para pengkhotbah modern hindari bagai wabah. Oh, para pengkhotbah modern ini biasanya mengatakan satu atau dua kata yang membingungkan, namun mereka tidak pernah mengkhotbahkan khotbah-khotbah secara menyeluruh tentang itu! Apakah topik yang mereka hindari ini? Dan mengapa mereka menghindarinya? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini diberikan dalam khotbah ini.

Namun saya belum memberikan satu ayat pun kepada Anda sebagai dasar khotbah ini! Marilah kita berdiri dan membaca ayat ini. Yaitu dari I Korintus 1:23, enam kata pertama dari I Korintus 1:23. Mari kita membaca enam kata pertama dari ayat ini dengan lantang.

“Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan”  (I Korintus 1:23).

Mereka tidak memberitakan Kristus yang disalibkan! Jika mereka melakukannya, tolong katakan kepada saya kapan ini dilakukan, dan siapa yang melakukannya! Saya berkata mereka tidak memberitakan Kristus yang disalibkan. Namun apapun yang mereka khotbahkan, di zaman penyesatan ini, kita tidak harus mengikuti contoh mereka! Kita harus dan selalu berdiri bersama dengan Rasul Paulus dan berkata,

“Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan”  (I Korintus 1:23).

Mari pagi ini kita melihat ayat ini kata per kata, karena ini memberikan jantung dari berita utama Perjanjian Baru.

“Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan”  (I Korintus 1:23).

I. Pertama, “Tetapi kami.”

Rasul menjelaskan kepada kita bahwa ada orang-orang yang berfokus pada subyek-subyek yang berbeda. Ada orang-orang yang menuntut “suatu tanda” (I Korintus 1:22a). Mereka berkata, “Musa melakukan mujizat. Perlihatkanlah kepada kami mujizat-mujizat itu, maka kami akan percaya.” Mereka adalah para penganut agama Yahudi, yang berbicara tentang sunat dan mengagung-agungkan ritus-ritus Perjanjian Lama dan hari-hari raya keagamaan. Mereka mengajar Alkitab atas namanya sendiri, dan menganggap Perjanjian Lama lebih tinggi dari Perjanjian Baru. Namun Spurgeon berkata bahwa Rasul Paulus diperhadapkan dengan mereka dengan berkata, “Apapun yang orang lain lakukan, kami memberitakan Kristus yang disalibkan; kami tidak berani, kami tidak dapat, dan kami tidak akan mengubah subyek besar utama dari khotbah kami, Yesus Kristus, dan Dia yang disalibkan” (C. H. Spurgeon, “Preaching Christ Crucified,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1979 reprint, volume LVI, p. 480).

Kemudian, Rasul Paulus menjelaskan kepada kita bahwa ada orang lain yang mencari “hikmat” (I Korintus 1:22b). Mereka berbicara tentang subyek-subyek yang akan memberikan hikmat kepada para pendengarnya tentang bagaimana hidup, dan bagaimana menjadi makmur, dan bagamana caranya memiliki hidup yang lebih baik. Spurgeon berkata bahwa ada banyak hamba Tuhan yang memberikan “suguhan intelektual. Ya, dan saya biasanya menemukan itu seperti suguhan intelektual yang memimpin kepada kehancuran jiwa-jiwa; itu bukanlah jenis khotbah tentang bagaimana Allah memberkati dengan memberikan keselamatan bagi jiwa-jiwa, dan oleh sebab itu, bahkan walaupun orang lain mungkin mengkhotbahkan [subyek-subyek ini] ‘kami memberitakan Kristus yang disalibkan,’ Kristus yang telah mati bagi orang-orang berdosa, umat Kristus, dan ‘kami memberitakan Kristus yang disalibkan’ dalam bahasa yang sederhana, dalam khotbah yang jelas sehingga orang-orang pada umumnya dapat mengerti (C. H. Spurgeon, ibid., hal. 482). Lagi Spurgeon berkata, “Doktrin tentang Kristus yang disalibkan selalu bersama dengan saya. Seperti para prajurit penjaga Romawi di Pompeii yang tetap berdiri di depan posnya bahkan walaupun ketika kota itu dibinasakan, demikian juga saya tetap berdiri [demi] kebenaran tentang penebusan ini walaupun gereja ini dikubur di bawah hujan lumpur panas penyesatan modern. Yang lain dapat menunggu, namun satu kebenaran ini harus diberitakan dengan suara lantang. Orang lain boleh memberitakan [apa yang mereka sukai], namun di mimbar ini, ini akan selalu mengumandangkan penggantian penebusan Kristus [untuk dosa-dosa kita di kayu Salib]. ’Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia’ (Galatia 6:14). Beberapa orang mungkin terus memberitakan Kristus sebagai teladan agung, dan yang lain mungkin terus menerus [berbicara] tentang kedatangan-Nya [yang kedua] dalam kemuliaan: kami juga memberitakan kedua hal itu, namun yang terutama kami memberitakan Kristus yang disalibkan, yang bagi orang-orang Yahudi adalah suatu batu sandungan, dan bagi orang-orang Yuhani adalah suatu kebodohan; namun bagi mereka yang diselamatkan Kristus adalah kuasa Allah, dan hikmat Allah (C. H. Spurgeon, “The Blood Shed for Many,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1974 reprint, volume XXXIII, p. 374).

