NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN HIDUP

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10)

Saya telah menunjukkan kepada Anda pekerjaan pertobatan di dalam pikiran dan hati. Hal berikutnya akan menunjukkan kepada Anda perubahan yang dibuatnya dalam hidup Anda. Ia tidak membuat kita menjadi ciptaan baru untuk tidak melakukan apa-apa, atau terus menyalani Setan. Ia membuat Anda manusia baru untuk pekerjaan baru –untuk melayani Tuhan (band  I Tesalonika 1: 19). “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Anda hanya membual belaka jika berkata telah bertobat namun cara hidup Anda masih sama dengan sebelumnya. Baik Tuhan atau pun manusia tidak akan mempercayai Anda, walaupun Anda mungkin bisa menipu diri Anda sendiri. Sejak hati baru menghasilkan kehidupan baru, marilah kita berpikir tentang kehidupan baru itu.

1. Perubahan pertama dari perubahan hidup adalah menyangkut kontrak yang dibuat antara orang yang telah bertobat dengan Kristus. Apa yang telah terjadi di dalam hati, sekarang diucapkan dengan mulut Anda. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Hati yang telah bertobat akan menghasilkan lidah yang telah bertobta; itu akan memimpin Anda bersaksi tentang pertobatan Anda baik kepada Tuhan maupun kepada orang lain.

Sebelumnya mungkin Anda hidup dalam kemunafikan, yang segera terlihat belang Anda karena ketidaktulusan hati Anda, namun pertobatan membawa Anda masuk ke dalam kontrak yang sejati dan kekal dengan Yesus Kristus.

Sebelum pertobatannya, walaupun Kristus telah menawarkan ribuan kali kepadanya, orang berdosa yang bidih tidak menanggapi Injil itu dengan serius, dan tidak akan datang kepada Yesus untuk memperoleh hidup (band Yohanes 5:4). Namun ketika ia ditarik oleh Bapa, ia akan bersukacita untuk bersatu dengan Kristus. Ketika ini terjadi Anda akan dinikahkan dengan Kristus – dalam persekutuan dengan Dia.

Sudahkah Anda dibawa pada titik ini? Sudahkah Anda menerima Kristus sebagaimana Ia tawarkan kepada Anda? Sudahkah Anda menyerahkan hidup Anda kepada Dia? Pertobatan akan membawa Anda ke dalam persetujuan ini, kontrak ini, dengan Kristus. Kontrak ini adalah keseluruhan dasar perubahan Anda. Ini dijelaskan dalam perkataan ini: “Persatuan antara Kristus dan Anda.” Persatuan dengan Dia ini akan menyebabkan Anda secara terbuka mengakui Kristus kepada dunia. Anda akan sungguh-sungguh mau membiarkan mereka mengetahui bahwa Anda dalam persetujuan (agreement) dengan Kristus dan bukan dengan mereka.

Dalam kontrak yang sama Anda meninggalkan semua pesaing kepada Kristus. Sebelumnya, Anda melayani tuan-tuan yang lain. Namun sekarang Anda memahami bahwa ini tidak bisa lagi seperti itu. Anda tidak bisa melayani Tuhan dan mammon, Roh dan kedagingan. Kristus dan Setan saling berlawanan seperti terang dan gelap (Kisah 26:18; II Timotius 2:25-26). Itulah tujuan Kristus untuk membebaskan manusia dari tawanan Setan dan dosa. Tuhan mengajar bahwa orang berdosa tidak mungkin dapat memiliki hubungan dengan Tuhan: Ia harus memilih Setan atau Kristus. Tetap hidup dalam dosa atau mau pergi ke Sorga.

Ketika orang berdosa meninggalkan dosa, berpaling dari dunia dan menuju kepada Kristus sebagai satu-satunya Juruselamatnya, ia telah pindah ke dalam pertobatan. Ini adalah tindakan menghancurkan setiap akar dosa, namun secara khusus bahwa semua dosa telah ditinggalkan dibelakangnya – yaitu mengasihi diri sendiri dan mencari diri sendiri. Setiap orang yang belum bertobat hidup untuk dirinya sendiri dan mencari hal-hal yang menyenangkan dirinya sendiri. Keinginan kedagingan ini adalah musuh terbesar yang Kristus harus    tundukan dalam pertobatan. Ini adalah berhala terbesar di dalam diri setiap orang yang belum bertobat, yang harus dihancurkan – atau tidak akan ada keselamatan, jika tidak menghancurkannya.

Natur yang sangat jelas dari pertobatan adalah berpaling dari diri sendiri kepada Kristus. Oleh sebab itu, berpaling dari dosa kepada Kristus adalah hal yang sangat penting yang orang-orang berdosa harus cari manakala mereka ingin dipertobatkan.

