Archive for April, 2011

This slideshow requires JavaScript.


CHRIST – THE PHYSICIAN OF THE SOUL

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

Pada hari ini arti dari teks kita ini hampir dilupakan. Kita dibanjiri dengan khotbah-khotbah yang mengatakan kepada kita bagaimana menjadi makmur, bagaimana mereka lebih baik, bagaimana caranya memiliki keluarga yang lebih baik, bagaimana untuk menjadi lebih bahagia, bagaimana untuk sukses, dan bagaimana memperoleh kesembuhan jasmani. Kita sedang dibanjiri oleh apa yang disebut khotbah-khotbah “ekspositori”, kuliah dari perikop Kitab Suci yang panjang. Metode ini diperkenalkan oleh Plymouth Brethren, dan bukan datang dari warisan sejarah Baptis kita. Ini biasanya sungguh membosankan. Semua khotbah cenderung kelihatan seperti itu. Banyak orang tidak mengingat apa yang dikhotbahkan, karena terlalu banyak ide yang disampaikan dalam “eksposisi-eksposisi” modern ini. Semua itu sebenarnya bukanlah khotbah, namun studi-studi Alkitab yang rumit yang disampaikan kepada orang-orang Kristen, bahkan walaupun banyak orang di dalam jemaat itu belum bertobat!

Di mana, oh di mana, para pengkhotbah yang pusat khotbahnya adalah kelahiran kembali dan pertobatan? Di manakah orang-orang yang topik utama khotbahnya berpusat pada Kristus, sang dokter atau tabib jiwa-jiwa – satu-satunya yang dapat menyelamatkan kita dari dosa, Neraka, dan kubur? Itu adalah kebutuhan yang harus diserukan pada hari ini! Itu adalah apa yang generasi Anda butuhkan, yaitu mendengarkan dengan keras dan jelas pada saat gelapnya sejarah dunia ini. Ketika negeri kita sedang mengalami disintegrasi dan bangsa-bangsa dunia bangkit dalam kekacauan dan pemberontakan – kita kembali membutuhkan untuk mendengar lagi dari mimbar-mimbar kita Injil yang menyelamatkan jiwa dari bapa leluhur kita!

Kita sudah mendengar: Yesus Jurus’lamat!
Mari jadikan tenar: Yesus Jurus’lamat
Ya, kabarkanlah cepat, Pada orang yang sesat;
Tuhan t’lah beramanat: Yesus Jurus’lamat!
(“Jesus Saves” by Priscilla J. Owens, 1829-1907 Terjemahan Nyanyian Pujian No. 111).

Yesus menyelamatkan kita dari apa? Tidak harus dari kemiskinan. Banyak orang Kristen besar dalam sejarah hidup di dalam kemiskinan. Tidak harus dari sakit penyakit. Banyak orang Kristen besar dalam sejarah menderita oleh karena penyakit. Yesus mati di kayu Salib dan bangkit dari antara orang mati untuk menyelamatkan kita dari dosa! Itu adalah berita utama dari Alkitab! “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3). Itu adalah jantung dari Injil. Marilah kita memperdengarkan ini kembali, berkhotbah dengan semangat sampai berkeringat di mimbar-mimbar kita!

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Selanjutnya, ketika kita memperhatikan teks kita, kita mengetahui bahwa Yesus sedang duduk dalam perjamuan makan di rumah Matius. Banyak pemungut cukai dan orang berdosa yang duduk untuk makan bersama dengan Yesus. “Para pemungut cukai” adalah para penarik pajak yang berkerja untuk pemerintah Romawi. Orang-orang Yahudi Orthodoks membenci mereka karena mereka bekerja untuk Romawi dan mengambil banyak uang yang mereka tarik sebagai pajak untuk diri mereka sendiri. Orang-orang Farisi adalah orang-orang Yahudi Orthodoks pada waktu itu. “Mereka berpikir bahwa para pemungut cukai adalah para pencuri dan pengkhianat bagi bangsa Yahudi. “Orang-orang berdosa” adalah orang-orang yang orang Farisi anggap sebagai orang Yahudi yang tidak layak karena mereka tidak menjalankan tradisi-tradisi rabinik. Mereka dianggap sebagai orang yang sangat “berdosa” oleh orang-orang Farisi karena mereka tidak mengikuti aturan-aturan dan tradisi dari para rabi.

Kita harus memahami bahwa “para pemungut cukai” dan “orang berdosa” bukanlah para pengguran di jalanan, atau pecandu narkotika, atau orang-orang kaya. Bukan gelandangan dan juga bukan orang-orang kaya. Tak seorangpun dari antara orang yang makan bersama Yesus itu adalah para pecandu obat-obatan. Semua dari pemungut cukai dan yang disebut orang-orang berdosa di sini adalah orang-orang yang bekerja. Namun mereka dijauhi oleh orang-orang Farisi.

Ketika orang-orang Farisi melihat Yesus duduk dengan orang-orang yang mereka jauhi ini “mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” (Matius 9:11). Ketika Yesus mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang Farisi itu, Ia berkata kepada mereka

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12).

Orang-orang Farisi berpikir bahwa diri mereka adalah orang-orang yang baik – bahwa diri mereka benar dan tidak membutuhkan keselamatan karena mereka telah memelihara aturan-aturan Yudaisme Orthodoks. Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa yang dikucilkan tahu bahwa diri mereka bukanlah orang benar. Ini membuat mereka menjadi calon penerima keselamatan yang lebih baik dari para orang-orang Farisi yang meninggikan kebenarannya sendiri..

“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Matius 9:12). (more…)


“THE METHOD OF GRACE”

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Khotbah: Berkat Allah terbesar yang dikirim kepada suatu bangsa adalah para pengkhotbah yang baik dan setia. Namun kutuk Allah yang terbesar yang dikirim kepada banyak bangsa adalah dengan membiarkan gereja-gereja dipimpin oleh para pengkhotbah yang masih belum bertobat yang hanya memikir dan mencari uang belaka. Namun di setiap masa ada para pengkhotbah palsu yang memberikan khotbah-khotbah yang lembut. Ada banyak pendeta seperti ini yang merusak dan memutar-balikkan Alkitab untuk menyesatkan orang.

Itulah yang terjadi pada zaman Yeremia. Dan Yeremia berbicara melawan mereka dalam ketaatan penuh kepada Allah. Ia membuka mulutnya dan berkhotbah melawan para pengkhotbah duniawi/kedagingan ini. Jika Anda membaca bukunya, Anda akan melihat bahwa tidak ada seorangpun pernah berbicara lebih keras melawan para pengkhotbah palsu dari pada Yeremia. Ia berbicara dengan tegas melawan mereka dalam pasal yang berisi ayat kita ini.

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Yeremia berkata bahwa mereka hanya berkhotbah demi uang. Dalam ayat tiga belas, Yeremia berkata,

“Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu” (Yeremia 6:13).

Mereka adalah orang-orang yang tamak dan mengkhotbahkan dusta.

Dalam ayat kita ini, ia menunjukkan salah satu cara bagaimana mereka mengkhotbahkan dusta. Ia menunjukkan cara menipu yang mereka terapkan bagi jiwa-jiwa terhilang:

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Allah telah berkata kepada nabi ini untuk memperingatkan rakyat tentang akan datangnya perang. Allah ingin ia mengatakan kepada mereka bahwa rumah-rumah mereka akan dihancurkan – perang itu akan segera datang (lihat Yeremia 6:11-12). (more…)