Apapun yang orang lain mungkin beritakan, apapun yang orang lain mungkin katakan di mimbar mereka, selama saya berdiri di mimbar ini subyek utama kami akan selalu

“Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (I Korintus 2:2).

Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan”  (I Korintus 1:23).

“Pada Kaki Salib-Mu.” Naikan pujian ini!

Salib-Mu, salib-Mu
Yang ku muliakan,
Hingga dalam surga k’lak,
Ada perhentian.
(“Near the Cross” by Fanny J. Crosby, 1820-1915/
Terjemahan Nyanyian Pujian No. 235).

II. Kedua, “Namun kami memberitakan.”

Di sini kita memiliki perbedaan kedua antara apa yang terjadi pada kebanyakan mimbar kita hari ini, dengan apa yang Rasul Paulus katakan, dan lakukan. Paulus berkata, “tetapi kami memberitakan.” Ah, ada perbedaan besar antara memberitakan/berkhotbah dengan mengajar! Dua kata ini berbeda dalam bahasa Yunaninya, dan keduanya juga berbeda dalam bahasa Inggris! Kata utama Yunani untuk “mengajar” adalah “didasko.” Itu berarti “memberikan instruksi/ pelajaran” (Vine). Sedangkan kata “berkhotbah” [dalam TB-LAI diterjemahkan “memberitakan”] adalah “kerusso.” Ini berarti “menggembar-gemborkan, memproklamasikan” (Vine), “seperti menyiarkan kepada publik” (Strong). Mengajar berarti memberikan instruksi atau pelajaran. Namun berkhotbah berarti menggembar-gemborkan dan memproklamasikan. Mengajar ditujukan kepada kepala. Khotbah ditujukan kepada hati! Seorang pengkhotbah Baptis Selatan tua, dari tradisi lama, pernah berkata kepada saya, “Nak, jika kamu tidak dapat membedakan antara khotbah dan pengajaran berarti kamu tidak dipanggil untuk menjadi pengkhotbah! Tinggalkan pelayanan!” Saya kadang-kadang merasa seperti menyerukan itu hari ini! “Jika Anda tidak dapat membedakan antara mengajar dan berkhotbah – tinggalkan pelayanan!”

Petrus adalah seorang pengkhotbah, bukan guru Alkitab! Pada Hari Pentakosta, ia tidak mengajak mereka membuka Alkitab mereka dan mengajar ayat per ayat. Tidak ada orang yang membawa Alkitab pada waktu itu! Alkitab pada zaman itu dalam bentuk gulungan-gulungan, dan disimpan di sinagog-sinagog. Tidak, Petrus berdiri dan “mengangkat suaranya” (Kisah Rasul 2:14) dan berkhotbah kepada mereka! Itulah apa yang kita butuhkan hari ini! Kiranya Tuhan menolong kita! Di hari-hari yang terakhir ini,

“mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (II Timotius 4:3).

“Namun,” seseorang berkata, “Orang-orang tidak menginginkan khotbah.” Saya berkata, “Bagaimanapun lakukanlah!”

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” (II Timotius 4:5).

Saya mengajar Alkitab ayat per ayat tiga malam setiap minggunya dalam kebaktian doa dan persekutuan kami. Namun pada Minggu pagi dan Minggu malam saya berkhotbah. Anda boleh menerima atau menolak ini! Itulah apa yang Anda akan dapatkan di sini setiap Minggu – menjangkau jiwa dengan khotbah Injil! Alkitab berkata,

“Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?” (Roma 10:14).

