Archive for 1 March 2011

CELAKANYA JIKA ANDA BELUM BERTOBAT

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

Ada sejumlah besar manusia yang ada di dunia ini yang belum mengalami pertobatan! Namun dalam kehidupan mereka seolah-olah semua yang mereka lakukan benar. Jika Anda datang kepada dua puluh orang dari antara mereka dan bertanya kepada mereka apakah mereka telah bertobat, beberapa dari mereka akan berkata mereka harap demikian,  tetapi mereka tidak yakin. Beberapa mungkin akan mentertawakan Anda atau bahkan menjadi marah dengan Anda karena pertanyaan Anda ini. Banyak orang yang bahkan tidak mau tahu apa pertobatan itu, bahkan walaupun Alkitab dengan jelas mengatakan kepada mereka bahwa jika mereka tidak bertobat mereka tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

Apa yang Anda pikirkan ketika seseorang bertanya kepada Anda apakah Anda sudah bertobat? Apakah Anda benar-benar telah mengalaminya? Apakah Anda pernah bertanya kepada diri Anda sendiri, “Apa yang akan terjadi kepada diri saya jika saya tidak bertobat?” Kiranya Anda dapat disadarkan kebutuhan Anda akan pertobatan melalui beberapa hal berikut ini.

1. Selama Anda tidak bertobat, Anda tidak benar-benar menjadi anak Allah, atau orang Kristen sejati, karena Anda tidak sungguh-sungguh mengenal Yesus Kristus. Oleh sebab itu Anda tidak dapat berkata bahwa Allah adalah Bapamu. Anda masih menjadi musuh Allah, karena Anda bukan anak-Nya. Hati Anda masih mengutamakan hal-hal duniawi.

Seluruh dunia dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu anak-anak Allah dan anak-anak Iblis. Hanya orang-orang yang telah bertobat yang adalah anak-anak Allah (Yohanes 1:11-12; Roma 8:9). Setiap orang yang tidak bertobat adalah anak-anak Iblis, seperti yang Kristus sendiri katakan kepada kita (Yohanes 8:44). “Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis” (1 Yohanes 3:10). Hanya dengan iman yang menyelamatkan di dalam Kristus  yang dapat menjadikan Anda sebagai anak-anak Allah (Galatia 3:26; Efesus 3:17). Orang yang tidak bertobat tidak memiliki iman yang menyelamatkan di dalam Kristus. Ketika Anda berdoa, Anda tidak dapat dihibur karena Allah bukan Bapamu. Pertobatanlah yang membuat hatimu berbalik kepada Allah, dan jika Ia tidak memiliki hatimu, Anda bukanlah anak-Nya. Tidak ada seorangpun yang tidak bertobat yang adalah anak Allah. Anda mungkin memanggil Allah sebagai Bapamu sebanyak yang Anda mau, tetapi Ia tidak akan pernah setuju bahwa Anda adalah anak-Nya kecuali Anda bertobat.

Anda mungkin memanggil Dia “Tuhan, Tuhan” sampai Anda mati, tetapi Ia akan mengatakan kepada Anda bahwa Ia tidak mengenal Anda (Matius 7:22). Anda secara natur berbeda dengan orang-orang yang telah bertobat. Natur yang sunguh menunjukkan pertobatan sejati. Oleh sebab itu Anda harus dengan rendah hati dan menghancurkan kepercayaan Anda pada kemampuan diri Anda sendiri atau percaya kepada hal-hal lain, sehingga Anda dapat dicangkokan di dalam Yesus Kristus, pohon anggur yang hidup. Tidak peduli apa yang Anda katakan, Anda hanyalah ranting yang mati, dan Anda harus dikumpulkan dan dibakar ke dalam api (Yohanes 15:1, 4-6). Tidak mungkin menjadi manusia tanpa dilahirkan, dan lebih lagi tidak mungkin menjadi orang Kristen tanpa dilahirkan kembali. Bersatu dengan Kristus dan orang-orang Kristen sejati ada di dalam hati. Kata-kata dan doa tidak akan mempersatukan hatimu dengan Yesus Kristus.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

2. Saya minta Anda untuk memikirkan hal ini lebih jauh lagi; tidak ada pengharapan keselamatan bagi orang yang tidak bertobat yang hidup dan mati dalam kondisi tanpa pertobatan. Ini adalah kebenaran, entah Anda suka atau tidak. Jika ini menyinggung Anda, Anda disinggung oleh perkataan-perkataan Kristus. Bahkan jika Anda berkata bahwa perkataan ini keras, ini adalah keterus-terangan, karena Allah tidak dapat berbohong. Ingat apa yang Kristus katakan:

“sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Ketika Anda membaca itu, Anda berat untuk mempercayainya. Apakah kemunafikan itu, itu adalah jika Anda berkata bahwa Anda adalah orang Kristen, tetapi tidak mempercayai perkataan-perkataan Yesus Kristus ini.

Apa yang ingin Anda peroleh dengan ketidakpercayaan ini? Itu hanya akan memimpin Anda kepada delusi diri sendiri dan kehancuran. Jika Anda tidak mempercayai Kristus, bagaimana mungkin saya dapat berharap Anda mempercayai saya? Suatu hari nanti Kristus akan berkata, “Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap” (Matius 22:13). Dan di sana Anda akan menangis dan mengertakan gigi.

Jika Kristus tidak dipercayai, tidak ada orang yang dapat ia percayai. Tetapi jika Kristus dipercaya, tidak ada orang yang tidak bertobat dapat masuk ke dalam kerajaan sorga. Janganlah menjadi begitu bodoh sehingga berpikir bahwa perkataan-perkataan ini adalah perkataan saya. Perkataan-perkataan ini adalah perkataan-perkataan Yesus Kristus!

Jika Setan dan dosa telah mengeraskan hati Anda sehingga Anda tidak mau percaya, ingatlah bahwa Kristus telah mengatakan kepada Anda bahwa jika Anda tetap tinggal dalam kondisi tanpa pertobatan Anda tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga. Anda akan mengingat perkataan-perkataan-Nya entah Anda mau atau tidak.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Romans 3:16).

3. Pikirkan lebih jauh lagi – ketika Anda tetap tinggal dalam ketidakbertobatan Anda tidak dapat menerima pengampunan dosa. Semua dosa yang pernah Anda lakukan menghakimi Anda. Anda harus mempertanggungjawabkan setiap kesalahan Anda di hadapan Allah. Anda akan menderita karena dosa-dosa Anda dalam kekekalan jika Anda tidak mau bertobat. Ketika Kristus berbicara tentang orang-orang yang dikeraskan hatinya oleh dosa yang tak terampunkan, karena mereka menolak anugerah-Nya yang mempertobatkan, Ia menambahkan, “supaya mereka bertobat dan mendapat ampun” – KJV (Markus 4:12). Anda dapat melihat bahwa ini maksudnya adalah dosa-dosa Anda tidak akan diampuni kecuali Anda bertobat.

Pikirkan betapa mengerikannya ini ketika seluruh dosamu tidak diampuni. Satu dosa yang tak terampunkan akan membawa Anda ke dalam penhukuman untuk selama-lamanya. Apa yang akan terjadi kepada Anda jika Anda memiliki ribuan dosa yang tak terampunkan?

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa orang berdoa yang tak terampuni ini adalah orang yang masih terhilang, sama seperti iblis mereka sendiri yang membuat dirinya terhilang. Kristus menjelaskan kepada Anda bahwa ini akan menjadi kalimat untuk Anda:

“Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnyaDepart” (Matius 25:41).

“tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka” (Ibrani 10:26-27).

Betapa mengerikannya bagi Anda yang berdiri di depan tahta pengadilan Allah dengan membawa dosa yang tak terampuni itu! Pengadilan Anda karena dosa ini akan menjadi lebih berat bagi jiwamu dibandingkan dengan gunung yang menimpa tubuhmu, dan itu akan mendorong kamu jatuh ke dalam api yang kekal. Dosa yang tak terampunkan adalah bahan bakar untuk Neraka.

Anda tidak dapat diselamatkan setelah Anda mati. Ini sudah sangat terlambat untuk diselamatkan dan untuk selama-lamanya. Anda harus bertobat sekarang, ketika Anda masih hidup, atau Anda akan menghabiskan kekekalan Anda dalam nyala api. Saya tidak mengada-ada dengan doktrin yang sangat mengerikan ini. Inilah yang diajarkan diseluruh Alkitab. Anda akan berkata, “Tuhan, Tuhan, bukalah untuk kami.” Tetapi Kristus akan berkata, “Aku tidak mengenal kamu” (Matius 25:11-12). Ia kemudian akan berkata, “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” Ini adalah kata-kata-Nya sendiri (Matius 7:21-23).

Jika Anda berharap berdiri di sebelah kanan Kristus, dan tidak dikirim ke dalam kebinasaan kekal, Anda harus menemukan Kristus sekarang untuk pengampunan atau dosa-dosa Anda. Tak seorangpun memperoleh pengampunan setelah ia mati. Saya mengatakan hal yang sama yang Petrus katakan kepada orang banyak dalam khotbahnya di Bait Suci:

“Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan…” (Kisah Rasul 3:19).

Saya berharap Anda mau memperhatikan dengan seksama perkataan-perkataan ini. Ayat ini menunjukkan bahwa tidak ada satu dosapun yang dihapuskan kecuali ia bertobat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Romans 3:16).

4. Hal selanjutnya yang saya ingin Anda pikirkan adalah bahwa: Selama Anda tidak bertobat, Anda adalah hamba dan budak Setan. Anda di bawah kuasa Setan, dan dikendalikan oleh dia sebagai tawanannya. Anda mungkin tidak berpikir demikian, namun itulah kebenarannya. Allah telah menjelaskan kepada kita bahwa itulah kondisi Anda yang sebenarnya dalam kondisi Anda yang tidak bertobat. Kecuali seseorang mengalami pertobatan ia menjadi budak tawanan Setan. Hanya ketika Anda bertobat maka Anda menjadi manusia yang merdeka – menjadi anak-anak Allah.

“Barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis… Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis …” (I Yohanes 3:8-10).

Arti dari ayat ini adalah bahwa seseorang yang memberikan hatinya untuk dosa menjadikan dia milik Iblis; dan ia yang memberikan hatinya kepada Kristus menjadikan ia anak Allah.

Iblislah yang membuat Anda membenci pikiran tentang pertobatan, atau ia membuat Anda berpikir bahwa Anda telah bertobat. Setanlah yang memberitahukan kepada Anda bahwa Anda masih memiliki banyak waktu dan tidak perlu kuatir karena Anda masih memiliki banyak waktu untuk diselamatkan. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa ini adalah pekerjaan Setan, yang menjadi alasan Kristus datang untuk membinasakannya (1 Yohanes 3:8).

Jika seseorang dimasukkan ke dalam penjara dan ditempatkan di penjara bawah tanah yang gelap, ia pasti akan berteriak, “Oh, saya mau bebas dari sini!” Anda dapat dibebaskan dari tawanan Setan – tetapi Anda tidak mau! Kristus telah menyediakan Darah-Nya sebagai penebusan atas dosa-dosa Anda. Ia menawarkannya kepada Anda. Tetapi Anda tidak menginginkannya. Allah “mau agar semua orang diselamatkan, dan mengenal kebenaran,” tetapi kebanyakan orang tidak ingin diselamatkan. Mereka ingin tetap tinggal dalam perbudakan Setan. Ingatlah ini: semua orang adalah budak Iblis kecuali mereka bertobat. Jika Anda tidak ingin hidup dan mati sebagai budaknya, jangan menunggu terlalu lama untuk bertobat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

5. Kebinasaan dan duka cita dari orang yang tidak bertobat lainnya adalah tidak ada satupun yang Anda lakukan berkenan di hadapan Tuhan. Doa, menghadiri kebekatian di gereja, membaca Alkitab, memberikan persembahan, bersaksi – tidak ada satu pun dari semua itu yang diperkenan Allah jika Anda belum bertobat. Allah tidak berkenan dengan semua itu, dan membenci semua itu, bahkan walaupun itu adalah perbuatan terbaik yang ditunjukkan oleh orang yang belum bertobat.

“Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian. ” (Amsal 28:9).

Orang-orang berdosa yang tidak bertobat tidak menyadari bahwa doa-doa mereka dan keaktifan mereka ke gereja, dan semua bentuk pelayanan yang mereka lakukan dibenci oleh Tuhan!

“Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu.” (Lukas 16:15).

“Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. ” (Mazmur 5:5).

“Setiap orang yang tinggi hati adalah kekejian bagi TUHAN” (Amsal 16:5).

Tolong jangan berpikir bahwa saya sedang menjelaskan kepada Anda untuk tidak berdoa, atau membaca Alkitab, atau pergi ke gereja. Saya pasti tidak bermaksud untuk mengatakan kepada Anda berhentilah melakukan tugas-tugas pelayanan ini. Itu semua akan menjadi berarti untuk Allah gunakan mempertobatkan Anda. Tetapi, yang sedang saya bicarakan di sini bahwa apa yang Anda kerjakan ini sama sekali tidak akan menolong Anda dan hanya akan membantu Anda menjadi seperti orang Farisi di zaman Yesus. Anda harus menarik diri dari dosa ini dan berhenti menolak anugerah Allah. Datanglah dengan segenap hatimu kepada Yesus Kristus dan bertobatlah. Tidak ada satu pun yang Anda lakukan benar-benar berkenan kepada Allah kecuali Anda bertobat.

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (Roma 8:8).

Hanya orang yang telah bertobat yang dapat diperkenan Allah. Jika Anda terus hidup seperti sekarang ini, Anda tidak akan pernah diperkenan Allah.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

6. Keruntuhan lainnya dari orang-orang yang belum bertobat adalah bahwa mereka terus menerus hidup dalam bahaya penghukuman. Walaupun Tuhan dengan sabar menahan untuk mendatangkan penghakiman-Nya, orang-orang yang tidak bertobat terus menerus hidup dalam bahaya penghukuman. Mereka hidup di bawah murka Allah. Mereka berada di bawah kutuk hukum Taurat. Mereka tidak mengetahui kapan hari penghakiman itu akan dijatuhkan kepada mereka. Tidak ada orang yang belum bertobat dapat menjelaskan berapa lama lagi ia akan hidup di dunia ini. Penghakiman dan kematian dapat datang setiap saat. Orang yang akan pergi ke Neraka tidak tahu bila mungkin saja itu terjadi hari ini. Setiap orang, jika mereka memikirkan semua ini, mereka tidak pernah dapat merasa damai dan aman. Tiap detik Anda hidup di tepi jurang Neraka! Anda bisa saja jatuh segera ke dalamnya. Anda mungkin berada di Neraka satu jam dari sekarang! Setiap pagi ketika Anda bangun, dan setiap malam ketika Anda merebahkan tubuh Anda ke tempat tidur, Anda tidak akan pernah tahu jika Anda akan berada di Neraka di hari esok.

Banyak orang yang sedang sekarat sudah ketakutan ketika mereka berpikir mungkin satu atau dua hari lagi mereka akan berada di antara iblis di Neraka! Oh, betapa ini pikiran yang sangat mengerikan! Betapa mengerikannya tinggal di antara iblis dengan cakarnya yang mengerikan, di bakar dalam api yang sangat-sangat mengerikan, tanpa obat untuk menahan asa sakit, tersiksa dengan rasa haus siang dan malam!

Biarlah pemikiran demikian membuat Anda tidak bisa tidur sebelum Anda benar-benar bertobat. Kecuali bertobat, Anda tidak akan pernah yakin dapat selamat. Anda akan terus menerus berada dalam bahaya di sepanjang waktu!

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

7. Dari semua poin ini ada hal yang mengerikan lainnya bagi orang yang belum bertobat – mereka tidak memiliki alasan untuk menikmati kedamaian walau hanya satu jam! Bagaimana orang dapat bahagia dalam kondisi seperti ini? Jika mata Anda dicelikkan, maka Anda akan mengalami ketakutan dan mencoba untuk keluar dari dosa-dosa Anda dan pikiran Anda! Anda juga akan mengalami ketakutan yang memimpin Anda masuk ke dalam pertobatan, jika semua hal ini menjadi riil bagi Anda.

Ini sama persis dengan apa yang terjadi ketika seseorang ingin bunuh diri, sangat mirip dengan orang yang mengalami pertobatan – namun bedanya itu tanpa anugerah. Dalam hal bunuh diri, pikiran melihat hidup ini tanpa pengharapan. Tidak ada ketenangan, siang maupun malam, seperti itulah kondisi depresi pada saat melihat hidup tanpa pengharapan. Sehingga, seseorang memutuskan untuk bunuh diri. Dalam hal pertobatan, bagian pertamanya sama dengan itu. Seseorang mengalami depresi siang maupun malam. Mereka melihat hidup ini tidak ada pengharapan dan dosa-dosa mereka sendiri terlihat begitu mengerikan. Tetapi, oleh anugerah, mereka dengan sepenuh hati berbalik kepada Kristus – dari pada bunuh diri. Dengan cara inilah depresi memimpin orang untuk bunuh diri atau bertobat yang mana mula-mulanya sangat mirip.