Banyak orang telah menyimpang terlalu jauh, dan nampak memiliki dosa yang harus ditinggalkan dan kemudian datang kepada Kristus, yang telah mempermalukan orang yang menyimpang di akhir zaman ini karena orang itu belum pernah dengan sepenuhnya menyangkal diri sendiri pada saat pertobatan.

Dengan tetap tinggal dalam keinginan kedagingan yang memimpin sebagian orang kepada nafsu yang penuh dosa, sebagin orang hidup penuh dengan ambisi, dan yang lain jatuh kembali ke dalam kepedulian terhadap hal-hal duniawi, dan dengan demikian membuktikan bahwa mereka belum bertobat pada akhirnya. Oleh sebab itu Anda harus  mengakhiri mengasihi diri sendiri dalam pertobatan yang riil. Ketika cinta kepada diri sendiri ditinggalkan pada saat bertobat, tiga tuan besar dosa ditundukkan: yaitu kesombongan, ketamakan, dan nafsu. Pembinasaan tiga dosa ini adalah bagian dari pekerjaan pertobatan. Dan separuh yang lain memimpin kepada Yesus Kristus secara penuh.

2. Ketika orang berdosa membuat kontrak seperti ini dengan Tuhan, hal berikutnya yang harus ia lakukan adalah dengan sungguh-sungguh berpaling dari dosa yang telah ia tinggalkan. Jika tidak berarti ia telah membuat janji palsu kepada Tuhan, dan ini tidak akan menghasilkan apa-apa dalam pertobatan. Sebelum pertobatan semua janji yang dibuat begitu lemah dan semua itu akan cepat berlalu dan hati dari orang-orang seperti ini gampang sekali berubah. Namun ketika mereka bertobat, mereka menjadi orang-orang yang memelihara perkataan mereka, dan menepati apa yang mereka katakan.

Oh betapa perubahan itu nampak secara tiba-tiba dalam hidup orang-orang itu ketika Allah secara penuh melakukan pekerjaan-Nya. Saya tahu pekerjaan di dalam hati ini adalah pekerjaan terbesar. Ini merefleksi di dalam kehidupan. Banyak orang seringkali menjadi sangat terkejut ketika mereka melihat perubahan yang luar biasa dari kehidupan orang berdosa yang telah bertobat.

Mereka tidak tahu bagaimana Tuhan telah bekerja di dalam hatinya dan mengubahnya. Mereka tidak tahu tentang peprangan dalam rohnya antara Kristus dan kedagingannya. Oleh sebab itu, sejak mereka tidak melihat penyebab dari dalam (inner cause), perubahan  hidup yang nampak di luar nampak luar biasa bagi mereka.

Ini adalah suatu mujizat untuk melihat efek-efek dari kuasa Kristus, dan betapa perubahan secara tiba-tiba dalam pertobatan itu sering terjadi.

Ambil contoh orang yang hanya sedikit mengalami konviksi dan bertobat secara setengah-setengah. Lihat betapa lama itu akan membuatnya berubah atau diperbaharui. Jika ia melakukan dosa, ia tidak akan segera meninggalkannya. Ia kadang-kadang menghindari dosa, seolah-olah ia telah diperbaharui, dan akdang-kadang ia jatuh kembali, karena ia belum sungguh-sungguh telah diubah. Namun ketika ia sungguh-sungguh telah bertobat Anda akan melihat dia meninggalkan dosa-dosanya dengan segera. Ia akan menjauhkan diri dari hal-hal yang dulu ia sukai yaitu hidup dalam dosa.

Orang munafik, di sisi lain, mungkin bisa membuat pengakuan dosa yang kelihatannya sungguh-sungguh, namun ia tidak akan benar-benar melemparkan dosanya keluar.  Secara tersembunyi ia memperlakukan dosanya sebagai teman, walaupun secara terbuka menyatakan sebagai musuh. Ia tidak akan sungguh-sungguh meninggalkannya, dan melemparkannya keluar dan tidak akan pernah membiarkannya kembali. Oh betapa manisnya yang ia lakukan untuk menutupi pikiran-pikiran tersembunyinya, ketika ia menunjukkan kepada orang lain suatu ketenangan dan wajah tak berdosanya.