Itulah apa yang orang berdosa butuhkan – khotbah yang keras, khotbah yang membuat Anda merasakan dosa Anda di hadapan Allah yang murka – khotbah yang membuat Anda merasakan murka Allah dan api Neraka – dan penghukuman yang layak Anda terima karena hidup Anda yang penuh dosa – khotbah yang menghancurkan kesombongan Anda dan menunjukkan kepada Anda bahwa Anda telah menginjak-injak Kristus dan telah menolak Darah yang Ia curahkan untuk menyelamatkan Anda di kayu Salib! Orang berdosa, itulah apa yang Anda butuhkan! Anda perlu dikhotbahi di bawah keinsafan akan dosa dalam hidup Anda, dan dosa dari hati dan pikiran Anda! Anda perlu dikhotbahi untuk lari kepada Yesus Kristus untuk memperoleh penyucian dari kotornya dosa Anda. Orang lain mungkin mengajar, dan memberikan sedikit studi ayat per ayat pada hari Minggu, namun di mimbar ini setiap Minggu, selalu dan selamanya, akan dikatakan,

Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan” (I Korintus 1:23).

III. Ketiga, “Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan.”

Ya, itu adalah tema utama dari khotbah-khotbah Minggu kita di sini. Itu bukan hanya hal yang saya khotbahkan, namun itu tentu adalah hal yang utama! Tidaklah cukup untuk mengatakan beberapa kata tentang Kristus yang disalibkan dalam sebuah khotbah. Para pengkhotbah melakukan itu karena mereka tidak memperhatikan orang-orang berdosa. Jika mereka memperhatikan para anggota nominal mereka, orang yang pertama kali datang pada Minggu pagi, mereka akan menemukan bahwa hampir semua dari mereka masih terhilang. Mereka akan menemukan bahwa mereka belum menyerap Injil, karena itu tidak pernah diberitakan kepada mereka dalam seluruh khotbah minggu demi minggu. Oleh sebab itu, tema utama khotbah-khotbah Minggu kita adalah Kristus yang disalibkan! Selalu demikian untuk selamanya!

Teman saya pernah mengungjungi Spurgeon’s Tabernacle di London. Pada Perang Dunia II semua dari gereja besar itu kecuali dinding depannya diruntuhkan oleh bom-bom Hitler. Ketika teman saya mengunjungi gereja yang telah direkonstruksi itu, ia bertanya kepada seorang diaken dari gereja itu, yaitu seorang Skotlandia yang sudah lanjut usia, “Adakah di samping tembok bagian depan bangunan Spuergon’s Tabernacle hari ini yang masih asli bekas bangunan lama?” “Iya,” kata orang Skotlandia itu, “yaitu pengajaran. Pengajaran yang sama!”

Pengajaran teragung Spurgeon adalah “Kristus yang disalibkan.” Sebelum Spurgeon menghembuskan nafas terakhirnya, ia berkata kepada sahabatnya, “Pengajaranku dapat diringkaskan ke dalam empat kata, ‘Yesus mati untuk saya.’” Dapatkah Anda mengatakan itu? Dapatkah Anda mengatakan dengan yakin bahwa Yesus mati untuk Anda? Apakah Anda tahu dengan pasti bahwa Dia telah mati menggantikan Anda, menebus dosa Anda? Jika Anda tidak dapat mengatakan itu dengan sungguh-sungguh, saya meminta Anda untuk datang kepada Yesus dan memberikan diri Anda disucikan oleh Darah-Nya yang kudus!

“Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan”
(I Korintus 1:23).

Alkitab berkata,

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Roma 5:8-9).

Kristus telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa-dosa Anda dan menyelamatkan Anda dari murka Allah. Itulah sebabnya mengapa

“kami memberitakan Kristus yang disalibkan”  (I Korintus 1:23).

Datanglah kepada Kristus! Ia telah mati di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda dari dosa dan penghukuman. Datanglah kepada Kristus! Berilah dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya yang mahal! “Pada Kaki Salib-Mu.” Naikanlah pujian ini!

Salib-Mu, salib-Mu
Yang ku muliakan,
Hingga dalam surga k’lak,
Ada perhentian.

Dr. R. L. Hymers, Jr.

Comments are closed.