Biarkanlah pikiran ini datang kepada Anda ketika Anda sedang tertawa bersama dengan teman-teman Anda – “Oh, tetapi saya belum bertobat!” Ketika Anda di tempat kerja, atau di sekolah, atau di tempat bermain, sebaiknya Anda berpikir, “Oh, tetapi saya belum bertobat!” Dan setiap malam, ketika Anda mau tidur, kiranya Anda berpikir, “Oh, tetapi saya belum bertobat!”   Kiranya pikiran ini datang ke dalam pikiran Anda ketika Anda bangun di pagi hari – simpanlah pikiran ini, “Saya belum bertobat.” Segala sesuatu yang Anda lihat atau pikirkan tentang itu semua akan mengingatkan Anda bahwa Anda belum bertobat – sampai Anda mau keluar dari kondisi yang sangat menyedihkan itu.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

8. Lebih lanjut, pikirkan, bahwa orang yang belum bertobat dan menolak keselamatan akan meningkatkan kebinasaan dan kesengsaraan mereka. Menjadi tidak bertobat ketika hidup di tengah-tengah orang-orang yang masih terhilang tidaklah mengherankan, beberapa orang lebih lagi berada dalam kegelapan seperti pada tengah malam. Tetapi menjadi tidak bertobat ketika berada di gereja dimana Injil selalu dikhotbahkan maka tidak ada alasan lagi, dan ini akan membuat kebinasaanmu bahkan lebih dahsyat pada hari Penghakiman.

Allah belum meninggalkan Anda di dalam kegelapan. Tetapi Anda menutup mata Anda, dan berpaling dari kebenaran, serta menolak untuk berpikir dengan serius tentang semua hal ini.

Anda harus mengerti bahwa khotbah yang Anda sedang dengar akan mempertobatkan atau menghukum Anda. Penolakan Anda untuk bertobat justru membuat pemberontakan Anda lebih dahsyat lagi, dan dosa-dosa Anda menjadi lebih buruk lagi, dibandingkan mereka yang memang tidak menghadiri gereja yang mengkhotbahkan Injil.

Ingatlah ini, jika Anda mati tanpa pertobatan, Anda akan dihakimi. Orang-orang yang telah mendengar banyak khotbah akan mendapatkan tempat yang paling buruk di Neraka – penghukuman terdahsyat.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

9. Pikirkan lagi, lebih jauh Anda hidup dalam kondisi tanpa pertobatan, maka semakin lebih besar lagi penghukuman bagi Anda nantinya. Selama Anda tidak bertobat, Anda terus menerus hidup dalam pemberontakan melawan Allah. Anda menolak anugerah-Nya. Anda lebih mencintai dunia dan dosa dari pada Dia. Anda mengingkari Dia di dalam hati Anda.

Orang yang belum bertobat senantiasa berpikir buruk tentang orang yang telah bertobat. Tetapi mereka bahkan lebih buruk lagi menghukum diri mereka sendiri. Mereka mentertawakan kita, namun sebenarnya mereka sedang menyakiti dan melukai diri mereka sendiri. Mereka menggoda orang lain untuk melakukan dosa, namun dengan demikian justru menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalamnya. Mereka menyepelekan khotbah ini, namun itu justru mengirim diri mereka sendiri ke dalam api Neraka.

Juga, pikirkanlah tentang fakta bahwa ketika Anda tetap tidak mau bertobat, berarti Anda betumbuh lebih dan lebih keras lagi di dalam dosa. Dan Allah akan meningalkan Anda lebih dan lebih lagi. Roh Kudus akan undur darimu. Dengan terus menerus hidup dalam dosa akan membuat diri Anda semakin buruk dan lebih buruk lagi.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).

10. Selama Anda tetap tidak mau bertobat, berarti Anda merampok kebahagiaan Anda sendiri. Allah menawarkan kebahagiaan kepada Anda, dan Anda dapat memilikinya, tetapi Anda tidak mau menerimanya dengan menolak untuk bertobat. Sebenarnya Anda dapat memiliki Allah dari pada dunia, Kristus dari pada diri Anda sendiri yang penuh dosa, dan Roh Kudus dari pada Setan yang selalu menipu Anda. Anda dapat memiliki kesucian dari pada kejahatan, pembenaran dari pada penghukuman, berkat dari pada kutuk, damai sejahtera dari pada teror dan keamanan semu. Anda tidak tahu apa yang telah Anda biarkan terhilang setiap hari jika Anda tetap tidak mau bertobat – dan itu jauh lebih [berharga] dari kesenangan yang dosa dapat berikan kepada Anda.

Tanyakan itu kepada setiap orang yang telah bertobat jika Anda tidak percaya kepada saya. Tanyakan kepada mereka, apakah mereka mau kembali hidup dalam kondisi tanpa pertobatan. Jika orang-orang ini menemukan bahwa mereka tidak menjadi lebih baik dari sebelumnya, pastilah mereka mau kembali kepada keadaan sebelumnya yaitu pada saat mereka belum bertobat. Tetapi para petobat sejati tidak akan melakukan ini untuk alasan apapun juga!

Jika Anda tahu bahaya hidup yang sedang Anda hadapai sekarang, Anda harus segera meninggalkannya sama seperti orang yang segera lari keluar dari rumah yang terbakar, atau seseorang yang akan segera meninggalkan kapalnya yang bocor di lautan, karena jika ia tidak segera berenang ke pantai ia akan mengalami karam kapal dan tenggelam. Dan jika Anda tahu bahwa lebih baik Anda bertobat, Anda tidak akan menunggu lebih dari satu hari untuk melakukannya.

Saya sekarang mau menunjukkan kepada Anda apa maksudnya menjadi tidak bertobat. Jika Anda dengan berani terus menerus hidup dalam ketidak-percayaan, dan dengan gegabah menolak apa yang saya sampaikan, jika Allah meninggalkan Anda sendirian, atau jika kematian datang kepada Anda yang masih dalam kondisi belum bertobat – maka Anda tidak dapat menyalahkan siapapun selain menyalahkan diri Anda sendiri.

“Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka” (Roma 3:16).


TANYAKAN PADA DIRI ANDA SENDIRI – “SUDAHKAH SAYA BERTOBAT?

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam dirimu? Sebab jika tidak demikian kamu tidak akan tahan uji.” (II Korintus 13:5)

Richard Baxter sebagaimana dijelaskan kembali ole Dr. R.L. Hymers, Jr. dalam bukunya A Puritan Speaks To Our Dying Nation memberikan empat hal berikut ini tentang alasan untuk menguji apakah Anda benar-benar bertobat atau belum.

Mengapa Saya Katakan Anda Harus Bertobat?

Pertama, karena ini adalah hal yang sangat serius atau penting. Setiap orang diperhadapkan oleh keputusan yang harus diambil dalam hidupnya. Entah itu dalam dunia bisnis, pendidikan, memutuskan untuk menikah dan keputusan-keputusan lainnya. Setiap keputusan pasti ada keuntungan yang ingin dicapai dan sekaligus harus siap menghadapi resiko yang mungkin ditimbulkan oleh keputusannya. Setiap keputusan yang kita buat dalam hidup kita memiliki resiko tertentu yang harus kita hadapi. Orang yang berhikmat akan mengetahui resiko apa yang akan dihadapinya jika ia memutuskan sesuatu. Dan jika ia tahu bahwa ia dapat menghindari atau memiliki jalan keluar dari resiko itu, sudah pasti ia tidak akan mengambil resiko itu.

Neraka adalah resiko yang harus dihadapi oleh semua manusia jika ia tidak mau bertobat dan diselamatkan. Mungkin Anda berkata dalam hati Anda, bahwa karena Anda atau tak seorangpun belum pernah melihat Neraka dan Sorga, maka percaya bahwa tempat itu ada bukanlah sesuatu yang serius.

Orang buta sejak lahir tentu tidak pernah melihat mata hari. Namun apakah bijaksana jika ia tidak percaya bahwa matahari itu tidak ada karena dia tidak pernah melihat atau karena tidak bisa melihat? Mungkin Anda tidak pernah melihat kota New York, namun apakah bijaksana jika Anda berkata bahwa kota New York itu tidak ada karena Anda belum pernah melihatnya? Percaya Neraka dan Sorga atau tidak adalah hal yang serius. Karena jika Anda memutuskan untuk tidak percaya, maka tanpa Anda sadari Anda sedang menuju tempat itu, Neraka. Jika Anda tidak menganggap bahwa pertobatan Anda adalah sesuatu yang sangat serius dan keputusan terpenting dalam sepanjang hidup Anda, Anda sedang menghadapi resiko terbesar dalam hidup Anda, walaupun sebenarnya Anda bisa menghindarinya jika Anda bertobat hari ini.

Jika saya bisa, saya ingin mengajak Anda untuk jalan-jalan ke Neraka sekarang. Namun saya tahu bahwa itu tidak mungkin bisa saya lakukan. Oleh sebab itu, yang bisa saya lakukan adalah mengajak Anda membayangkan kita sekarang pergi jalan-jalan ke Neraka. Tujuannya adalah untuk mewawancarai mereka yang ada di Nereka. Kita bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian berada di sini, apakah Anda memang suka berada di sini?” Saya yakin semuanya akan menjawab, “Tidak, saya sebenarnya tidak mau ada di sini?” Kita lanjutkan pertanyaan kita, “Lalu mengapa sekarang kalian ada di sini? Apakah semasa masih hidup di dunia, kalian tidak pernah mendengar bahwa Yesus dapat menyelamatkan kalian dari hukuman ini dan menolong kalian untuk pergi ke Sorga?” Saya yakin di antara mereka mungkin ada yang menjawab, “Tidak pernah!” Namun saya juga yakin pasti ada yang menjawab, “Ya, saya pernah mendengar itu!” Kita lanjutkan pertanyaan kita kepada kelompok ini, “Lalu mengapa kalian ada di sini, apakah kalian tidak mau percaya kepada Dia? Apakah Anda tidak mau pergi ke sorga?” Marilah kita dengarkan penjelasan salah satu dari mereka; “Sebenarnya saya tidak mau pergi ke sini. Saya ingin pergi ke sorga. Saya tahu saya harus percaya Yesus, dan sebenarnya saya mau. Pada waktu pengkhotbah menyerukan supaya saya bertobat dengan sungguh-sungguh, supaya saya mau diselamatkan dan dilahirbarukan, dan pengkhotbah itu memberikan ­altar-call dan mengundang saya untuk mengambil keputusan dan maju ke depan, saya masih enggan untuk melakukannya. Saya masih banyak urusan duniawi, tetapi saya akan mengambil keputusan di lain waktu. Ketika saya pulang dari gereja, hati saya begitu susah, selain mengingat khotbah tadi, masih banyak urusan bisnis yang harus saya selesaikan. Dalam suasana kekacauan hati saya itu membuat saya kehilangan kendali setir mobil saya dan mobil saya menabrak sebuah pohon besar di pinggir jalan. Dan saya tidak tahu lagi apa yang terjadi, yang saya tahu hanyalah ini, yaitu tiba-tiba saya berda di tempat ini.”

Perhatikanlah! Orang ini telah mengambil keputusan dalam kebodohanya untuk lebih memikirkan hal-hal duniawi dari pada keselamatan jiwanya. Tuhan Yesus pernah berkata, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Matius 16:26). Dia mau mengambil resiko terbesar dalam hidupnya walaupun ia tahu dapat menghindarinya, jika ia mau segera mengambil keputusan untuk bertobat selagi kesempatan masih diberikan kepadanya. Ia tidak menganggap pertobatan sebagai sesuatu yang serius, bahkan bisnisnya lebih serius dari itu. Apakah ini gambaran dari Anda?

Kedua, Anda harus yakin bahwa Anda benar-benar telah bertobat atau diselamatkan, sebab banyak orang hidup dan mati tanpa pertobatan. Saya yakin tidak ada separuh dari jumlah manusia di dunia saat ini yang mengatakan bahwa mereka telah diselamatkan. Dan lebih menyedihkan dari semua orang yang mengatakan dirinya sudah diselamatkan menurut perkiraan A.W. Tozer hanya 10 % yang benar-benar sudah di selamatkan. Ini menunjukkan fakta bahwa banyak orang hidup dan mati tanpa pertobatan. Saya mau Anda adalah salah satu dari yang 10 % itu. Oleh sebab itu Anda harus benar-benar tahu dan yakin bahwa Anda adalah orang yang sungguh-sungguh sudah bertobat.

Ketiga, Anda harus yakin bahwa anda benar-benar telah bertobat, karena gagal memahami inilah yang menyebabkan sedikit sekali orang Kristen yang benar-benar bertobat. Berapa persen dari Anda sekalian yang benar-benar memahami bahwa Anda adalah orang yang sungguh-sungguh diselamatkan dan bisa menjelaskan bagaimana Anda diselamatkan. Saya telah bertemu dengan banyak jemaat atau orang Kristen yang ketika saya bertanya tentang pertobatannya mereka tidak bisa menjelaskan kepada saya bagaimana mereka bisa mengatakan bahwa dirinya sudah diselamatkan. Paling-paling mereka hanya berkata asal saja, yaitu “Ya pokoknya percaya kepada Yesus!” Jawaban ini benar. Tetapi apakah  mereka memahami apa yang mereka katakan ini?

Orang yang sungguh-sungguh bertobat dapat memahami bahkan dapat menjelaskan apa arti pertobatan itu. Apakah arti dilahirkan kembali. Kalau saya mengatakan kepada Anda Sea Food itu masakan yang enak sekali, berarti saya bisa menjelaskan kepada Anda alasan saya mengatakan itu. Sangatlah mengherankan kalau Anda mengatakan sudah bertobat, sudah diselamatkan, namun tidak bisa menjelaskan bagaimana Anda diselamatkan. Dan jika Anda cek di lapangan, tidak sedikit orang Kristen yang seperti ini. Oleh sebab itu, ketidakpahaman akan pertobatan dirinya sendiri menyebabkan begitu sedikitnya orang Kristen yang benar-benar bertobat. Hanya 10 %.

Keempat, Anda tidak boleh merasa puas sampai Anda benar-benar yakin bahwa Anda telah diselamatkan, karena ini akan menjadi pengetahuan yang akan benar-benar memberkati Anda. Ketika saya masih kecil dan belum mangalami pertobatan, saya tidak pernah hidup dalam damai sejahtera, karena saya selalu membayangkan api Neraka dan saya yang sedang ada di dalamnya. Pengajaran guru-guru Sekolah Minggu saya selalu mengganggu hidup saya. Mereka selalu mengajar, “Anak-anak, jadi anak Tuhan itu harus jujur. Tidak boleh suka bohong dan mencuri. Bohong itu dosa. Mencuri itu dosa. Dan orang berdosa pasti masuk Neraka!” Guru Sekolah Minggu saya tidak pernah menjelaskan kepada saya bagaimana cara menyelesaikan dosa ini dan mengalami pertobatan. Sebaik-baiknya anak kecil pasti ada pengalaman berhohong, entah kepada teman maupun orang tua. Pasti ada pengalaman mencuri walaupun hanya mencuri Rp. 50,- dari uang orang tua. Pasti ada pengalaman iri hati jika melihat teman mempunyai mainan yang bagus atau makanan enak. Dengan demikian saya menempatkan diri saya sebagai orang berdosa yang harus masuk Neraka.

Setiap malam sebelum tidur saya mengalami ketakutan yang luar biasa. Saya takut tidak bisa melihat hari esok dan mati pergi ke Neraka. Bayangan api Neraka dan saya yang kesakitan di dalamnya terus hadir dalam pikiran saya. Bahkan tidak jarang saya berkata dalam hati saya, mengapa Tuhan menciptakan Neraka? Mengapa Tuhan menciptakan saya, kalau  harus pergi ke Neraka. Pembaharuan terjadi ketika saya mengalami pertobatan dan memperoleh kesalamatan. Saya tahu bahwa saya manusia berdosa yang terpisah dari Allah dan harus dimurkai, namun Kristus telah menggantikan penghukuman yang seharusnya saya terima di kayu salib dan menjembatani saya dengan Bapa. Dia telah menebus saya dan saya memiliki jaminan keselamatan. Kengerian api Neraka tidak membayangi saya lagi. Saya tidak akan pergi ke Neraka, namun saya akan pergi ke Sorga, karena saya telah percaya kepada Kristus.

Saya percaya banyak orang Kristen yang belum sungguh-sungguh bertobat dan tidak bisa memahami arti pertobatan hidup dalam ketakutan seperti yang pernah saya alami sebelum bertobat. Namun jika Anda benar-benar tahu bahwa Anda sudah bertobat, maka pemahaman itu akan memberkati Anda, seperti bagaimana setelah saya mengalami pertobatan, saya hidup dalam damai sejahtera tanpa ketakutan. Saya memiliki jaminan dari Tuhan bahwa kapan saja saya mati, saya pasti masuk sorga.

Apakah Bukti yang Menunjukkan Bahwa Anda Belum Bertobat?

Lagi Richard Baxter memberikan enam test negatif untuk menunjukkan bahwa seseorang belum sungguh-sungguh bertobat.

Pertama, orang yang tidak melihat dan menyadari bahwa dosanya adalah kejahatan terbesar yang patut dimurkai Tuhan, bukanlah orang yang benar-benar bertobat. Orang yang tidak pernah merasa bahwa dosa-dosanya harus diampuni oleh darah Kristus bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Dr. R.L. Hymers, Jr., dalam khotbah yang disampaikan di di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, pada tanggal 23 Maret 2003 dengan tema, “Why Believing in the KJV is Not Enough?” berkata;

Saya tidak yakin dengan apa yang seseorang katakan tentang apa yang disebut mempertahankan iman – jika ia mencuri uang untuk proyek pelayanannya, ia bukan orang Kristen yang baik – entah ia percaya KJV atau tidak! Ada “pembela” KJV yang berpikir adalah rohani mempertunjukkan perbuatan-perbuatan kedagingan – seperti yang tertulis dalam Galatia 5:19-21.  Omong kosong!