Sebelum bertobat kita tidak dapat menyadarkan orang-orang berdosa untuk berhenti dari pelanggaran-pelanggaran mereka. Kita tidak dapat meminta mereka untuk berhenti mabuk-mabukan, atau ketamakan mereka, atau kehidupan mereka yang kotor, atau sumpah serapah mereka. Kadang-kadang, mereka akan berhenti, dan kemundian mereka melakukannya kembali. Kadang-kadang mereka mengalami konviksi dan berhenti sejenak. Namun ketika ketakutannya hilang, Anda akan melihat bahwa mereka tidak pernah mengalami perubahan hati. Mereka akan mengasihi dosa mereka bahkan  lebih lagi ketika mereka kembali lagi kepadanya.

Namun pertobatan membuat kita memusuhi dosa untuk selama-lamanya. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan dosa sebelumnya, praktek-praktek ketamakan, perkataan-perkataan yang kasar dan tindakan-tindakan kesombongan, seperti Sara mengusir Hagar dan Ismael keluar dari rumahnya, dan tidak akan menerima mereka kembali.

Ketika pengkhotbah berbicara kepada orang yang belum bertobat pahitnya dosa dan penghakiman karena dosa, orang-orang berdosa tidak begitu mempedulikan apa yang ia telah dengar. Oleh sebab itu ia ke dalam cara hidupnya yang lama. Namun ketika anugerah pertobatan dating, itu akan membuat orang-orang itu merasakan pahitnya dosa bagi mereka sendiri. Kemudian mereka akan berpaling dari dosa itu.

Anugerah membawa terang dari Tuhan yang menunjukkan kepada orang berdosa apa yang ia tidak lihat sebelumnya – bagaimana ia telah membawa sekumpulan ular di dalam kemejanya, dan bermain-main dengan mereka di bibir jurang Neraka. Ketika mereka melihat ini, mereka merasa itu adalah waktu untuk mengambil jalan yang lain.

Banyak kali dalam Alkitab Anda melihat suatu perubahan semacam ini dalam pertobatan sejati. Dalam Kisah Rasul 9 Anda menemukan Paulus berhenti menganiaya dan tidak pernah menganiaya lagi. Dalam Titus 3:3-5 kita memiliki uraian yang tepat tentang perubahan hidup ini yang terjadi bersama dengan pertobatan sejati:

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:3-5).

Tidak ada orang yang hidup dalam cara hidup lamanya yang penuh dosa yang dapat dikatakan bahwa ia telah diselamatkan, sekalipun mungkin ia telah menyatakan memiliki perubahan hati.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (I Korintus 6:9-11).

Di sini Anda melihat bahwa pertobatan sejati membuat perubahan yang dapat mendatangkan hasil yang baik dalam kehidupan. Anda yang dulu, tidak sama dengan Anda yang sekarang.

Ketika Tuhan menekankan pertobatan umat-Nya, Ia berkata berhubungan dengan dosa-dosanya yang lalu, “Engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!” (Yesaya 30:22). Dengan kebencian, orang berdosa yang telah bertobat akan berkata, ‘Keluarlah. Bersama engkau aku telah menderita dan akan terhilang untuk selama-lamanya. Bersama engkau aku telah bersalah kepada Tuhan, dan oleh sebab itu keluarlah dari padaku! Keluarlah! Keluarlah dari padaku!”

Deskripsi pertobatan ini diberikan dalam Kitab Yehezkiel:

“Dan Aku berkata kepada mereka: Biarlah setiap orang membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. Tetapi mereka memberontak terhadap Aku dan tidak mau mendengar kepada-Ku; setiap orang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat, dan tidak meninggalkan berhala-berhala Mesir. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di tengah-tengah tanah Mesir” (Yehezkiel 20:7-8).

Dan dalam Roma, kita diberikan deskripsi yang serupa tentang pertobatan:

“Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati” (Roma 13:12-13).

Yesaya berkata hal yang sama:

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:16-17).

Dan lagi, nabi ini berkata:

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (Yesaya 55:6-7).

Lebih dari seratus bagian Kitab Suci yang seperti ini yang dapat dikutip, semunya menunjukkan bahwa tidak ada pertobatan hati yang sejati jika dosa dari hidupmua tidak diusir keluar.

Anda dapat mengetahui sekalipun dosa-dosa dari hidup Anda adalah bukti dari hati yang belum bertobat dengan satu tes ini: di dalam setiap orang yang telah bertobat, keinginan utama dari hatinya adalah melawan dosa, dan keinginan utama hatinya adalah membinasakan dosa itu. Namun dalam diri orang yang masih terhilang tidaklah demikian.

Kemudian, jiwa yang telah bertobat memiliki pekerjaan baru untuk dilakukan. Ia mengarahkan hatinya kepada goal yang beru. Anda akan mulai berdoa dengan cara yang benar. Anda juga akan memiliki cara tutur kata yang baru, sejak Anda memiliki hati yang baru, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Matius 12:34).

Comments are closed.