CHRIST – THE PHYSICIAN OF THE SOUL

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

Pada hari ini arti dari teks kita ini hampir dilupakan. Kita dibanjiri dengan khotbah-khotbah yang mengatakan kepada kita bagaimana menjadi makmur, bagaimana mereka lebih baik, bagaimana caranya memiliki keluarga yang lebih baik, bagaimana untuk menjadi lebih bahagia, bagaimana untuk sukses, dan bagaimana memperoleh kesembuhan jasmani. Kita sedang dibanjiri oleh apa yang disebut khotbah-khotbah “ekspositori”, kuliah dari perikop Kitab Suci yang panjang. Metode ini diperkenalkan oleh Plymouth Brethren, dan bukan datang dari warisan sejarah Baptis kita. Ini biasanya sungguh membosankan. Semua khotbah cenderung kelihatan seperti itu. Banyak orang tidak mengingat apa yang dikhotbahkan, karena terlalu banyak ide yang disampaikan dalam “eksposisi-eksposisi” modern ini. Semua itu sebenarnya bukanlah khotbah, namun studi-studi Alkitab yang rumit yang disampaikan kepada orang-orang Kristen, bahkan walaupun banyak orang di dalam jemaat itu belum bertobat!

Di mana, oh di mana, para pengkhotbah yang pusat khotbahnya adalah kelahiran kembali dan pertobatan? Di manakah orang-orang yang topik utama khotbahnya berpusat pada Kristus, sang dokter atau tabib jiwa-jiwa – satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dari dosa, Neraka, dan kubur? Itu adalah kebutuhan yang harus diserukan pada hari ini! Itu adalah apa yang generasi Anda butuhkan, yaitu mendengarkan dengan keras dan jelas pada saat gelapnya sejarah dunia ini. Ketika negeri kita sedang mengalami disintegrasi dan bangsa-bangsa dunia bangkit dalam kekacauan dan pemberontakan – kita kembali membutuhkan untuk mendengar lagi dari mimbar-mimbar kita Injil yang menyelamatkan jiwa dari bapa leluhur kita!

Kita sudah mendengar: Yesus Jurus’lamat!
Mari jadikan tenar: Yesus Jurus’lamat
Ya, kabarkanlah cepat, Pada orang yang sesat;
Tuhan t’lah beramanat: Yesus Jurus’lamat!
(“Jesus Saves” by Priscilla J. Owens, 1829-1907 Terjemahan Nyanyian Pujian No. 111).

Yesus menyelamatkan kita dari apa? Tidak harus dari kemiskinan. Banyak orang Kristen besar dalam sejarah hidup di dalam kemiskinan. Tidak harus dari sakit penyakit. Banyak orang Kristen besar dalam sejarah menderita oleh karena penyakit. Yesus mati di kayu Salib dan bangkit dari antara orang mati untuk menyelamatkan kita dari dosa! Itu adalah berita utama dari Alkitab! “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3). Itu adalah jantung dari Injil. Marilah kita memperdengarkan ini kembali, berkhotbah dengan semangat sampai berkeringat di mimbar-mimbar kita!

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Selanjutnya, ketika kita memperhatikan teks kita, kita mengetahui bahwa Yesus sedang duduk dalam perjamuan makan di rumah Matius. Banyak pemungut cukai dan orang berdosa yang duduk untuk makan bersama dengan Yesus. “Para pemungut cukai” adalah para penarik pajak yang berkerja untuk pemerintah Romawi. Orang-orang Yahudi Orthodoks membenci mereka karena mereka bekerja untuk Romawi dan mengambil banyak uang yang mereka tarik sebagai pajak untuk diri mereka sendiri. Orang-orang Farisi adalah orang-orang Yahudi Orthodoks pada waktu itu. “Mereka berpikir bahwa para pemungut cukai adalah para pencuri dan pengkhianat bagi bangsa Yahudi. “Orang-orang berdosa” adalah orang-orang yang orang Farisi anggap sebagai orang Yahudi yang tidak layak karena mereka tidak menjalankan tradisi-tradisi rabinik. Mereka dianggap sebagai orang yang sangat “berdosa” oleh orang-orang Farisi karena mereka tidak mengikuti aturan-aturan dan tradisi dari para rabi.

Kita harus memahami bahwa “para pemungut cukai” dan “orang berdosa” bukanlah para pengguran di jalanan, atau pecandu narkotika, atau orang-orang kaya. Bukan gelandangan dan juga bukan orang-orang kaya. Tak seorangpun dari antara orang yang makan bersama Yesus itu adalah para pecandu obat-obatan. Semua dari pemungut cukai dan yang disebut orang-orang berdosa di sini adalah orang-orang yang bekerja. Namun mereka dijauhi oleh orang-orang Farisi.