Engkau tidak dapat berpura-pura memiliki buah Roh (Galatia 5:22-23). Sifat murah hati orang Kristen, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri dan sebagainya, hanya keluar dari hati yang benar-benar telah bertobat. Itulah “buah Roh.” Beberapa orang yang mengganggap ini sepele, menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki buah Roh dalam hati mereka. Selanjutnya, mereka berpikir bahwa perbuatan daging adalah buah Roh! Mereka tidak dapat membedakannya.

Banyak orang Kristen, bahkan yang berani mengatakan dirinya telah diselamatkan, namun dalam hidupnya tidak pernah menunjukkan buah-buah pertobatannya. Mereka pergi ke gereja hanya sebagai rutinitas dan tidak mempedulikan apakah mereka sudah mengalami pengampunan melalui pertobatan sejati atau belum. Mereka menganggap sepele perlunya pertobatan yang sejati. Saya percaya orang semacam ini bukanlah orang yang telah sungguh bertobat.

Kedua, orang yang tidak menghargai kasih karunia sebagai sesuatu yang agung bukanlah orang yang telah mengalami pertobatan. Kasih karunia adalah pemberian cuma-cuma. Inilah keselamatan di dalam Kristus. Diberikan secara cuma-cuma bukan karena barang murahan yang tidak ada harganya. Seringkali orang berpikir kalau membeli sesuatu dengan harga yang murah atau dengan discount 20 % atau 50 % adalah barang murahan. Begitu juga karena mereka melihat bahwa kasih karunia ini diberikan dengan cuma-cuma atau discount 100 %, maka mereka menganggap murah kasih karunia Allah. Namun saya mau menegaskan kepada Anda, kasih karunia Allah bukan barang murahan seperti yang Anda pikirkan, namun ini adalah sesuatu yang tidak ternilai harganya. Diberikan dengan cuma-cuma karena tidak seorangpun dapat membelinya walaupun diberi discount 99 %. Orang yang memandang kasih karunia keselamatan dalam Kristus sebagai sesuatu yang murahan dan tidak menghargainya dan bahkan berpikir bahwa mereka harus melakukan dengan kekuatannya sendiri untuk beroleh selamat bukanlah orang yang benar-benar bertobat (Ef. 2:8-9).

Ada orang Kristen yang bahkan berpikir karena dirinya sudah diselamatkan, sudah dimerdekakan oleh Kristus, maka mereka bebas untuk melakukan dosa, sebab dosanya yang dulu, sekarang, bahkan yang akan datang sudah ditebus oleh Tuhan. Namun Firman Tuhan berkata, “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13). Kemerdekaan dalam Kristus adalah kemerdekaan dari dosa. Artinya kalau Anda telah dimerdekakan dari perbudakan dosa, berarti Anda akan bebas dari perbuatan dosa atau bebas untuk tidak berbuat dosa dan bukan justru bebas berbuat dosa. Jika Anda berpikir bahwa arti kemerdekaan berarti bebas berbuat dosa, maka Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh merdeka. Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat, karena Anda tidak menganggap agung kasih karunia Allah di dalam Kristus.

Ketiga, orang yang tidak pernah memiliki hati dan pengharapan untuk sorga, bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat. Keselamatan seharusnya menjadi sumber sukacita yang besar bagi orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Sorga adalah tempat yang selalu diharapkan oleh orang yang sungguh-sungguh bertobat. Alangkah mengherankan jika ada orang yang mengaku sudah diselamatkan, namun dalam pikirannya hidup di dunia lebih enak dari pada di sorga. Orang-orang demikian biasanya lebih memikirkan kehidupannya di dunia ini daripada pengharapannya akan sorga. Orang yang demikian bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Keempat, orang yang tidak pernah merasa sedih dan menderita ketika melihat dosa dan tidak membenci dosa bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat. Orang yang telah dimerdekan tidak akan sejahtera ketika ia jatuh ke dalam dosa. Ia akan segera bertobat. Bedanya orang yang sudah bertobat dan belum bertobat adalah jika orang yang sudah bertobat jatuh ke dalam dosa, ia akan segera sadar dan bertobat dan mengalami pengampunan. Ia tidak sejahtera untuk tinggal lebih lama lagi dalam kehidupannya yang berdosa. Namun orang yang belum sungguh-sungguh bertobat, tatkala ia jatuh dalam dosa, ia bukannya segera sadar dan berbalik kepada Allah, namun justru menyelam makin dalam tanpa perlu untuk bertobat dan menerima pengampunan. Ia menikmati kehidupan dalam dosa. Jika Anda tidak merasa sedih dan menderita ketika melihat dosa dan membenci dosa, apalagi dosa yang Anda lakukan, Anda bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Ketika saya memberikan pelayanan di Efata Rotterdam Church, Negeri Belanda, gembalanya menceritakan kepada saya tentang bagaimana hancurnya kekristenan Belanda. Ia menggambarkan bagaikan Samson yang telah menjadi buta, itulah kekristenan Belanda. Ia juga memberitahukan kepada saya bahwa banyak orang Indonesia yang sudah terpengaruh oleh kehidupan penduduk asli, misalnya hidup dalam dosa dan ‘kumpul kebo’. Saya kaget ketika ia berkata bahwa orang-orang yang hidup secara ‘kumpu kebo’ ini tidak merasa perlu untuk bertobat. Mereka menuntut gereja untuk memberi kesempatan kepada mereka untuk ambil bagian dalam pelayanan gerejawi tanpa mau meninggalkan kehidupannya yang penuh dengan dosa. Gereja yang menjaga kekudusan Tubuh Kristus menolak mereka untuk ambil bagian dalam pelayanan suci gerejawi, kecuali kalau mereka mau bertobat dan meninggalkan kehidupan ‘kumpul kebo’ atau hidupnya yang penuh dengan dosa. Sungguh mengherankan, karena disiplin gereja ini tidak membuat mereka sadar dan bertobat, justru akhirnya mereka membentuk persekutuan sendiri, yang terdiri dari orang-orang yang sama dan untuk pelayanan mimbar mereka mengundang para pengkhotbah yang mereka pikir bisa dibayar.

Orang-orang seperti di atas memiliki antusias pelayanan, walaupun kita tidak tahu apakah motivasi mereka. Saya tidak berpikir bahwa orang yang menganggap sepele dosa, bahkan dosa yang sangat menyedihkan ini adalah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Kelima, orang yang tidak memiliki hati yang sungguh-sungguh untuk mengemban tugas suci dari Tuhan, yaitu misalnya menjaga kekudusan dan menuruti firman Tuhan, bukanlah orang yang telah bertobat.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah dating.” (II Korintus 5:17)

Kata ciptaan baru di sini dalam bahasa aslinya adalah ‘ktisis’ yang berarti ‘creation’ atau sejajar dengan kata ‘bara’ dalam bahasa Ibrani P.L. yang berarti ex nihillo, ‘dari tidak ada menjadi ada’. Paulus ingin menjelaskan bahwa arti ‘ciptaan baru’ adalah ciptaan yang benar-benar baru bukan ciptaan baru yang dibangun di atas manusia lama, karena manusia lama telah mati dalam kematian Kristus ketika kita percaya. Oleh sebab itu, jika Anda adalah ciptaan baru, orang yang telah sungguh-sungguh bertobat, Anda tidak akan sejahtera hidup dalam dosa. Kehidupan dosa adalah karakter dan esensi manusia lama, bukan manusia baru. Oleh sebab itu, orang yang tidak menjaga kekudusan dan menuruti Firman Tuhan, bukanlah ciptaan baru. Ia bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat.

Salah satu ciri yang nyata bagi orang yang telah diselamatkan adalah ingin agar orang lain juga diselamatkan. Jika Anda tidak memiliki kerinduan hati agar orang lain diselamatkan, saya ragu apakah Anda benar-benar telah bertobat. John Newton sebelum bertobat adalah seorang penjahat. Ia adalah seorang pedagang budak. Namun setelah bertemu dengan Yesus, ia mengalami perubahan yang luar biasa. Ia menjadi ‘ciptaan baru’. Ia meninggalkan pekerjaannya dan menyerahkan diri untuk melayani Tuhan, menjadi hamba Tuhan. Ia menggembalakan jemaat di sebuah kota kecil. Pertobatannya menuntunnya kepada suatu perubahan hidup yang luar biasa. Menjauhi dosa dan melayani Tuhan dengan semangat dan kerinduannya agar setiap orang boleh memperoleh kasih karunia keselamatan yang begitu besar terlukis dari lagu yang diciptakannya yang telah memberkati banyak orang di seluruh dunia, yaitu Amazing Grace! How Sweet the Sound yang digubahnya pada tahun 1779.

Sangat besar anugerahNya, yang t’lah kualami!

Sesat Aku dulu kala, S’lamatlah ku kini

Oleh anugerah hilanglah, segala takutku

Betapa indah anugerah, memb’ri berkat restu

Sering bahaya dan jerat, mengancam hidupku

Oleh anugerah ku s’lamat, ke sorga ku tuju

Di rumah Bapa yang baka, T’rang bagai sang surya

Sejuta tahun ku di sana, tak habis ku puja!

(Amazing Grace, terjemahan LLB Sangat Besar Anug’rahNya)

Keenam, orang yang mengasihi apa yang ia miliki di dunia ini lebih dari kasihnya kepada Kristus bukanlah orang yang sungguh-sungguh bertobat.

Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, jualah segala milikimu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya. Yesus berkata kepada murid-muridNya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi orang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga.” (Matius 19:21-23)

Orang muda yang kaya ini tidak dapat masuk sorga bukan oleh karena ia kaya dan juga bukan oleh karena ia tidak mau menjual hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin. Ia tidak dapat masuk sorga karena ketika diperhadapkan pada pilihan, antara mengikut Yesus atau mempertahankan hartanya, ia memilih untuk mempertahankan harta miliknya. Orang yang lebih mengasihi apa yang ia miliki di dunia ini lebih daripada kasihnya kepada Kristus, ia bukanlah orang yang telah sungguh-sungguh bertobat dan tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan Sorga.

Di sini saya tidak bermaksud supaya Anda semua menjual seluruh harta yang Anda sekalian miliki dan memberikannya kepada gereja atau kepada orang-orang miskin untuk menunjukkan bahwa Anda telah bertobat – walaupun jika Anda lakukan itu baik – namun di sini saya mau menegaskan, jika Anda diperhadapkan pada pilihan untuk memilh harta dunia atau memilih Kristus, apakah Anda dapat melepaskan harta dunia dan memilih mengikut Kristus? Jika Anda lebih memilih harta dunia, maka Anda sama seperti orang muda yang kaya dalam Matius 19:16-26, Anda belum sungguh-sungguh bertobat. Anda tidak layak untuk masuk ke dalam kerajaan Sorga, lebih sulit dari “seekor unta masuk lobang jarum” (Matius 19:24).

Apakah Bukti Bahwa Anda Sudah Bertobat?

Sambil membandingkan dengan bukti-bukti bagian kedua di atas, marilah kita melihat empat bukti yang menunjukkan bahwa Anda benar-benar sudah bertobat. Bahasa asli Alkitab, bahasa Yunani memiliki beberapa kata dan pengertian yang dalam untuk kata “bertobat” ini. Bahasa Yunani ‘epistrepho’ yang dalam Alkitab bahasa Inggris KJV diterjemahkan dengan kata “conversion” atau ‘konversi” memiliki arti “to turn around and towards” atau “ berpaling atau berbalik dan ke arah”. Richard Baxter menjelaskan dari kata ini menunjukkan bahwa ada dua sisi pertobatan, yaitu di satu sisi berarti berpaling dari dosa dan di sisi lain mengubah menjadi arah kepada Kristus. (Dr. R.L. Hymers, Jr., A Puritan Speaks to Our Dying Nation, hal. 50). Kata kedua dari kosakata Yunani Alkitab untuk bertobat adalah ‘metanoia’ yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “repentance’ yang berarti ‘to undergo a change in frame of mind and felling’ dan ‘to make a change of principle and practice’ atau ‘reform’ (Wesley J. Perchbacher, The New Analitycal Greek Lexicon, hal. 272) atau secara sederhana ini berarti ‘suatu perubahan kerangka pikiran dan perasaan, perubahan prinsip dan praktek hidup, atau kembali ke bentuk semula, yaitu bentuk manusia sebelum jatuh ke dalam dosa’. Richard Baxter menjelaskan bahwa ini “menunjukkan perubahan pikiran – dari mengasihi dosa kepada mengasihi Kristus, dan membenci dosa.” (hal. 50). Kata ketiga adalah ‘palingenesia’ yang sering diterjemahkan dengan kata ‘regenartion’ atau ‘kelahiran kembali’, yang memiliki kemiripan makna dengan kata ‘metanoia’ namun sedikit berbeda, karena kata ini lebih mengacu ‘perubahan’ dalam pengertian ‘lahir kembali’, yaitu perubahan dari ‘manusia lama’ menjadi ‘manusia baru’. Dan kata keempat adalah ‘hagiasmos’ yang juga bisa berarti ‘conversion’ dan ‘sanctification’. Kata ini mengacu kepada kedalaman kasih untuk Tuhan, dan kesucian hidup yang keluar dari kasihnya kepada Tuhan itu.

Dari studi kata di atas, cukuplah jelas bagi kita apa arti dari sebuah ‘pertobatan sejati itu’.  Dan apakah sifat atau natur pertobatan itu. Richard Baxter memberikan empat ‘nature of conversion’ atau sifat pertobatan, yaitu “change of mind, chage of heart, change of life dan change of affections.” Untuk melihat apakah Anda sudah sungguh-sungguh bertobat atau belum, Anda dapat memeriksa diri Anda dari keempat perubahan ini yang seharusnya terjadi pada diri Anda.

Pertama, Apakah Anda telah mangalami perubahan pikiran (change of mind). Ketika seseorang mengalami pertobatan, maka mata dan pikirannya terbuka untuk memahami kebenaran. Orang yang belum sungguh-sungguh bertobat akan meragukan kebenaran Injil Kristus yang menyelamatkan. Mungkin mereka pernah mendengar, namun tidak mengerti, karena hatinya telah dibutakan oleh Iblis.

Alkitab berkata,

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.” (II Korintus 4:3-4)

Orang yang belum sungguh-sungguh bertobat tidak memiliki perhatian yang serius terhadap kebenaran Injil. Yang menjadi perhatian utama dalam hidupnya adalah hal-hal duniawi. Mereka tidak merasa perlu serius mendengarkan khotbah atau membaca Alkitab, karena itu bukanlah yang utama dalam hidup mereka. Namun jika Anda sungguh-sungguh bertobat ada perubahan pikiran dalam diri Anda, yang mana jika dulu Anda tidak menggap khotbah atau firman Tuhan sebagai hal yang harus menjadi perhatian utama dan serius Anda, namun sekarang, setelah bertobat, Anda lebih serius memperhatikannya.

Perubahan pikiran juga berarti bahwa Anda bertobat atau berbalik dari ketidakpercayaan kepada iman yang sejati. Sebelum bertobat Anda adalah seorang peragu. Anda ragu terhadap janji-janji Tuhan, ragu terhadap Firman Tuhan, bahkan ragu terhadap keselamatan Anda sendiri. Namun setelah bertobat seharusnya Anda tidak ragu lagi akan semua itu. Anda hidup penuh dengan iman yang sejati kepada Allah dan Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Sebelum bertobat Anda tidak merasa penting untuk menilai apakah pengajaran di gereja Anda selama ini benar atau salah. Namun jika Anda benar-benar bertobat, maka ada suatu perubahan pikiran. Anda akan berusaha mencari kebenaran dan bahkan berani menasehati, menegur, bahkan meninggalkan pengajar yang mengajarkan hal yang salah. Atau yang lebih baik mengajak diskusi pengajar Anda untuk bersama-sama kembali kepada kebenaran Alkitab

Kedua, Apakah Anda telah mengalami perubahan hati (change of hearts). Perubahan pikiran yang saya maksud di atas sama dengan perubahan perasaan (feeling). Dan perubahan hati (change of hearts) yang saya maksudkan di sini adalah perubahan kehendak (will). Perubahan pikiran mempersiapkan Anda untuk mengambil keputusan atau berkehendak (will). Ketika Anda bertobat, Anda bukan hanya sekedar tahu dan berpikir (change of mind) harus memiliki dan memanifestasikan kasih Kristus, namun Anda juga harus memiliki kerinduan yang dalam untuk melakukan itu (change of hearts).

Ketika seseorang diselamatkan Tuhan memberikan hati yang baru dan bahkan Yesus sendiri diam atau tinggal dalam hatinya. Seringkali orang Kristen salah berdoa kepada Tuhan. Misalnya ada orang Kristen yang berdoa, “Tuhan berikanlah kasihMu kepadaku!” Doa demikian menurut saya adalah doa yang salah. Dan saya percaya Tuhan akan menjawab doa Anda demikian, “AnakKu, jika engkau meminta kasihKu kepada Ku, Aku tidak dapat memberikan kepadamu, karena Aku tidak memiliki kasih.” Saudaraku! “God has not love” tetapi “God is love”. Allah tidak memiliki kasih, tetapi Dia adalah kasih. Jika Anda mau memiliki kasih, mintalah Yesus tinggal dalam hatimu, bertobat, maka Yesus yang adalah kasih itu menjadi sumber kasih, damai sejahtera yang terus mengalir dari hatimu ke dalam seluruh hidupmu yang tiada henti-hentinya. Inilah apa yang saya maksud dengan change of heart.

Ketiga, Apakah Anda telah mengalami perubahan hidup (change of life). Perubahan pikiran dan hati seringkali bersifat subyektif, karena tidak ada seorangpun yang dapat melihat dengan jelas isi hati dan pikiran seseorang. Ada pepatah, “Dalamnya lautan bisa diukur, namun siapa yang dapat mengukur dalamnya hati dan pikiran manusia?” Oleh sebab itu, bertobat bukan hanya berarti perubahan pikiran dan hati, tetapi juga perubahan hidup (change of life). Apa yang nampak dalam kehidupan sehari-hari dari orang yang telah bertobat seharusnya memancarkan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. Orang yang bisa ber-acting, pura-pura baik untuk dinilai orang sebagai orang yang telah bertobat saja belum tentu sudah benar-benar bertobat – seperti kemunafikan orang Farisi – apalagi yang dalam kehidupan sehari-harinya sama sekali tidak mencerminkan orang yang telah bertobat, mana mungkin memiliki hati yang sudah diubah, atau bertobat. Oleh sebab itu, Yesus berkata, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.”

Keempat, Apakah Anda mencari kebahagian sorgawi lebih dari pada kebahagiaan duniawi (change of affection). Tanpa saya perlu mendorong Anda untuk mengasihi diri sendiri, Anda sudah melakukannya. Karena omong kosong kalau ada orang yang mengatakan tidak mengasihi dirinya sendiri. Untuk apa Anda bekerja? Karena Anda ingin mendapat uang untuk hidup. Bukankah ini mengasihi diri sendiri. Ketika manusia belum bertobat, ia mengasihi dirinya sendiri dan kesenangan duniawi. Namun setelah bertobat kasihnya kepada dunia beralih kepada Kristus. Ia akan mengasihi Kristus lebih dari apapun yang dapat diperoleh atau dimiliki di dunia ini. Firman Tuhan berkata, “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33). Ia rela meninggalkan kesenangan dunia untuk melayani Tuhan.

Anda sekarang sudah tahu betapa pentingnya pertobatan sejati itu. Anda sekarang dapat menyelidiki hati Anda, apakah Anda sudah sungguh-sungguh bertobat. Karena saya telah memberikan ciri-ciri yang membuktikan bahwa seseorang belum bertobat. Anda harus memiliki change of mind, change of heart, change of life dan change of affection. Sudahkan ini Anda miliki? Jika belum, belumlah terlambat jika Anda mengambil keputusan sekarang untuk bertobat dengan sungguh-sungguh. Ini adalah keputusan yang paling penting dalam sepanjang hidup Anda. Jangan mengambil resiko untuk tidak melakukan ini jika Anda tahu dan seharusnya sekarang sudah tahu bahwa Anda bisa menghindari resiko mengerikan ini. Jangan memperjudikan jiwa Anda, karena Anda tidak tahu kapan pintu pertobatan masih terbuka bagi Anda. Mungkin pintu pertobatan sudah ditutup besok dan jika demikian Anda telah mengambil resiko yang sudah pasti membawa Anda ke Neraka, jika hari ini Anda tidak mau bertobat. Ingat kata-kata saya seturut dengan perkataan Richard Baxter, “Saya berkhotbah seakan tidak lagi bisa berkhotbah kepada Anda lagi. Seperti orang yang sebentar lagi mati, saya berkhotbah kepada Anda yang sebentar lagi mati!” Masuklah ke dalam Kerajaan Allah sekarang, selagi pintu masih terbuka lebar bagi Anda!


PENTINGNYA PERTOBATAN

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  – KJV (II Korintus 5:17).

Mulai sekarang Anda dapat melihat bahwa perobtan adalah perubahan yang luar biasa yang dibuat pada jiwa dan dalam hidup oleh anugerah pembaharuan kembali dari Kristus. Jika Anda tidak memiliki pertobatan yang mengubah Anda, Anda harus benar-benar mempertimbangkan apa yang Kristus katakan:

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Perkataan-perkataan dan kehidupan Anda menunjukkan kepada kita bahwa Anda belum bertobat. Apa yang membuat Anda hidup dalam damai? Bagaimana mungkin seseorang yang membaca ayat seperti ini (Matius 18:3) tidak terbangun dari perasaan amannya yang palsu? Menurut pengalaman saya, saya tahu bahwa banyak orang telah membaca ayat ini, tahu bahwa mereka belum bertobat, dan tetap tidak peduli akan hal ini seakan mereka tidak sedang menuju ke Neraka. Mengapa ini terjadi? Tidak usah diragukan lagi, ini karena mereka tidak sepenuhnya percaya kebenaran tentang apa yang telah saya katakan ini. Oleh sebab itu,

I.  Saya mau menunjukkan dari Firman Allah kebutuhan mutlak akan pertobatan.

Masih ada banyak bukti tentang kebutuhan Anda untuk bertobat selain dari teks kita ini:

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat…, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Kristus berkata kepada Nikodemus bahwa ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga kecuali ia dilahirkan kembali. Ini berarti bahwa sebagai anak kita menerima hidup baru, adalah ciptaan baru, dan seseuatu yang baru masuk ke dalam dunia, sehingga setiap orang yang mau diselamatkan akan memperoleh kehidupan rohani yang baru, dan masuk ke dalam anugerah, dan mulai kehidupan yang baru.

Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”  – KJV (II Korintus 5:17).

Lihat dalam ayat ini ada kebutuhan dan sifat dari perubahan yang disyaratkan dalam pertobatan. Ini bukan hanya banyak orang yang membutuhkan pertobatan, tetapi setiap orang, “Jadi setiap orang….” Dan ia yang tidak di dalam Kristus, ia bukan orang Kristen, “Jadi setiap orang yang ada di dalam Kristus…:” Jika ia bukan orang Kristen, ia tidak dapat diselamatkan. Setiap orang Kristen sejati, ia adalah ciptaan baru dalam karakter dan hidupnya: “yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Apa “yang lama” ini seperti yang telah saya jelaskan kepada Anda pada bab sebelumnya? Orang yang telah benar-benar bertobat tidak akan memiliki motif-motif yang Anda telah miliki sebelumnya. Anda akan memiliki harapan dan kebahagiaan yang baru, kasih yang bau, kerinduan yang baru, resolusi yang baru, cara hidup yang baru, dan tutur kata yang baru. Semuanya akan menjadi baru bagi Anda pada waktu Anda bertobat. Anda memiliki kovenan yang baru dengan Kristus, Guru yang baru, Kepala dan Tuhan yang beru, dan Anda akan menjadi anggota suatu komunitas yang baru, dan Anda akan masuk ke dalam kerajaan dan keluarga yang baru. Anda memiliki pekerjaan yang baru untuk dilakukan, kelompok teman-teman yang baru di gereja, pemikiran-pemikiran yang baru di dalam hatimu, dan cara tutur kata yang baru.

Pertobatan berarti meninggalkan manusia lama dan menjadi manusia baru:

“… karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:9-10).

Ketahuilah ini, bahwa”manusia lama” dari orang yang telah bertobat telah disalibkan bersama Kristus, sehingga sejak sekarang mereka tidak lagi melayani dosa – karena ia telah mati dan telah dibebaskan dari dosa (band Roma 6:4-7). Selanjutnya orang-orang yang telah bertobat melayani Tuhan dalam roh yang baru (Roma 7:6). Tetapi dalam kasus adanya beberapa keraguan dalam pikiran Anda, saya akan memberikan beberapa poin yang menunjukkan perlunya pertobatan.

1. Pertobatan adalah alasan utama Kristus datang kedalam dunia untuk memberikan, untuk membawa orang-orang berdosa yang jahat kepada Allah. Apakah Anda berpikir bahwa Kristus datang untuk melakukan seseuatu yang tidak perlu? Sama halnya penderitaan-Nya untuk membayar dosa-dosa kita, sehingga ajaran dan Roh-Nya perlu untuk pertobatan kita. Kita tidak dapat diselamatkan selain melalui pertobatan. Mungkinkah Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia dengan tujuan memanggil pulang orang-orang berdosa, jika mereka dapat diselamatkan tanpa melalui pertobatan? Tuhan Yesus adalah ahli fisika yang agung tentang jiwa. Ia datang bukan untuk menyembuhkan penyakit ringan yang dapat disembuhkan tanpa Dia. Ia datang untuk menyembuhkan kutuk dosa yang merusak, yang mana tidak ada yang dapat menyembuhkannya selain Dia. Tidak pernah ada di dalam pikiran Kristus bahwa Ia atang untuk menderita demi menebus dosa-dosa kita, dan kemudian membiarkan kita terus hidup di dalam dosa tanpa adanya suatu perubahan. Ia tidak pernah berpikir untuk membawa manusia ke sorga bersama dengan dosa-dosa mereka, tetapi ia membinasakan dosa-dosa mereka, karena itu tidak layak untuk masuk ke dalam sorga. Ia tidak pernah bermaksud untuk membawa Anda bersama penyakit (dosa) Anda ke dalam Sorga, tetapi sebelumnya Ia menyembuhkan penyakit Anda, karena jika tidak itu akan merusak Anda. Bukankah penghujatan yang lebih besar dari menentang Kristus adalah mempertemankan Dia dengan dosa yang sangat Ia benci? Bukankah penghujatan yang lebih besar adalah dengan membayangkan bahwa Kristus berdiri bersama Setan dan memperkuat kerajaan Setan —  yang mana misi sejati-Nya adalah justru untuk membinasakannya?

Selanjutnya, Kristus datang untuk mempertobatkan manusia, dan bukan untuk mengampuni siapapun tanpa pertobatan. “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). “yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita,” bukan mengampuni dan menyelamatkan tanpa mempertobatkan kita, tetapi “untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik” (Titus 2:14). Dari ayat-ayat ini Anda dapat melihat bahwa pertobatan adalah kebutuhan mutlak jika Anda berharap untuk diselamatkan.

2. Pertobatan adalah hal yang paling utama di seluruh Alkitab, mempertobatkan manusia dari dosa dan memimpin kepada Tuhan, dan membangun mereka yang telah bertobat. Dan apakah Anda berpikir bahwa Tuhan mungkin menjadikan pertobatan sebagai topik utama dalam Firman-Nya jia ini tidak penting atau diperlukan? Jika seseorang dapat diselamatkan tanpa pertobatan, mengapa Tuhan menginspirasikan kepada para nabi dan rasul untuk menyampaikan Firman-Nya dengan tujuan mempertobatkan manusia dan membangun mereka yang telah bertobat? Haruskah Tuhan melakukan semua hal yang ada di dalam Alkitab untuk sesuatu yang tidak perlu atau penting? Inilah tujuan utama Firman Allah: “Taurat TUHAN itu sempurna, mempertobatkan jiwa” – KJV (Mazmur 19:7). Dan lagi bukankah Alkitab menyerukan kepada orang-orang berdosa untuk bertobat dan berbalik kepada Kristus? Ada ratusan ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa tujuan utama Kitab Suci adalah memimpin orang-orang berdosa datang kepada Kristus (band. Yehezkiel 33:11; Yesaya 31:6; 59:20-21; Yeremia 3:7; Amsal 1:23; Yoel 2:12-13; Yunus 3:8; Acts 3:19; dll).

3. Pertobatan adalah tugas panggilan para pelayan Injil, yaitu mempertobatkan manusia kepada Kristus. Mengapa Tuhan memanggil orang-orang untuk memberitakan pertobatan jika pertobatan itu tidak perlu atau tidak penting? Yohanes Pembaptis mulai mengkhotbahkan pertobatan. Kristus mengikuti jejaknya, yaitu mengkhotbahkan tentang pertobatan yang sama (Lukas 13:3-5). Rasul-rasul mengikuti-Nya, yaitu mengkhotbahkan berita pertobatan yang sama, yang mana tanpa pertobatan tidak ada keselamatan (Kis. 2:38; 8:22). Mereka menjelaskan kepada kita, “Allah memberitakan kepada manusia, bahwa di mana-mana semua mereka harus bertobat” (Kisah 17:30). Pekerjaan Paulus adalah untuk menunjukkan kepada manusia bahwa mereka “mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu” (Kisah Rasul 26:20). Dan “untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa…” (Kisah 26:18). Substansi dari khotbah Paulus adalah, “bertobat kepada Allah dan percaya kepada Tuhan kita, Yesus Kristus” (Kisah Rasul 20:21). Setiap pelayan Injil harus “dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya” (II Timotius 2:25-26). Jadi, tugas utama seorang pengkhotbah adalah mempertobatkan manusia kepada Kristus.

4. Orang Kristen harus melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan. Akankah Allah mengatakan kepada kita tentang ini jika ada cara lain untuk memperoleh keselamatan? “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya” (Daniel 12:3). Yakobus berkata, “Jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.” (Yakobus 5:19-20)

Perhatikanlah semua ini, dan putuskan apapun itu Allah tidak akan mengutus jemaat-Nya untuk memberitakan berita pertobatan kepada orang berdosa, jika memang ada cara lain untuk menyelamatkan mereka. Mungkinkah Kristus sendiri datang untuk mempertobatkan manusia jika mereka tidak memerlukan itu? Mungkinkan Firman Tuhan, Alkitab, telah memberikan alasan ini – yaitu mempertobatkan manusia? Mungkinkah para nabi dan para rasul serta para pemberita Injil diutus untuk menyampaikan berita pertobatan? Mungkinkah ini menjadi tugas setiap orang Kristen untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan sesuai dengan pertobatan, jika ada cara lainnya untuk diselamatkan tanpa pertobatan?

Oleh sebab itu, saya meminta Anda percaya bahwa Anda perlu untuk bertobat dan ini adalah kebenaran yang tidak dapat diganggu gugat lagi. Biarkanlah ada kepercayaan kokoh di dalam hati Anda bahwa tidak ada pengharapan keselamatan tanpa pertobatan sejati.

II.   Saya akan memberikan beberapa alasan mengapa seseorang tidak dapat masuk ke dalam kerajaan sorga jika ia tidak bertobat.

1. Jika tidak ada lain selain Firman Allah, yaitu Alkiyab, yang menjadi satu-satunya alasan, ini seharusnya sudah cukup. Sorga adalah milik Tuhan, dan Ia dapat memberikian itu kepada siapa saya yang Ia inginkan. Dan Ia menjelaskan kepada kita di dalam Firman-Nya bahwa Ia akan memberikan itu tidak kepada siapapun selain kepada orang yang telah bertobat.

“Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat…. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” (Matius 18:3).

Apakah Anda menolak doktrin ini, bahwa tidak ada seorangpun yang akan diselamatkan kecuali ia mau bertobat? Jika demikian apakah Anda berpikir bahwa Allah yang salah. Apakah Anda berpikir bahwa Anda lebih bijaksana dari pada Dia? Apakah And berpikir Ia tidak tahu apa yang sedang Ia lakukan? Akankah Anda menuduh Dia berlaku tidak adil? Perasaan bersalah dari orang berdosa seperti Anda, yang telah melakukan banyak pelanggaran terhadap Tuhan yang telah menciptakan Anda, dan yang telah menolak anugerah-Nya yang mau menyelamatkan Anda, tidak seharusnya berani membuka mulut Anda menentang Tuhan, dan berkata kepada Dia, setelah semua ini, bahwa jika Ia menghami Anda berarti Dia bukan penyayang.

Saya mau mengatakan kepada Anda tentang agama saya. Saya pecaya semua yang Allah firmankan dalam Alkitab adalah benar, apakah aku sepenuhnya memahami atau tidak. Saya telah menemukan bahwa tidak ada yang lebih baik atau lebih pasti untuk menjadi dasar atau fondasi agama selain ini. Ketika Tuhan berkata kepada saya dalam Firman-Nya bahwa tidak ada manusia yang akan diselamatkan kecuali ia mau bertobat, saya setuju dengan Dia dalam Firman-Nya itu. Saya akan menggunakan Firman Tuhan untuk menghadapi semua akal di dunia ini.  Jika Anda berkata ini adalah sesuatu yang terlalu keras atau berat untuk percaya bahwa sangat sedikit yang akan diselamatkan, dan bahwa Anda tidak dapat mempercayai Tuhan yang harus bertindak keras seperti ini, untuk melawan semua argumentasi Anda saya akan mengutip Firman Allah. Allah telah mengatakan itu, dan mungkinkah Ia tidak melakukannya?

2. Alasan kedua bahwa tidak seorangpun dapat masuk kerajaan sorga tanpa bertobat adalah dari natur pemerintahan Allah. Apakah Anda ingin Allah memberikan upah kepada orang-orang yang melayani Setan? Apakah Anda ingin Allah berkata, pada hari Penghakiman Akhir, “Masuklah, orang berdosa. Kamu telah hidup untuk Iblis di sepanjang hidupmu, dan hanya memikirkan hal-hal duniawi saja. Kamu telah merendahkan Aku dan gereja-Ku. Tetapi sekarang masuklah – masuklah ke dalam Sorga.” Wahai manusia berdosa, jika kasih terhadap diri sendiri tidak membutakan engkau, Anda akan melihat bahwa ini akan menjadi keputusan yang tidak layak bagi himat dan kebenaran Tuhan. Apakah Anda berpikir Ia harus memberikan upah kepada hamba-hamba Setan? “Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?” (Kejadian 18:25). Dan apakah itu adil, jika memberikan kepada setiap orang yang tidak berhak menerimanya?