Ketika orang-orang Farisi melihat Yesus duduk dengan orang-orang yang mereka jauhi ini “mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Matius 9:11). Ketika Yesus mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang Farisi itu, Ia berkata kepada mereka

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

Orang-orang Farisi berpikir bahwa diri mereka adalah orang-orang yang baik – bahwa diri mereka benar dan tidak membutuhkan keselamatan karena mereka telah memelihara aturan-aturan Yudaisme Orthodoks. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang dikucilkan tahu bahwa diri mereka bukanlah orang benar. Ini membuat mereka menjadi calon penerima keselamatan yang lebih baik dari para orang-orang Farisi yang meninggikan kebenarannya sendiri..

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

Saya akan memecah kata-kata dari teks ini menjadi tiga poin.

I. Pertama, orang-orang yang berpikir bahwa mereka sehat.

Di sini Kristus berbicara tentang diri-Nya sendiri sebagai seorang “tabib,” atau dokter medis, untuk penyakit dosa jiwa-jiwa. Namun orang-orang yang berpikir bahwa mereka baik-baik saja tidak merasa benar-benar membutuhkan Kristus. Mereka seperti orang Farisi yang pergi ke Bait Suci. Ia adalah orang yang percaya pada dirinya sendiri. Ia berpikir bahwa ia adalah orang benar. Ia berkata, “Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini” (Lukas 18:11). Ia sesungguhnya tidak datang ke Bait Allah untuk berdoa. Ia datang untuk menyombongkan diri, untuk membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain sambil membual bahwa ia lebih baik dari mereka.

Apakah Anda seperti itu? Apakah Anda berpikir tentang orang-orang berdosa lebih buruk dari pada Anda? Apakah Anda berpikir bahwa Anda lebih baik dari pada mereka, dan tidak benar-benar melihat betapa Anda sendiri adalah orang berdosa yang sangat menyedihkan? Jika Anda seperti itu, tentu Anda tidak merasakan kebutuhan riil akan Tabib Agung bagi jiwa-jiwa. Sang Juruselamat, Yesus, tidak membuat Anda benar-benar tertarik karena Anda belum pernah merasa bersalah oleh karena dosa yang ada dalam hati dan hidup Anda. Saya melihat tidak ada harapan bagi Anda kecuali Anda dibuat merasa bersalah atas dosa Anda. Lebih ada pengharapan bagi orang Budha atau Roma Katolik dari pada bagi kaum injili modern yang berpikir bahwa mereka sudah diselamatkan karena ia pernah berdoa terima Yesus atau belajar banyak ayat Alkitab! Melalui pengalaman panjang selama lima puluh tiga tahun dalam pelayanan, saya menemukan bahwa orang-orang atheis, agnostik, Budha, atau Katolik Roma adalah kandidat yang lebih baik untuk pertobatan sejati dari pada orang-orang neo-evangelikal yang puas dengan dirinya sendiri yang telah dibutakan oleh “decisionisme” modern.

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

George Whitefield berkata, “Saya memiliki pengharapan lebih dari… orang yang melupakan hari Sabat, suka mengutuk, suka bersumpah, dari pada orang yang berpikir bahwa diri mereka sendiri sudah cukup baik. [Kristus berkata] ‘pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah” [Matius 21:31]… ia [yang berpikir bahwa dirinya sendiri sudah cukup baik] belum mempelajari pelajaran pertama dari Kekristenan, yaitu mengetahui bahwa dirinysa sendiri [sebagai mahkluk] yang menyedihkan, mati, bodoh [yang tidak] melihat bahwa [ia membutuhkan Kristus]… Ketika hamba Tuhan berbicara kepada orang-orang berdosa, ia berpikir bahwa ia sedang berbicara kepada orang lain, dan bukan kepada dirinya (Whitefield, ibid., hlm. 53).

Orang seperti itu memiliki sedikit harapan untuk mengalami pertobatan sejati!

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).


II. Kedua, orang yang tahu bahwa mereka sakit.

Kristus tidak berbicara tentang penyakit jasmani di sini. Kesembuhan penyakit jasmani sangat ditekankan oleh orang-orang Pentakosta dan karismatik pada hari-hari akhir ini dan banyak dari mereka mengkhotbahkan ayat ini, di luar dari konteksnya, yang mereka hubungkan dengan kesembuhan jasmani! Namun perkataan lama ini benar, “A text without a context is a pretext” (“Teks tanpa konteks adalah dalih”). Dalam Matius 9:10-13 Yesus tidak sedang berbicara tentang kesembuhan jasmani. Ayat 13 membuat itu menjadi benar-benar jelas.