3. Tetapi lebih lanjut, pertimbangkan ini. natur suci Allah tidak akan mengijinkan jiwa yang tidak suci masuk ke dalam hadirat-Nya. “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta” (Wahyu 21:27). Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan” (Habakuk 1:13). “Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan” (Mazmur 5:4,5; 11:5, 7). “Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar” (Mazmur 1:5). “Orang fasik dan semua bangsa yang melupakan Tuhan akan dikirim ke Neraka” (Mazmur 9:8, 16, 17). Apakah Anda memiliki alasan lebih baik? Ada oposisi antara natur Allah dan orang yang tidak bertobat. “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” II Korintus 6:14).

Anda harus kudus seperti Tuhan atau Tuhan menjadi najis seperti Anda – atau Anda tidak akan dapat hidup bersama dengan Dia di Sorga.  Tuhan tidak dapat menjadi najis, karena itu sangat bertentangan dengan nature-Nya. Kalau demikian berarti Anda yang harus menjadi kudus dalam pemandangan Dia, melalui imputasi kebenaran Kristus, yang Asnda terima pada saat bertobat. Karena alasan ini, hanya orang-orang yang telah bertobat yang dapat hidup bersama Tuhan di Sorga. Jika Anda mau berbalik kepada Kristus Anda akan diijinkan masuk ke Sorga. Tetapi jangan pernah mengharapkan Tuhan menjadi penuh dengan dosa seperti Anda

4. Di sini ada alasan lain bahwa hanya orang yang telah bertobat yang dapat masuk ke Sorga. Allah menawarkan keselamatan kepada mereka sepanjang hidup mereka, namun mereka menolaknya. Allah membuat cara yang mudah bagi mereka untuk memperoleh keselamatan, namun mereka menolaknya. Mereka dapat memiliki Kristus dan pengampunan, dan kesucian dan kebahagiaan, jika mereka mau itu, tetapi mereka telah menolak semua itu. Allah memberikan pilihan hidup dan mati kepada mereka dan meminta mereka untuk memilih hidup bahwa mereka harus hidup (Ulangan 30:19). Namun mereka lebih memilih kematian. Tuhan memanggil para pengkhotbah-Nya untuk terus menyampaikan itu kepada mereka (II Timotius 4:2), dan “nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.” Ia bahkan menjelaskan kepada para pelayan Tuhan untuk “undanglah mereka untuk masuk” (Matius 22;9; Lukas 14:23). Namun mereka tetap tidak mau datang juga. Beberapa orang mencari alasan untuk memaapkan diri sendiri mengapa tidak mau bertobat. Yang lainnya tidak memperhatikan khotbah kami ini dengan serius. Yang lain lagi bahkan menentang dan menyerang khotbah seperti ini.

Berat bagi saya untuk mengatakan bahwa saya harus bersaksi melawan ribuan orang yang berada dalam kondisi seperti ini [tidak bertobat]. Wahai manusia berdosa, saya bersaksi kepada Anda hari ini, bahwa Tuhan dan para malaikan dan semua orang akan tahu bahwa jika Anda pasti masuk Neraka karena Anda tidak mau diselamatkan. Ini bukanlah karena Allah kejam kepada Anda, namun karena Anda kejam terhadap diri Anda sendiri. Ini akan terbukti benar di akhir hidup Anda.

5. Jika semua alasan bahwa Allah tidak mengijinkan orang yang belum bertobat masuk ke dalam kerajaan Sorga ini masih tidak memuaskan Anda, saya mau memberikan satu alasan lagi – ini hal yang imposibel. Ini adalah hal yang kontradiksi. Dosa adalah yang membuat sakit dan mematikan jiwa, dan pertobatan dan kesucian adalah yang menghidupkan jiwa. Hanya orang bodoh yang mau mencoba untuk membuat manusia yang mati menjadi hidup.  Ini adalah kontradiksi dan imposibeliti yang luar4 biasa jika manusia dapat diselamatkan tanpa harus bertobat. Kita harus diselamatkan dari apa, selain dari dosa dan Neraka? Dan tidak ada keselamatan dari Neraka tanpa diselamatkan dari dosa. “Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” (Matius 1:21).


“METODE ANUGERAH”

(“THE METHOD OF GRACE” BY GEORGE WHITEFIELD,
CONDENSED AND ADAPTED TO MODERN ENGLISH)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Pendahuluan: George Whitefield dilahirkan di Gloucester, England tahun 1714. Ia adalah anak seorang pemiliki kedai minuman. Di lingkungan ini ia memiliki sedikit pengaruh orang Kristen pada masa kecilnya, namun ia memiliki kemampuan yang luar biasa di sekolah. Ia kuliah di Oxford University dan di sanalah ia menjadi teman John dan Charles Wesley dan menjadi bagian dari persekutuan doa dan kelompok pendalaman Alkitab mereka.

Sementara ia menjadi mahasiswa di Oxford ia mengalami pertobatan. Tidak lama kemudian ia ditahbiskan di Gereja Inggris (Church of England). Khotbahnya tentang kebutuhan mutlak akan kelahiran kembali menyebabkan banyak gereja menutup pintu mereka bagi dia, karena para pendeta duniawi ketakutan akan khotbahnya tentang perlunya kelahiran baru yang akan membuat marah jemaat-jemaat mereka. Oleh sebab itu, ia ditolak berkhotbah di gereja-gereja, sehingga akhirnya ia berkhotbah di lapangan-lapangan terbuka, dan justru di sanalah yang membuat ia menjadi sangat terkenal.

Whitefield melakukan perjalanan ke Amerika pada tahun 1738 dan mendirikan sebuah panti asuhan. Sesudah itu ia melakukan perjalanan keliling koloni Amerika dan Inggris Raya untuk berkhotbah dan mencari dana untuk mendukung panti asuhan-panti asuhan yang ia dirikan. Ia berkhotbah di Spanyol, Belanda, Jerman, Francis, Inggris, Wales, dan Skotlandia, dan melakukan tiga belas perjalanan menyeberangi Atlantik untuk berkhotbah di Amerika.

Ia adalah sahabat dekat Benjamin Franklin, Jonathan Edwards dan John Wesley, dan adalah orang yang mempengaruhi Wesley untuk berkhotbah di lapangan-lapangan, seperti yang telah ia lakukan. Benjamin Franklin pernah memperkirakan bahwa Whitefield berbicara kepada tiga puluh ribu orang. Kebaktian-kebaktian yang biasa ia laksanakan di lapangan terbuka itu sering dihadiri lebih dari 25,000 orang. Ia pernah berkhotbah di dekat Glasgow, Skotlandia lebih dari 100,000 orang yang berkumpul menjadi satu di sana – pada hari ketika di sana belum ada microphone! Sepuluh ribu orang bertobat pada kebaktian itu.

Ia diakui oleh banyak sejarahwan sebagai penginjil atau pengkhotbah Inggris terbesar di segala masa. Walaupun Billy Graham telah berbicara kepada lebih banyak orang namun ia menggunakan microphone elektronik, dampak Whitefield pada budaya sungguh lebih besar dan lebih positif.

Whitefield adalah sosok terkemuka dari masa Kebangunan Kembali Agung yang Pertama (First Great Awakening), kebangunan rohani yang intens yang mempertajam karakter Amerika pada pertengahan abad 18. Koloni-koloni di negeri kita dibakar dengan kebangunan rohani ketika ia berkhotbah. Puncak dari kebangunan rohani ini datang pada tahun 1740 sepanjang enam minggu perjalanan yang dibuat Whitefield di New England. Hanya dalam empat puluh lima hari ia berkhotbah lebih dari seratus tujuh puluh lima kali, meninggalkan daerah itu dengan kegaduhan rohani, menandai salah satu periode Kekristenan Amerika yang luar biasa.

Sebelum saat kematiannya ia telah memenangkan perhatian orang-orang terhormat dan penguasa di seluruh dunia berbahasa Inggris. Ia adalah yang membantu berdirinya Princeton University, Dartmouth College, dan University of Pennsylvania.Ia meninggal setelah berkhotbah di Newburyport, Massachusetts, di 1770, enam tahun sebelum Revolusi Amerika. George Washington adalah bapa dari negeri kita ini, namun George Whitefield adalah kakek dari negeri ini.

Berikut ini adalah khotbah Whitefield yang disampaikan dalam bahasa Inggris modern. Ini adalah benar-benar khotbahnya, namun saya telah memodifikasi setiap kata untuk membuatnya mudah dipahami pada zaman kita ini.

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Khotbah: Berkat Allah terbesar yang dikirim kepada suatu bangsa adalah para pengkhotbah yang baik dan setia. Namun kutuk Allah yang terbesar yang dikirim kepada banyak bangsa adalah dengan membiarkan gereja-gereja dipimpin oleh para pengkhotbah yang masih belum bertobat yang hanya memikir dan mencari uang belaka. Namun di setiap masa ada para pengkhotbah palsu yang memberikan khotbah-khotbah yang lembut. Ada banyak pendeta seperti ini yang merusak dan memutar-balikkan Alkitab untuk menyesatkan orang.

Itulah yang terjadi pada zaman Yeremia. Dan Yeremia berbicara melawan mereka dalam ketaatan penuh kepada Allah. Ia membuka mulutnya dan berkhotbah melawan para pengkhotbah duniawi/kedagingan ini. Jika Anda membaca bukunya, Anda akan melihat bahwa tidak ada seorangpun pernah berbicara lebih keras melawan para pengkhotbah palsu dari pada Yeremia. Ia berbicara dengan tegas melawan mereka dalam pasal yang berisi ayat kita ini.

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Yeremia berkata bahwa mereka hanya berkhotbah demi uang. Dalam ayat tiga belas, Yeremia berkata,

“Sesungguhnya, dari yang kecil sampai yang besar di antara mereka, semuanya mengejar untung, baik nabi maupun imam semuanya melakukan tipu” (Yeremia 6:13).

Mereka adalah orang-orang yang tamak dan mengkhotbahkan dusta.

Dalam ayat kita ini, ia menunjukkan salah satu cara bagaimana mereka mengkhotbahkan dusta. Ia menunjukkan cara menipu yang mereka terapkan bagi jiwa-jiwa terhilang:

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Allah telah berkata kepada nabi ini untuk memperingatkan rakyat tentang akan datangnya perang. Allah ingin ia mengatakan kepada mereka bahwa rumah-rumah mereka akan dihancurkan – perang itu akan segera datang (lihat Yeremia 6:11-12).

Yeremia menyampaikan pesan bertubi-tubi. Seharusnya ini membuat banyak orang ketakutan dan memimpin mereka kepada poin pertobatan. Namun nabi-nabi dan para imam duniawi itu memberikan penghiburan palsu kepada orang-orang itu. Mereka berkata bahwa Yeremia hanyalah orang liar yang fanatik. Mereka berkata tidak akan ada perang. Mereka mengatakan kepada umat bahwa semuanya akan aman-aman saja atau damai, sementara Yeremia telah berkata bahwa tidak akan ada damai sejahtera.

“Mereka mengobati luka umat-Ku dengan memandangnya ringan, katanya: Damai sejahtera! Damai sejahtera!, tetapi tidak ada damai sejahtera” (Yeremia 6:14).

Kata-kata dari ayat ini menunjukkan damai sejahtera secara lahiriah. Namun saya percaya mereka tidak memiliki damai sejahtera dalam hati mereka. Saya juga percaya bahwa kata-kata ini mengacu kepada para pengkhotbah palsu yang mengatakan kepada umat bahwa mereka cukup baik, bahkan walaupun mereka belum lahir baru. Orang-orang yang belum bertobat menyukai khotbah-khotbah seperti ini. Hati mereka begitu jahat dan licik. Hanya Tuhan yang mengetahui betapa liciknya hati orang.

Kebanyakan dari Anda berkata bahwa Anda telah didamaikan dengan Allah, sementara tidak ada damai sejahtera yang riil! Banyak dari Anda yang berpikir bahwa Anda adalah orang-orang Kristen, namun sesungguhnya bukan. Iblis adalah pribadi yang telah memberikan damai sejahtera palsu itu. Allah tidak memberikan “damai sejahtera” seperti ini. Ini bukan damai sejahtera yang melewati pemahaman manusia. Ini adalah damai sejahtera palsu yang Anda miliki.

Ini sangat penting agar Anda tahu apakah Anda memiliki damai sejahtera yang riil atau tidak. Setiap orang mengharapkan damai sejahtera. Damai sejahtera adalah berkat yang agung. Oleh sebab itu saya harus menjelaskan kepada Anda bagaimana menemukan damai sejahtera yang sejati dengan Allah. Saya harus dibebaskan dari kemarahan Anda. Saya harus menyatakan kepada Anda seluruh nasehat Allah. Dari kata-kata yang ada dalam ayat ini, saya akan berusaha menunjukkan apa yang harus terjadi kepada Anda, dan apa yang harus diubah di dalam diri Anda agar Anda memiliki damai sejahtera di dalam hati Anda.

I. Pertama, sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera dengan Allah, Anda harus dibuat melihat, merasa, menangis, menderita oleh karena pelanggaran-pelanggaran Anda yang nyata terhadap hukum Allah.

Jika keselamatan adalah oleh perbuatan, “orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati” (Yehezkiel 18:4). Setiap orang dikutuk sehingga mereka tidak dapat terus menerus melakukan semua hal yang tertulis dalam kitab Taurat.

Anda tidak boleh hanya melakukan beberapa hal dari Taurat, namun harus melakukan seluruh hukum atau Anda dikutuk:

“Sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat” (Galatia 3:10).

Menurut hukum Taurat Allah, pelanggaran terkecil saja dari hukum Taurat, walaupun hanya di dalam pikiran, atau perkataan, atau perbuatan, membuat Anda layak menerima hukuman kekal. Dan jika Anda melakukan satu pikiran jahat, jika Anda melakukan satu perkataan jahat, jika Anda melakukan satu perbuatan jahat Anda layak dihukum dengan hukuman kekal, betapa banyak neraka yang layak diberikan kepada mereka yang terus menerus memberontak melawan Allah! Sebelum Anda benar-benar memiliki damai sejahtera dalam hati Anda, Anda harus dibuat melihat betapa suatu hal yang paling mengerikan adalah menjauh dari Tuhan dan melakukan dosa melawan hukum-Nya.

Ujilah hati Anda. Dan ijinkan saya bertanya kepada Anda – pernahkah ada waktu di mana Anda ingat akan dosa-dosa Anda yang membuat Anda menderita? Pernahkah ada waktu ketika beban dosa-dosa Anda tak tertahankan? Pernahkah Anda melihat bahwa murka Allah benar-benar harus dijatuhkan ke atas Anda, karena pelanggaran-pelanggaran nyata Anda melawan hukum-Nya? Pernahkah hati Anda begitu sedih karena dosa-dosa Anda? Pernahkah Anda dapat berkata, “Dosa-dosaku terlalu berat untuk ku tanggung?“ Pernahkah Anda mengalami hal-hal seperti ini? Jika tidak, janganlah Anda menyebut diri Anda sendiri Kristen! Anda boleh mengatakan Anda memiliki damai sejahtera, namun tidak ada damai sejahtera yang riil bagi Anda. Kiranya Tuhan membangunkan Anda! Kiranya Tuhan mempertobatkan Anda!

II. Namun, lebih lanjut, sebelum Anda memiliki damai sejahtera dengan Allah, konviksi harus lebih mendalam; Anda harus diyakinkan tentang natur Anda yang rusak, kerusakan total jiwa Anda.

Anda harus diyakinkan tentang dosa-dosa nyata Anda. Anda harus dibuat menggigil ketakutan karenanya. Namun konviksi bahkan harus lebih dalam dari itu. Anda harus diyakinkan bahwa Anda benar-benar sedang melanggar hukum-hukum Tuhan. Lebih dari itu, Anda harus melihat dan merasakan dosa asal Anda sendiri, bahwa kerusakan asal yang telah menjadi satu dalam hati Anda, membuat Anda pantas untuk dihukum oleh Tuhan.

Banyak orang intelek berkata bahwa tidak ada dosa asal seperti itu. Mereka berpikir Allah tidak adil mengimputasikan dosa Adam kepada kita. Mereka berkata bahwa mereka tidak lahir di dalam dosa. Mereka berkata bahwa Anda tidak perlu dilahirkan kembali. Namun lihatlah dunia di sekitar Anda. Itukah firdaus yang Allah janjikan kepada umat manusia? Bukan! Segala sesuatu di dunia ini sudah menyimpang dari rancangan asalnya! Ini dikarenakan adanya sesuatu yang salah dengan umat manusia. Dosa asallah yang telah membawa bencana ini ke dalam dunia ini.

Tidak peduli seberapa kuat Anda ingin mengingkari hal ini, ketika Anda dibangunkan, Anda akan melihat bahwa dosa di dalam hidup Anda datang dari hati Anda sendiri yang telah rusak – hati yang telah terinfeksi oleh dosa asal.

Ketika seorang yang belum bertobat dibangunkan untuk pertama kalinya, ia mulai mengetahui, “Betapa ia menjadi begitu sangat jahat?” Kemudian Roh Allah menunjukkan kepadanya bahwa ia tidak memiliki suatu kebaikan di dalam naturnya. Kemudian ia melihat bahwa ia benar-benar rusak dan busuk. Kemudian akhirnya orang itu melihat bahwa Allah memang sudah selayaknya untuk menghukum dirinya. Ia melihat bahwa ia sudah begitu teracuni dan suka melawan di dalam naturnya yang akan membenarkan Allah untuk menghukumnya, bahkan walaupun ia belum melakukan satu dosa lahiriah pun sepanjang hidupnya.

Apakah Anda mengalami ini? Apakah Anda pernah merasakan ini – bahwa sungguh benar dan adil bagi Allah untuk menghukum Anda? Pernahkah Anda sampai kepada setuju bahwa Anda oleh karena natur Anda sendiri menjadikan Anda anak yang patut dimurkai? (Efesus 2:3).

Jika Anda benar-benar telah lahir baru, Anda seharusnya pernah mengetahui dan merasakan ini. Dan jika Anda belum pernah merasakan beratnya beban dosa asal, jangan sebut diri Anda sendiri sebagai orang Kristen! Dosa asal adalah beban terberat bagi petobat sejati. Orang yang benar-benar dilahir-barukan benar-benar tersiksa oleh dosa asalnya dan yang telah meracuni naturnya. Orang yang benar-benar bertobat sering berseru, “Oh, siapa yang akan menyelamatkan aku dari tubuh maut ini, yang mendiami hatiku yang telah rusak?” (band. Roma 7:24). Ini adalah apa yang paling mengganngu orang yang telah dibangunkan – bagian dalam hatinya karena dosa. Jika Anda tidak pernah menyadari akan kerusakan batiniah Anda dalam natur Anda, tidak ada jalan bagi Anda untuk dapat menemukan damai sejahtera yang sejati di dalam hati Anda.

III. Lagi pula, sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera yang sejati dengan Allah, Anda seharusnya tidak hanya dibuat menderita oleh karena dosa di dalam hidup Anda, dan dosa-dosa di dalam natur Anda, namun juga karena dosa-dosa dalam keputusan-keputusan dan komitmen-komitmen terbaik Anda, yaitu apa yang disebut dengan “kehidupan Kristen.”

Sobatku, Apakah ada pencapaian terbaik Anda yang akan membuat Anda diperkenan Allah? Anda belum dibenarkan dan belum bertobat oleh karena natur Anda. Anda layak dihukum di Neraka sepuluh kali lipat dari dosa-dosa perbuatan Anda. Apakah ada kebaikan dalam apa yang Anda perbuat? Anda tidak dapat melakukan sesuatu yang baik oleh karena natur Anda.

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah” (Roma 8:8).

Tidaklah mungkin bagi orang yang belum bertobat untuk melakukan sesuatu untuk kemuliaan Tuhan.

Bahkan setelah kita bertobat, kita masih diperbaharui sebagian saja. Dosa terus menerus tinggal di dalam diri kita. Masih ada campuran kerusakan dalam setiap salah satu dari perbuatan kita. Jadi setelah kita bertobat, jika Yesus Kristus menerima kita menurut pekerjaan kita, pekerjaan kita yang akan menghukum kita. Kita bahkan tidak dapat berdoa tanpa ada dosa di dalamnya, keegoisan, kemalasan, dan ketidak-sempurnaan moral di dalamnya. Saya tidak tahu apa yang Anda pikirkan, namun saya tidak dapat berdoa tanpa sambil berbuat dosa. Saya tidak dapat melakukan apapun tanpa dosa. Pertobatan saya perlu untuk ditobatkan. Dan air mata saya dibasuh di dalam Darah mahal Penebusku, Yesus Kristus!

Resolusi terbaik kita, perbuatan-perbuatan terbaik kita, keagamaan terbaik kita, keputusan-keputusan terbaik kita, begitu dipenuhi dosa. Tugas-tugas keagamaan kita penuh dengan dosa. Sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera di dalam hati Anda, Anda tidak harus hanya sakit karena dosa asal dan dosa perbuatan Anda, namun Anda juga harus menderita sakit oleh karena kebenaran Anda sendiri, tugas-tugas dan religiositas Anda. Harus ada konviksi yang dalam sebelum Anda dapat dibawa keluar dari kebenaran diri Anda sendiri. Jika Anda tidak pernah merasakan bahwa Anda tidak memiliki kebenaran diri sendiri, Anda tidak dapat dibenarkan oleh Yesus Kristus. Anda masih belum bertobat.

Beberapa orang boleh berkata, “Yah, saya percaya semua ini.” Namun ada perbedaan besar antara “percaya” dan “merasakan.” Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda hidup tana Penebus, tanpa Kristus? Pernahkah Anda merasakan bahwa Anda memerlukan Kristus karena Anda tidak memiliki kebaikan dalam diri Anda sendiri? Dan dapatkah sekarang Anda berkata, ”Tuhan, Engkau dapat menghukum saya karena perbuatan keagamaan terbaik yang dapat saya lakukan.” Jika Anda belum dibawa keluar dari diri Anda sendiri yang seperti ini, tidak akan ada damai sejahtera yang riil bagi Anda.

IV. Kemudian, keempat, sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera dengan Allah, dengan adanya satu dosa tertentu Anda harus sangat bersusah hati karenanya. Namun saya takut Anda hanya sedikit memikirkan itu. Itu adalah kutukan dosa yang paling mengerikan di dalam dunia ini, yaitu bahwa dunia tidak memikirkannya sebagai dosa. Anda bertanya, “Apakah dosa itu?” Itu adalah dosa yang paling menyedihkan yaitu bahwa Anda tidak berpikir bahwa Anda bersalah – dan itu adalah dosa ketidak-percayaan.

Sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera, Anda harus dibuat menderita oleh ketidak-percayaan hati Anda. Dapatkah ini menjadi bahwa Anda tidak benar-benar percaya di dalam Tuhan Yesus Kristus?

Saya menantang hati Anda. Saya takut bila Anda tidak memiliki iman di dalam Yesus Kristus lebih dari iman Iblis. Saya berpikir Iblis lebih percaya Alkitab dari pada kebanyakan orang dari antara Anda. Ia percaya keilahian Yesus Kristus. Ia percaya dan gemetar. Ia gemetar seribu kali lebih besar dari pada mereka yang menyebut diri mereka sendiri orang Kristen.

Anda berpikir bahwa Anda percaya bahwa Anda percaya Alkitab, atau karena Anda pergi ke gereja. Semua ini mungkin Anda lakukan tanpa iman yang benar di dalam Kristus. Sekedar percaya adanya pribadi seperti Kristus tidak lebih baik dari pada percaya adanya orang-orang seperti Kaisar atau Alexander Agung. Alkitab adalah Firman Allah. Kita mengucap syukur karenanya. Namun Anda bisa saja percaya itu, namun tidak percaya Tuhan Yesus Kristus.

Jika saya bertanya berapa lama Anda telah percaya di dalam Yesus Kristus, beberapa dari Anda akan berkata kepada saya bahwa Anda selalu percaya di dalam Yesus Kristus, banyak dari Anda yang akan mengatakan kepada saya bahwa Anda telah selalu percaya di dalam Dia. Anda tidak dapat memberikan bukti yang lebih baik kepada saya bahwa Anda belum pernah percaya di dalam Yesus Kristus. Orang-orang yang benar-benar percaya di dalam Kristus tahu bahwa ada waktu di mana mereka tidak percaya di dalam Dia.

Saya harus berbicara lagi tentang ini, karena ini adalah delusi yang paling menyesatkan. Banyak orang terpesona dengan ini – berpikir bahwa mereka selalu percaya. Ini dikatakan oleh Mr. Marshall bahwa ia telah mendaftar semua dosanya di bawah Sepuluh Hukum Tuhan, dan kemudian datang kepada hamba Tuhan dan bertanya mengapa ia tidak dapat memperoleh damai sejahtera. Hamba Tuhan itu melihat daftar yang dibuatnya itu dan berkata, “Pergilah! Saya tidak menemukan satu kata tentang dosa ketidak-percayaan di dalam catatan yang Anda buat.” Pekerjaan Roh Allah adalah untuk menginsafkan Anda dari ketidak-percayaan Anda – bahwa Anda tidak memiliki iman. Yesus Kristus berkata berhubungan dengan Roh Kudus:

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa…akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yohanes 16:8-9).

Selanjutnya, sobatku yang terkasih, pernahkah Allah menunjukkan kepada Anda bahwa Anda tidak memiliki iman di dalam Yesus? Pernahkah Anda dibuat begitu menderita karena ketidak-percayaan kerasnya hati Anda? Pernahkah Anda berdoa, “Tuhan, tolonglah aku agar terikat dengan Kristus?” Pernahkah Allah menyadarkan Anda tentang ketidak-mampuan Anda untuk datang kepada Kristus? Jika tidak, Anda tidak akan menemukan damai sejahtera di dalam hati Anda. Kiranya Allah membangunkan Anda, dan memberikan damai sejahtera sejati kepada Anda melalui iman di dalam Yesus, sebelum Anda meninggal dan tidak lagi bisa membuat pilihan.

V. Satu lagi, sebelum Anda dapat memiliki damai sejahtera dengan Allah, Anda harus memperoleh kebenaran Kristus.

Anda tidak hanya harus diyakinkan tentang dosa nyata dan dosa asal Anda, dosa-dosa dari kebenaran Anda sendiri, dan dosa ketidak-percayaan, namun Anda harus dimungkinkan untuk dapat memperoleh kebenaran sempurna dari Tuhan Yesus Kristus. Anda harus mengambil kebenaran Kristus. Maka Anda akan memiliki damai sejahtera. Yesus berkata:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Ayat ini memberikan penghiburan bagi semua orang yang letih lesu dan berbeban berat, namun bukan hanya itu. Namun janji kelegakan ini dibuat hanya bagi mereka yang datang dan percaya kepada Yesus Kristus. Sebelum Anda pernah dapat memiliki damai sejahtera dengan Allah, Anda harus dibenarkan oleh iman di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Anda harus memiliki Kristus di dalam jiwa Anda, sehingga kebenaran-Nya membuat mungkin kebenaran Anda, sehingga kebaikan-Nya diimputasikan kepada Anda.

Sobatku yang terkasih, pernahkah Anda menikah dengan Kristus? Pernahkah Yesus Kristus memberikan Diri-Nya sendiri kepada Anda? Pernahkah Anda datang kepada Kristus dengan iman yang hidup? Saya berdoa kepada Allah kiranya Kristus mungkin datang dan berbicara damai sejahtera kepada Anda. Anda harus mengalami semua hal ini untuk dilahir-barukan.

Sekarang saya berbicara tentang realitas yang tidak kelihatan dari dunia lain, tentang Kekristenan rohani, tentang pekerjaan Allah atas hati orang berdosa. Sekarang saya berbicara tentang hal-hal yang paling penting bagi Anda. Anda semua terkait di dalamnya. Jiwa Anda terkait di dalamnya. Keselamatan kekal Anda terkait di dalamnya.

Anda mungkin merasakan damai sejahtera tanpa Kristus. Iblis membuat Anda tertidur dan memberikan jaminan palsu kepada Anda. Ia akan mencoba mempertahankan Anda untuk tetap tertidur sampai ia mengirim Anda ke Neraka. Di sana Anda baru akan terbangun, namun akan terbangun dalam kengerian ketika menemukan diri Anda sendiri dalam nyala api di mana sudah sangat terlambat untuk diselamatkan. Di Neraka Anda akan memanggil-manggil untuk selamanya memohon ada yang mau meneteskan air dingin ke lidah Anda, dan tidak ada air yang akan diberikan kepada Anda.

Mungkin Anda tidak menemukan kelegaan di dalam jiwa Anda sampai Anda ada di dalam Yesus Kristus! Misi saya adalah membawa orang-orang berdosa yang masih terhilang kepada sang Juruselamat. Oh kiranya Tuhan membawa beberapa dari Anda kepada Kristus. Kiranya Roh Kudus menyadarkan Anda bahwa Anda penuh dengan dosa, dan membuat Anda bertobat dari kehidupan jahat Anda untuk datang kepada Yesus Kristus. Amin.


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN AFEKSI

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu….” (Roma 8:8-9).

Dalam bab kelima ini kita telah melihat empat perubahan yang  terjadi dalam hati orang yang bertobat. Dalam bab ini saya akan menjelaskan perubahan yang lain di dalam hati, yaitu perubahan afeksi, atau perasaan-perasaan, di dalam hati orang yang telah mengalami pertobatan sejati.

 

1. Perasaan pertama yang berubah adalah kasih dan kebencian. Sebelum pertobatan hati seseorang tidak mengasihi hal-hal rohani. Ia tidak mengasihi kesucian batiniah atau kesucian hidup. Ia tidak mengasihi orang-orang suci. Ia tidak mengasihi Allah Sendiri, karena Allah adalah kudus. Sesungguhnya, hati yang belum bertobat memiliki kebencian batiniah terhadap Allah dan jalan-jalan-Nya. Bagaimanapun juga, orang yang belum bertobat biasanya menipu dirinya sendiri bahwa ia tidak tahu kondisi dirinya yang seperti ini.

Hati orang yang belum bertobat, dari pada mengasihi hal-hal tentang Allah, sebaliknya, mereka mengasihi kesenangan duniawi, dan kehormatan duniawi, karena hatinya hanya menyukai semua hal itu (Roma 8:5).

Namun pada saat bertobat kasih Anda akan berubah menjadi kebencian. Ini membuat Anda mengasihi Allah yang kudus dan umat kudus-Nya dan cara hidup mereka, yang sebelumnya Anda benci, dan ini juga membuat Anda membenci dosa-dosa yang begitu Anda kasihi di masa lalu. Pertobatan mengubah kasih dan kebencian Anda.

Bukti bahwa ini adalah benar dalam pertobatan yang nyata dapat dilihat dalam ayat berikut ini:

“Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37).

“Yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan TUHAN”  (Mazmur15:4).

“Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.” (I Yohanes 3:14).

Orang-orang yang tidak bertobat membenci terang, karena terang menelanjangi dosa-dosanya. Namun sekarang ketika mereka bertobat ia justru mengasihi terang itu (Yohanes 3:19-20). Di sisi lain, tindakan-tindakan yang pernah mereka lakukan, sekarang ia membencinya (Roma 7:15). Ya, mereka bahkan membenci pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa (Yudas 23). Ini berarti bahwa mereka sekarang membenci segala sesuatu yang menyebabkan kehidupan yang tidak senonoh.

2. Dua afeksi kedua yang berubah adalah keinginan dan kebencian, apa yang Anda sukai dan apa yang Anda tidak sukai. Antara mengasihi dan membenci ini sudah sangat jelas – jadi saya tidak perlu berbicara banyak tentang semua ini. Keinginan orang-orang yang belum bertobat adalah hal-hal yang sensual/nafsu, itulah yang mereka sukai. Mereka tidak pernah dapat merasa cukup tentang semua hal ini. Orang yang tamak tidak akan pernah merasa cukup seberapapun banyaknya uangnya. Orang ambisius tidak akan pernah merasa cukup dengan gengsi yang telah ia capai. Orang-orang yang hanya memikirkan hal-hal yang sensual tidak akan pernah dapat dipuaskan. Secara menyeluruh hidup mereka menginginkan hal-hal kedagingan (Roma 13;14), dan memenuhi keinginan-keinginannya (Efesus 2:3).

Namun berhubungan dengan Allah, dan gereja, dan Sorga mereka tidak pernah tertarik. Mereka secara alami menentang semua hal itu, dan hanya memikirkan kesenangan mereka sendiri. Ini lah yang menyebabkan mereka menolak semua usaha kita untuk menyelamatkan mereka. Jika seseorang berusaha membuat mereka berpikir tentang hal-hal rohani, ada sesuatu yang ada di dalam diri mereka yang menentang itu, sehingga mereka tidak akan memperhatikan atau tidak akan mau bertobat.

Inilah alasannya mengapa pekerjaan kita sebagai hamba Tuhan begitu sulit. Seandainya mereka membutuhkan Kristus lebih dari pada kesombongan duniawi, maka mereka akan cepat atau mudah untuk bertobat!

Namun ketika anugerah pertobatan datang, itu akan mengubah semua keinginannya. Ketika anugerah yang mempertobatkan itu datang kepada Anda, itu akan membuat jiwa Anda haus akan Yesus. Kemudian Anda akan mencoba untuk berseru seperti Daud, “Jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus” (Mazmur 143:6). Kemudian kerinduan jiwa Anda akan menjadi bagi Kristus. Anda akan melihat bahwa Dia lebih Anda inginkan dari pada, emas (Mazmur 19:10).

Sebelumnya, Anda menginkan banyak hal, dan semuanya tidak ada yang dapat memuaskan Anda. Sekarang Anda hanya merindukan satu hal – yaitu Yesus – dan Anda akan sepenuhnya dipuaskan di dalam Dia (Mazmur 27:4; 73:25).

3. Dua afeksi berikutnya yang berubah pada saat bertobat adalah sukacita dan dukacita. Orang-orang yang belum bertobat secara alami tidak menemukan suka cita di dalam Tuhan dan hal-hal rohani. “Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya” (Amsal 18:2). Hanyalah  kesenangan nafsu yang mereka inginkan (Titus 3:3), dan “menikmati kesenangan dari dosa” dan itu adalah keinginan terbesar mereka (Ibrani 11:25). Mereka hidup dalam kesenangan duniawi sehingga membuat mereka menjadi gemuk pada hari pembantaian (Yakobus 5:5). Mereka tidak hanya melakukan kejahatan, namun juga menikmati ada bersama dengan orang-orang yang melakukan kejahatan (Roma 1:32). “Pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan” (Amsal 1:22). 