Dalam teks kita ini Kristus sedang berbicara tentang diri-Nya sendiri sebagai tabib bagi jiwa, penyembuh bagi jiwa-jiwa yang sakit sampai mati. Whitefield berkata, “Ketika Tuhan kita berbicara tentang orang-orang yang sakit ini, yang Ia maksudkan adalah orang-orang yang sakit di dalam hati mereka, orang-orang yang sakit dalam jiwa mereka… jika Anda pernah berharap untuk masuk gerbang Sorga, untuk hidup bersama berkat Allah selamanya, Allah yang kekal melalui Roh-Nya harus membuat Anda sakit. Sakit apa?… Ia membuat jiwa [yang terhilang] sakit karena dosanya yang besar, oleh karena ia telah bersalah… Sehingga dengan demikian orang itu akan mulai merasakan sakit oleh karena dosa… Hanya jika karya Allah dikerjakan di dalam hati orang berdosa, Roh Allah memasuki kedalaman jiwa itu, dan [orang berdosa] itu mulai merasakan sakit bukan hanya karena dosa-dosa nyatanya, namun juga oleh karena dosa asalnya… ‘Oh,’ kata [orang berdosa] itu, ‘sekarang aku mengetahui betapa jahatnya hatiku, sekarang aku tahu kelicikan hatiku lebih dari segala sesuatu, sekarang aku memahami doktrin tentang dosa asal’… Selanjutnya [ia yang sebelumnya berpikir] bahwa ia memiliki hati yang baik, mulai menyadari bahwa ia tidak memiliki apapun selain dosa… kemudian [ia] melihat dosanya yang begitu besar [dan] berkata, ‘Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?’ [Roma 7:24]… Akhirnya orang berdosa yang terhilang itu dibuat sakit oleh karena dosanya… karena ketidak-percayaannya… Mahkluk yang menyedihkan sebelum [ia memiliki] iman…. Ia pernah berpikir bahwa ia telah percaya Kristus, karena ia pernah mendengarkan seorang pribadi seperti Kristus… Namun sekarang mahkluk yang lemah itu berpikir bahwa ia tidak dapat lagi percaya. [Kemudian orang berdosa itu] berkata, “Apa yang harus aku perbuat supaya aku selamat?’ [Kisah Rasul 16:30]. [Kemudian orang berdosa itu] berkata, ‘Apa yang akan saya berikan kepada Yesus Kristus, jika saya dapat, namun sekarang aku hanyalah mahkluk yang miskin, tersesat, dan terkutuk? Apa yang akan saya berikan kepada Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran-Nya selain iman?’ Kemudian orang berdosa yang lemah itu benar-benar sakit; jiwa yang miskin itu [kemudian] membutuhkan seorang tabib… Mahkluk yang lemah itu kemudian merintih sepanjang hari; ia menolak untuk dihibur… Mahkluk yang lemah itu kemudian berkata, ‘Tiada lain selain darah Kristus yang dapat menyembuhkan saya.’ Orang seperti itu yang membutuhkan [Kristus sebagai] tabib” (Whitefield, ibid., hlm. 54-57).

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

III. Ketiga, orang yang sakit menginginkan Yesus.

Juruselamat kita berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Jika Anda sedang berletih lesu dan berbeban berat karena dosa Anda, datanglah kepada Yesus. Ia telah membayar hukuman bagi dosa Anda di kayu Salib. Ia telah mencurahkan darah-Nya yang mahal untuk menyucikan Anda “dari segala dosa” (I Yohanes 1:7). Ia hidup dan duduk di sebelah kanan Allah di Sorga sekarang. Datanglah kepada Yesus dan berilah diri Anda disembuhkan dari dosa Anda! Whitefield berkata, “Saya mendengar beberapa dari Anda berkata, ‘Ketika Anda [terus berbicara] kepada saya; saya telah dibangunkan; saya merasakan neraka dalam jiwa saya’ saya merasa tidak ada kebenaran di dalam diri [saya] sendiri, dosa saya menatap muka saya; kebobrokan saya telah menguasai saya; saya tahu saya tidak dapat percaya kepada Tuhan Yesus Kristus; saya membutuhkan iman; saya membutuhkan seorang tabib; apa yang Anda pikir akan terjadi pada diri saya? Saya takut saya akan dihukum… Saya takut penyakit saya tidak dapat disembuhkan… Saya sedang sakit, saya telah melakukan begitu banyak dosa, saya telah melakukannya begitu lama… saya takut Allah tidak mau memberikan anugerah [kepada] saya.’

Nasehat apa yang harus saya berikan kepada Anda? Saya mau mendorong Anda untuk meletakkan diri Anda sendiri di kaki Yesus yang terkasih… Anda yang hatinya telah hancur, saya mau Anda datang kepada Dia. [Jangan lupa] kata semua yang agung ini. ‘Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.’ Datanglah kepada Yesus, dokter yang agung bagi jiwa-jiwa… Oh, datanglah, maka datanglah kepada Tabib yang agung ini. Ia akan menyembuhkan Anda “tanpa uang pembeli dan… tanpa bayaran” (Yesaya 55:1). Jika Anda mau datang kepada Dia, anugerah-Nya disediakan bagi Anda secara cuma-cuma. Jika Anda mau beriman kepada [Dia] Anda akan… [disembuhkan] secara sempurna… Kristus akan menjadikan Anda bersih (Whitefield, ibid., pp. 60-61). Amin.

Tercurah darah yang kudus, Di bukit Golgota
Yang mau bertobat ditebus, Terhapus dosanya
Terhapus dosanya, Terhapus dosanya,
Yang mau bertobat ditebus, terhapus dosanya
(“There Is a Fountain” by William Cowper, 1731-1800).

George Whitefield

Comments are closed.