Namun ketika anugerah yang mempertobatkan itu datang, Ia akan memberikan keinginan-keinginan yang baru kepada Anda yang belum pernah Anda miliki sebelumnya. Kemudian hal-hal yang sebelumnya Anda sukai menjadi nampak tidak menarik bagi Anda. Allah sendiri yang akan menjadi sukacita Anda (Mazmur 40:8). Pada hari Minggu Anda akan bersukacita beribadah kepada Dia di gereja. Ini tidak akan menjadi beban bagi Anda, karena Anda akan menyukainya ketika Anda bertobat.

Orang jahat berpikir bahwa mereka tidak  akan pernah menikmati hari yang menyenangkan lagi jika mereka menjadi orang Kristen, namun sebenarnya mereka justru akan lebih bersukacita jika mereka mau bertobat dari pada ketika ia belum bertobat! Sukacita yang dimiliki oleh orang-orang Kristen sejati di dalam Tuhan lebih dari segala sesuatu yang mereka nikmati sebelumnya.

Memang ada dukacita sejati setelah seseorang bertobat. Namun ini tidak sama seperti dukacita sebelum bertobat. The same is true of the sorrow of the converted. It is not the same as it was before conversion. It once caused them great pain to lose any pleasure, or to be wronged, or to suffer disgrace from people, or the loss of something, or bodily pain. They were truly the way Satan falsely accused Job of being. If you touched or took away anything from them they would have cursed God. But the lost state of their souls did not bother them at all. They were far more concerned about a small thing in this world than about their everlasting souls.

Namun secara sempurna ini berbeda ketika pertobatan itu datang. Mereka sekarang akan menangis karena dosa-dosa mereka, dan menangis karena kejahatan-kejahatan mereka di mata Tuhan. Sebelumnya mereka tidak tidak menangis karena dosa-dosa mereka, namun setelah bertobat ia menangis karena dosa-dosa mereka. Sebelumnya mereka tidak berdukacita kehilangan Sorga, namun sekarang mereka sangat berdukacita kerena dosa yang mereka perbuat di dunia ini.

4. Afeksi selanjutnya yang diubah dalam pertobatan adalah pengharapan dan keputusasaan.  Sebelum bertobat pikiran orang-orang yang masih terhilang dipenuhi dengan pengharapn-pengharapan palsu, atau mereka jatuh ke dalam keputusasaan. Pengharapan dari orang yang belum bertobat adalah melawan Alkitab; mereka menunjukkan khayalan jiwa mereka sendiri, dan mereka melangkah menuju kebinasaan dalam kekekalan.

Sama seperti seseorang sedang membayangkan bahwa ia sedang pergi ke London, namun pada kenyataannya menuju ke arah yang berlawanan, begitu juga orang-orang ini pada umumnya berharap akan masuk ke Sorga sementara mereka sedang dalam perjalanan menuju Neraka. Walaupun Tuhan telah menjelaskan kepada mereka bahwa mereka tidak akan memiliki damai sejahtera jika mereka terus melanjutkan perjalanan mereka di jalan ini (Yesaya 59:8), dan telah dijamin bahwa tidak akan ada damai sejahtera karena kejahatan ini (Yesaya 57:21; 48:22), namun mereka tidak percaya kepada Tuhan; mereka tetap pergi dengan berharap menemukan damai sejahtera dengan menghidupi kehidupan yang jahat. Pengharapan-pengharapan yang menyesatkan ini menyebabkan kutukan kekal bagi berjuta-juta orang, seperti yang secara terus menerus dikatakan oleh Alkitab kepada kita.

Namun ketika anugerah pertobatan itu datang, mendobrak pintu harapan-harapan palsu dari orang-orang berdosa, dan membuat mereka melihat betapa mereka selama ini telah ditipu oleh Setan. Ini membuat seseorang melihat bahwa semua hal yang ia dulu percaya dalam pengharapan-pengharapn palsu mereka tidak dapat menyelamatkan mereka.

Ketika Anda dibangunkan oleh anugerah pertobatan maka Anda akan berkata, “Saya pernah berharap dapat pergi ke Sorga tanpa pertobatan, namun sekarang saya melihat bahwa itu tidak mungkin dapat terjadi. Saya telah berpikir bahwa saya bisa menjadi cukup baik. Namun sekarang saya sadar bahwa saya menipu diri saya sendiri. Saya pernah berharap dapat diselamatkan oleh Kristus, melalui saya mengasihi dunia dan dosa-dosa saya. Namun sekarang saya melihat bahwa saya adalah orang buta yang bodoh. Saya pernah berpikir bahwa saya akan diselamatkan ketika saya mati, namun sekarang saya melihat bahwa saya akan terhilang untuk selama-lamanya.”

Ketika Anda pertama kali dibangunkan Anda akan dibawa ke dalam kondisi keputusasaan bahwa Anda tidak pernah dapat masuk Sorga tanpa pertobatan. Anda akan menyadari bahwa Anda tidak pernah dapat diselamatkan jika Anda tetap memelihara pikiran seperti yang pernah Anda lakukan atau pertahankan.

Dan kemudian datanglah suatu pengharapan yang baru yang belum pernah Anda miliki sebelumnya. Sekarang Anda mengarahkan pengharapan-pengharapan Anda kepada Allah dan Kristus. Sekarang pengharapan Anda dibangun di atas Kitab Suci dan Yesus Kristus, hanya kepada Dia! Pengharapan Anda akan dibangun, bukan di atas apapun selain di atas Darah Kristus dan kebenaran-Nya!

5. Perubahan selanjutnya dalam afeksi adalah antara keberanian dan ketakutan. Dosa-dosa orang yang belum bertobat begitu besar namun mereka tidak takut akan murka Allah dan api neraka. Orang-orang miskin rohani yang buta ini begitu berani, dalam kejahatan mereka, mereka berani melakukan dosa ketika orang-orang yang sudah bertobat tidak berani melakukannya. Mereka berani mengabaikan ibadah, minum-minum, mengucapkan kata-kata kotor, hidup ditengah-tengah kumpulan orang berdosa, dan tidak takut kepada Tuhan. Mereka berani mengambil resiko untuk menerima murka Allah dan Neraka itu sendiri. Jika Anda membicarakan tentang hal-hal ini kepada mereka itu tidak akan ada efek apa-apa terhadap mereka. Dalam keberanian mereka yang naïf, mereka berani membinasakn jiwa mereka sendiri. Seperti orang sakit jiwa yang berani melompat ke dalam air dan menenggelamkan dirinya sendiri, atau seorang buta yang berani turun ke ladang ranjau, karena ia tidak dapat melihat bahaya yang begitu besar, ini adalah semacam keberanian bodoh yang dimiliki oleh orang-orang yang masih terhilang.

Namun untuk melakukan apa yang benar, mereka sangat dikenal sebagai penakut. Mereka tidak berani menghadapi penderitaan yang sangat kecil untuk mencegah penderitaan kekal nantinya. Mereka suka mengolok-olok orang lain karena orang itu Kristen dan rajin ke gereja. Namun mereka tidak sadar sama sekali bila Allah membenci mereka. Orang yang belum bertobat tidak berani berdiri menghadapi ejekan dari keluarga dan teman-teman mereka yang masih terhilang, yang adalah musuh terlemah bagi kekristenan. Namun mereka justru mengambil resiko menerima kutukan Neraka setiap hari. Ini yang umumnya ada di antara orang-orang yang belum bertobat.

Namun ketika anugerah pertobatan itu datang, Anda akan memiliki afeksi yang sebaliknya. Kemudian Anda akan menjadi takut kepada Tuhan dan murka-Nya, dan berani menghadapi tentangan dari keluarga dan teman-teman yang masih terhilang. Anda akan berpikir bahwa keberanian menghadapi murka Allah itu adalah pikiran orang sakit jiwa, dan bukan keberanian. Tidak ada seorangpun yang dapat berdiri melawan seluruh kemahakuasaan Allah, jika Ia menghukum Anda. Oleh sebab itu, di dalam pertobatan, seseorang meletakkan dirinya sendiri di bawah kaki Tuhan dan berkata, “Tuhan, apa yang harus kauperbuat?” (Kisah 9:6). Ini adalah alasannya mengapa orang-orang yang bertobat datang kepada Kristus dengan gemetar (Kisah 16:29; 9:6). Alkitab berkata, “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan” (Mazmur 111:10; Amsal 1:7; 9:10). Sekarang, dalam pertobatan, Anda tidak akan takut lagi melakukan apa yang sebelumnya Anda takuti. Dulu Anda suka menipu orang Kristen lain, namun sekarang Anda tidak berani melakukannya lagi. Dulu Anda melakukan dosa-dosa tersembunyi, karena tidak ada orang lain yang melihatnya, namun sekarang Anda tidak akan berani melakukannya lagi karena Anda takut kepada Tuhan yang lebih besar dari segala sesuatu. Sekarang jika Anda menghadapi pencobaan untuk berbuat dosa, Anda berpikir, “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:9). “Karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan” (Amsal 16:60. Ini adalah hasil dari pertobatan yaitu membawa orang-orang berdosa untuk takut akan Tuhan.

Ketika Anda bertobat Anda akan memiliki sedikit kekwatiran karena ancaman manusia, kerugian duniawi, atau berdiri di jalan menuju Sorga! Orang yang benar-benar telah bertobat memiliki sangat sedikit sekali ketakutan akan hal-hal ini. Di sini, di mana ketika orang-orang terhilang paling ketakutan, di situlah orang yang telah bertobat paling berani. Orang yang telah bertobat akan berkata, “TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku” (Mazmur 118:6). “Kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56:11). “Dengarkanlah Aku, hai kamu yang mengetahui apa yang benar, hai bangsa yang menyimpan pengajaran-Ku dalam hatimu! Janganlah takut jika diaibkan oleh manusia dan janganlah terkejut jika dinista oleh mereka. Sebab ngengat akan memakan mereka seperti memakan pakaian dan gegat akan memakan mereka seperti memakan kain bulu domba; tetapi keselamatan yang dari pada-Ku akan tetap untuk selama-lamanya dan kelepasan yang Kuberikan akan lanjut dari keturunan kepada keturunan” (Yesaya 51:7, 8).

Ketika Tuhan mengubah orang-orang pada saat pertobatan, Dia menjadikan mereka tentara di bawah bendera Kristus, dan menetapkan mereka untuk berperang melawan pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa – yang dimaksud adalah iblis yang berkuasa di dunia ini. Oleh sebab itu Tuhan memberikan keberanian kepada orang-orang yang telah bertobat. Alasan mengapa kita melihat begitu sedikit orang-orang pemberani di gereja pada saat ini adalah karena hanya sedikit di antara mereka yang benar-benar telah bertobat. Yakinkan diri Anda bahwa Anda adalah salah satu dari sejumlah kecil itu!

“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu” (Luke 12:32).

6. The next passion which changes in conversion is anger. This is a single passion and has no opposite. Before conversion, people are angry with those who confront them with their sins. If you speak to those who are lost against their beloved sins, they become very angry with you, as if you did them some deadly harm. You cannot speak to them very softly about their sins, without them taking great offence, as if you were out to disgrace and destroy them! When we do only half our duty as ministers, those whom we tell are lost are highly offended at us, as if we did too much. When I consider what Heaven and Hell are, that one of them will be at the end of every person’s life, my conscience tells me that I should be very earnest with lost sinners, and take no excuse from them, until they turn to Jesus Christ in full conversion. They will say you are too zealous and too narrow if you do that. But aren’t those the same things the Pharisees thought about Jesus Christ? Christ Himself is an offence to the ungodly world (I Peter 2:8; Romans 9:33). No wonder then if we who are converted to Christ also offend them. They will bear a secret grudge in their minds against a Christian who troubles them in their sins. “Anger resteth in the bosom of fools” (Ecclesiastes 7:9).

If you came in with a light and caught a thief or an adulterer, he would be offended. So are most wicked people when a minister points out their sins.

But when converting grace comes you will have a change of heart. You will then thank the preacher you were angry with. You will not love anyone more than you love the person who cared for your soul. A special love to those who were the means of your conversion will remain in your heart forever. You will be like an insane man who fought with his doctor, and treats those who try to cure him as if they came to kill him. But when he returns to his right mind, he will thank the doctors with all his heart. A sinner, before his conversion, is angry with those who try to help him – but when God turns his heart he will deeply love the faithful reprover.

When you are converted, your anger will turn away from others and will be turned against yourself. You were never so angry at the preacher for reproving you as you are now at yourself, for sinning against God. There is in every converted person a great anger or indignation against himself because of his sin. Then you will say, “I have sinned greatly” (II Samuel 24:10). Paul himself says he was insane! “Exceedingly mad against” the Christians before his conversion (Acts 26:11). And of himself and some other people, he said, “We ourselves also were sometimes foolish, disobedient, deceived, serving divers lusts and pleasures, living in malice and envy, hateful, and hating one another” (Titus 3:3). So you see that converted people are angry with themselves for their sinfulness. Therefore every converted sinner hates himself for his iniquity. This is why a real convert easily denies himself, while a false convert will not. False converts fall back into nominal Christianity because they have never been brought to hate themselves and their sinfulness. They have been forgiven little, so they love little (Luke 7:47). They easily, therefore, fall back into sin and nominal Christianity, because their conversion was false in the first place (Luke 8:13-14).

7. The last change in the affections made by converting grace is in the area of man’s content and discontent. Before you are converted, you are discontented if you do not have worldly pleasure. It is the things of this world that lost people find satisfaction and happiness in. But as for spiritual and heavenly things – they can do just as well without them.

But conversion changes the heart also on these things. For when you are converted, you will be satisfied with any state of life as long as you can have communion with God. A lost person is troubled and restless if his friends, or his house, or his health or something else in this world is not just right. He is discontented because it is on this earth that he looks for contentment. Therefore he is troubled when he misses earthly joys.

A true convert, on the other hand, is troubled on this deep level more by spiritual things than physical. If God hides His face, if the Spirit appears to withdraw, if there is trouble between him and a brother in the church, he is deeply pained and troubled. Nothing will make him feel better until these things are resolved. He is like a child who will not be quieted by anything except that which it cries for. So, the true Christian is not content with anything in the world except Christ Himself. The true convert is content with what he has because God has promised that He will never leave him nor forsake him (Hebrews 13:5).

Now, the Bible says:

“Except ye be converted, and become as little children, ye shall not enter into the kingdom of heaven” (Matthew 18:3).

This does not mean that children are sinless, or free from the threat of Hell. This is what Christ means in the verse:

1. At conversion you begin anew, like a child. You begin your life anew – born again! You begin a new life when you are converted, as a child has a new life to live.

2. At conversion you become as a little child in humility and in seeking small things. Children do not think of heaping up wealth or of becoming independent and free of responsibility. Their minds are too simple for these things, and so will your mind be when you are converted. It is as impossible to become a true Christian without humility as it is for a house to stand without a foundation.


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN HIDUP

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10)

Saya telah menunjukkan kepada Anda pekerjaan pertobatan di dalam pikiran dan hati. Hal berikutnya akan menunjukkan kepada Anda perubahan yang dibuatnya dalam hidup Anda. Ia tidak membuat kita menjadi ciptaan baru untuk tidak melakukan apa-apa, atau terus menyalani Setan. Ia membuat Anda manusia baru untuk pekerjaan baru –untuk melayani Tuhan (band  I Tesalonika 1: 19). “Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Anda hanya membual belaka jika berkata telah bertobat namun cara hidup Anda masih sama dengan sebelumnya. Baik Tuhan atau pun manusia tidak akan mempercayai Anda, walaupun Anda mungkin bisa menipu diri Anda sendiri. Sejak hati baru menghasilkan kehidupan baru, marilah kita berpikir tentang kehidupan baru itu.

1. Perubahan pertama dari perubahan hidup adalah menyangkut kontrak yang dibuat antara orang yang telah bertobat dengan Kristus. Apa yang telah terjadi di dalam hati, sekarang diucapkan dengan mulut Anda. “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan” (Roma 10:10). Hati yang telah bertobat akan menghasilkan lidah yang telah bertobta; itu akan memimpin Anda bersaksi tentang pertobatan Anda baik kepada Tuhan maupun kepada orang lain.

Sebelumnya mungkin Anda hidup dalam kemunafikan, yang segera terlihat belang Anda karena ketidaktulusan hati Anda, namun pertobatan membawa Anda masuk ke dalam kontrak yang sejati dan kekal dengan Yesus Kristus.

Sebelum pertobatannya, walaupun Kristus telah menawarkan ribuan kali kepadanya, orang berdosa yang bidih tidak menanggapi Injil itu dengan serius, dan tidak akan datang kepada Yesus untuk memperoleh hidup (band Yohanes 5:4). Namun ketika ia ditarik oleh Bapa, ia akan bersukacita untuk bersatu dengan Kristus. Ketika ini terjadi Anda akan dinikahkan dengan Kristus – dalam persekutuan dengan Dia.

Sudahkah Anda dibawa pada titik ini? Sudahkah Anda menerima Kristus sebagaimana Ia tawarkan kepada Anda? Sudahkah Anda menyerahkan hidup Anda kepada Dia? Pertobatan akan membawa Anda ke dalam persetujuan ini, kontrak ini, dengan Kristus. Kontrak ini adalah keseluruhan dasar perubahan Anda. Ini dijelaskan dalam perkataan ini: “Persatuan antara Kristus dan Anda.” Persatuan dengan Dia ini akan menyebabkan Anda secara terbuka mengakui Kristus kepada dunia. Anda akan sungguh-sungguh mau membiarkan mereka mengetahui bahwa Anda dalam persetujuan (agreement) dengan Kristus dan bukan dengan mereka.

Dalam kontrak yang sama Anda meninggalkan semua pesaing kepada Kristus. Sebelumnya, Anda melayani tuan-tuan yang lain. Namun sekarang Anda memahami bahwa ini tidak bisa lagi seperti itu. Anda tidak bisa melayani Tuhan dan mammon, Roh dan kedagingan. Kristus dan Setan saling berlawanan seperti terang dan gelap (Kisah 26:18; II Timotius 2:25-26). Itulah tujuan Kristus untuk membebaskan manusia dari tawanan Setan dan dosa. Tuhan mengajar bahwa orang berdosa tidak mungkin dapat memiliki hubungan dengan Tuhan: Ia harus memilih Setan atau Kristus. Tetap hidup dalam dosa atau mau pergi ke Sorga.

Ketika orang berdosa meninggalkan dosa, berpaling dari dunia dan menuju kepada Kristus sebagai satu-satunya Juruselamatnya, ia telah pindah ke dalam pertobatan. Ini adalah tindakan menghancurkan setiap akar dosa, namun secara khusus bahwa semua dosa telah ditinggalkan dibelakangnya – yaitu mengasihi diri sendiri dan mencari diri sendiri. Setiap orang yang belum bertobat hidup untuk dirinya sendiri dan mencari hal-hal yang menyenangkan dirinya sendiri. Keinginan kedagingan ini adalah musuh terbesar yang Kristus harus    tundukan dalam pertobatan. Ini adalah berhala terbesar di dalam diri setiap orang yang belum bertobat, yang harus dihancurkan – atau tidak akan ada keselamatan, jika tidak menghancurkannya.

Natur yang sangat jelas dari pertobatan adalah berpaling dari diri sendiri kepada Kristus. Oleh sebab itu, berpaling dari dosa kepada Kristus adalah hal yang sangat penting yang orang-orang berdosa harus cari manakala mereka ingin dipertobatkan.

Banyak orang telah menyimpang terlalu jauh, dan nampak memiliki dosa yang harus ditinggalkan dan kemudian datang kepada Kristus, yang telah mempermalukan orang yang menyimpang di akhir zaman ini karena orang itu belum pernah dengan sepenuhnya menyangkal diri sendiri pada saat pertobatan.

Dengan tetap tinggal dalam keinginan kedagingan yang memimpin sebagian orang kepada nafsu yang penuh dosa, sebagin orang hidup penuh dengan ambisi, dan yang lain jatuh kembali ke dalam kepedulian terhadap hal-hal duniawi, dan dengan demikian membuktikan bahwa mereka belum bertobat pada akhirnya. Oleh sebab itu Anda harus  mengakhiri mengasihi diri sendiri dalam pertobatan yang riil. Ketika cinta kepada diri sendiri ditinggalkan pada saat bertobat, tiga tuan besar dosa ditundukkan: yaitu kesombongan, ketamakan, dan nafsu. Pembinasaan tiga dosa ini adalah bagian dari pekerjaan pertobatan. Dan separuh yang lain memimpin kepada Yesus Kristus secara penuh.

2. Ketika orang berdosa membuat kontrak seperti ini dengan Tuhan, hal berikutnya yang harus ia lakukan adalah dengan sungguh-sungguh berpaling dari dosa yang telah ia tinggalkan. Jika tidak berarti ia telah membuat janji palsu kepada Tuhan, dan ini tidak akan menghasilkan apa-apa dalam pertobatan. Sebelum pertobatan semua janji yang dibuat begitu lemah dan semua itu akan cepat berlalu dan hati dari orang-orang seperti ini gampang sekali berubah. Namun ketika mereka bertobat, mereka menjadi orang-orang yang memelihara perkataan mereka, dan menepati apa yang mereka katakan.

Oh betapa perubahan itu nampak secara tiba-tiba dalam hidup orang-orang itu ketika Allah secara penuh melakukan pekerjaan-Nya. Saya tahu pekerjaan di dalam hati ini adalah pekerjaan terbesar. Ini merefleksi di dalam kehidupan. Banyak orang seringkali menjadi sangat terkejut ketika mereka melihat perubahan yang luar biasa dari kehidupan orang berdosa yang telah bertobat.

Mereka tidak tahu bagaimana Tuhan telah bekerja di dalam hatinya dan mengubahnya. Mereka tidak tahu tentang peprangan dalam rohnya antara Kristus dan kedagingannya. Oleh sebab itu, sejak mereka tidak melihat penyebab dari dalam (inner cause), perubahan  hidup yang nampak di luar nampak luar biasa bagi mereka.

Ini adalah suatu mujizat untuk melihat efek-efek dari kuasa Kristus, dan betapa perubahan secara tiba-tiba dalam pertobatan itu sering terjadi.

Ambil contoh orang yang hanya sedikit mengalami konviksi dan bertobat secara setengah-setengah. Lihat betapa lama itu akan membuatnya berubah atau diperbaharui. Jika ia melakukan dosa, ia tidak akan segera meninggalkannya. Ia kadang-kadang menghindari dosa, seolah-olah ia telah diperbaharui, dan akdang-kadang ia jatuh kembali, karena ia belum sungguh-sungguh telah diubah. Namun ketika ia sungguh-sungguh telah bertobat Anda akan melihat dia meninggalkan dosa-dosanya dengan segera. Ia akan menjauhkan diri dari hal-hal yang dulu ia sukai yaitu hidup dalam dosa.

Orang munafik, di sisi lain, mungkin bisa membuat pengakuan dosa yang kelihatannya sungguh-sungguh, namun ia tidak akan benar-benar melemparkan dosanya keluar.  Secara tersembunyi ia memperlakukan dosanya sebagai teman, walaupun secara terbuka menyatakan sebagai musuh. Ia tidak akan sungguh-sungguh meninggalkannya, dan melemparkannya keluar dan tidak akan pernah membiarkannya kembali. Oh betapa manisnya yang ia lakukan untuk menutupi pikiran-pikiran tersembunyinya, ketika ia menunjukkan kepada orang lain suatu ketenangan dan wajah tak berdosanya.

Sebelum bertobat kita tidak dapat menyadarkan orang-orang berdosa untuk berhenti dari pelanggaran-pelanggaran mereka. Kita tidak dapat meminta mereka untuk berhenti mabuk-mabukan, atau ketamakan mereka, atau kehidupan mereka yang kotor, atau sumpah serapah mereka. Kadang-kadang, mereka akan berhenti, dan kemundian mereka melakukannya kembali. Kadang-kadang mereka mengalami konviksi dan berhenti sejenak. Namun ketika ketakutannya hilang, Anda akan melihat bahwa mereka tidak pernah mengalami perubahan hati. Mereka akan mengasihi dosa mereka bahkan  lebih lagi ketika mereka kembali lagi kepadanya.

Namun pertobatan membuat kita memusuhi dosa untuk selama-lamanya. Meninggalkan kebiasaan-kebiasaan dosa sebelumnya, praktek-praktek ketamakan, perkataan-perkataan yang kasar dan tindakan-tindakan kesombongan, seperti Sara mengusir Hagar dan Ismael keluar dari rumahnya, dan tidak akan menerima mereka kembali.

Ketika pengkhotbah berbicara kepada orang yang belum bertobat pahitnya dosa dan penghakiman karena dosa, orang-orang berdosa tidak begitu mempedulikan apa yang ia telah dengar. Oleh sebab itu ia ke dalam cara hidupnya yang lama. Namun ketika anugerah pertobatan dating, itu akan membuat orang-orang itu merasakan pahitnya dosa bagi mereka sendiri. Kemudian mereka akan berpaling dari dosa itu.

Anugerah membawa terang dari Tuhan yang menunjukkan kepada orang berdosa apa yang ia tidak lihat sebelumnya – bagaimana ia telah membawa sekumpulan ular di dalam kemejanya, dan bermain-main dengan mereka di bibir jurang Neraka. Ketika mereka melihat ini, mereka merasa itu adalah waktu untuk mengambil jalan yang lain.

Banyak kali dalam Alkitab Anda melihat suatu perubahan semacam ini dalam pertobatan sejati. Dalam Kisah Rasul 9 Anda menemukan Paulus berhenti menganiaya dan tidak pernah menganiaya lagi. Dalam Titus 3:3-5 kita memiliki uraian yang tepat tentang perubahan hidup ini yang terjadi bersama dengan pertobatan sejati:

Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci. Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus” (Titus 3:3-5).

Tidak ada orang yang hidup dalam cara hidup lamanya yang penuh dosa yang dapat dikatakan bahwa ia telah diselamatkan, sekalipun mungkin ia telah menyatakan memiliki perubahan hati.

“Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita” (I Korintus 6:9-11).

Di sini Anda melihat bahwa pertobatan sejati membuat perubahan yang dapat mendatangkan hasil yang baik dalam kehidupan. Anda yang dulu, tidak sama dengan Anda yang sekarang.

Ketika Tuhan menekankan pertobatan umat-Nya, Ia berkata berhubungan dengan dosa-dosanya yang lalu, “Engkau akan membuangnya seperti kain cemar sambil berkata kepadanya: “Keluar!” (Yesaya 30:22). Dengan kebencian, orang berdosa yang telah bertobat akan berkata, ‘Keluarlah. Bersama engkau aku telah menderita dan akan terhilang untuk selama-lamanya. Bersama engkau aku telah bersalah kepada Tuhan, dan oleh sebab itu keluarlah dari padaku! Keluarlah! Keluarlah dari padaku!”

Deskripsi pertobatan ini diberikan dalam Kitab Yehezkiel:

“Dan Aku berkata kepada mereka: Biarlah setiap orang membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat dan janganlah menajiskan dirimu dengan berhala-berhala Mesir; Akulah TUHAN, Allahmu. Tetapi mereka memberontak terhadap Aku dan tidak mau mendengar kepada-Ku; setiap orang tidak membuangkan dewa-dewanya yang menjijikkan, ke mana ia selalu melihat, dan tidak meninggalkan berhala-berhala Mesir. Maka Aku bermaksud hendak mencurahkan amarah-Ku ke atas mereka untuk melampiaskan murka-Ku kepadanya di tengah-tengah tanah Mesir” (Yehezkiel 20:7-8).

Dan dalam Roma, kita diberikan deskripsi yang serupa tentang pertobatan:

“Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang! Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati” (Roma 13:12-13).

Yesaya berkata hal yang sama:

“Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat, 17belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda! (Yesaya 1:16-17).

Dan lagi, nabi ini berkata:

“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya” (Yesaya 55:6-7).

Lebih dari seratus bagian Kitab Suci yang seperti ini yang dapat dikutip, semunya menunjukkan bahwa tidak ada pertobatan hati yang sejati jika dosa dari hidupmua tidak diusir keluar.

Anda dapat mengetahui sekalipun dosa-dosa dari hidup Anda adalah bukti dari hati yang belum bertobat dengan satu tes ini: di dalam setiap orang yang telah bertobat, keinginan utama dari hatinya adalah melawan dosa, dan keinginan utama hatinya adalah membinasakan dosa itu. Namun dalam diri orang yang masih terhilang tidaklah demikian.

Kemudian, jiwa yang telah bertobat memiliki pekerjaan baru untuk dilakukan. Ia mengarahkan hatinya kepada goal yang beru. Anda akan mulai berdoa dengan cara yang benar. Anda juga akan memiliki cara tutur kata yang baru, sejak Anda memiliki hati yang baru, “Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati” (Matius 12:34).


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN HATI

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu”  (I Yohanes 2:15).

Bagian pertama dari karya pertobatan adalah dalam pikiran. Bagian kedua adalah dalam hati. Ketika saya berbicara tentang “hati” saya menghubungkan dengan kehendak Anda, yaitu bagian dari diri Anda yang memungkinkan membuat keputusan. Dalam pertobatan, ini perlu adanya pikiran yang diubah untuk mempersiapkan perubahan kehendak.

Tuhan membawa kehendak itu untuk mengasihi apa yang sebelumnya dibenci, dan membenci apa yang sebelumnya dicintai.

1. Perubahan pertama yang Allah buat dalam hati atau kehendak pada saat pertobatan adalah dalam hal keinginannya. Ia menyebabkan Anda mengasihi  apa yang sebelumnya Anda benci. Sebelum pertobatan setiap keinginan Anda adalah untuk hal-hal duniawi dan Anda tidak menginginkan hal-hal tentang Tuhan. Hati Anda menentang hal-hal tentang Tuhan. Anda mencintai hal-hal duniawi yang Anda miliki, atau berpikir tentang hal-hal duniawi yang Anda kuasai. Anda tidak memikirkan Tuhan. Anda tidak menginginkan untuk mendengar tentang, atau berpikir tentang kehidupan yang akan datang di Sorga. Sebelum Anda bertobat Anda tidak menyukai Tuhan atau hal-hal yang suci. Anda tidak suka berpikir tentang semua itu, atau berbicara tentang semua itu, atau terlalu banyak mendengar tentang semua itu. Anda menjadi heran mengapa banyak orang senang mendengar tentang semua itu dan berdoa. Karena bagi Anda sendiri berat untuk memikirkan hal-hal tentang Tuhan.

Mungkin saja Anda pergi ke gereja sekali-sekali dan berdoa sebentar, dan kelihatannya Anda senang setelah melakukan semua itu. Itulah sebabnya mengapa Alkitab memanggil Anda sebagai musuh Allah, dan pembenci Dia – karena hati Anda menentang Tuhan, bahkan walaupun perkataan-perkataan Anda mungkin kedengarannya Anda suka bersama dengan Dia (Yesaya 29:13).

‘Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (Matthew 15:3).

Saya tahu ini sudah umum sekali kalau banyak orang berkata bahwa Tuhan telah memiliki hati mereka dari pada Ia benar-benar bekerja dalam hati mereka. Dosa telah begitu membutakan mereka yang bahkan membuat mereka tidak mengenali diri mereka sendiri.

Jika Anda dapat melihat diri Anda sendiri sebagaima sebenarnya diri Anda, maka Anda akan menyadari bahwa Anda telah benar-benar menolak Tuhan. Banyak orang berdosa mau membohongi diri mereka sendiri dari pada mengakui bahwa mereka belum mengasihi Tuhan, seperti Pemazmur berkata, “Allah tidak ada dalam semua pikirannya” – KJV (Mazmur 10:4). “TUHAN mengetahui rancangan-rancangan manusia; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka” (Mazmur 94:11).

Perubahan pertama yang Tuhan buat dalam hati adalah membawa hati Anda berbalik kepada Tuhan dan memberikan kepada hati Anda keinginan baru bagi Dia dan jalan-jalan-Nya. Roh Kudus membuka mata manusia untuk melihat kemuliaan Tuhan, dan kemuliaan yang luar biasa dari hal-hal yang telah Ia janjikan di Sorga. Tidaklah mungkin membuat orang dapat berpikir secara serius tentang Sorga, namun Tuhan dapat melakukannya, dan Tuhan melakukannya ketika pertobatan mengambil tempat pada diri Anda. Kemudian Anda akan benar-benar berkata, “Gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” (Mazmur 73:25).

Sebelumnya mungkin Anda berat untuk berpikir tentang Tuhan. Namun sekarang Anda berpikir apakah Allah telah diperdamaikan dengan Anda atau belum. Sekarang Anda membuat dalam keseharian Anda suatu kebiasaan untuk mencari Kristus sampai menemukan Dia. Ini adalah kebenaran dari jiwa yang telah bertobat. Orang lain hanya berpikir tentang Tuhan – namun orang yang telah bertobat memberikan hati mereka kepada Dia.

Saya sedang mencoba untuk membuat ini sejelas mungkin bagi Anda, karena saya ingin Anda bertanya kepada diri Anda sendiri apakah Anda sudah bertobat atau belum? Anda tahu bahwa ada sesuatu yang sangat penting dalam hidup Anda. Jika Anda tidak sungguh-sungguh tertarik di dalamnya, Anda tidak akan pernah memikirkannya atau membicarakannya dalam setiap kesempatan.

Di sini adalah perbedaan riil antara hati seseorang yang telah bertobat dan belum berobat. Sebelum seseorang bertobat pikiranya berat untuk berpikir tentang Tuhan. Setelah pertobatan, tidak ada sesuatu yang lebih menarik dari pada Tuhan! Alkitab menjelaskan dua status ini:

“Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh…. Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus” (Roma 8:5-9).

Di sini Anda melihat, di dalam setiap kata dari Alkitab ini, penjelasan tentang dua kondisi yang berbeda ini – orang yang telah bertobat dan belum bertobat. Kecuali Anda bertobat, pikiran Anda terkonsentrasi pada hal-hal duniawi. Pikiran Anda terkonsentrasi pada kebahagiaan Anda di dunia ini, bukan dunia yang akan datang. Tidak peduli apakah Anda mungkin berbicara tentang mengasihi Tuhan, Tuhan tahu bahwa Anda tidak sungguh-sungguh mengasihi Dia. Tetapi ketika pertobatan itu datang, ia menggeser cara berpikir yang lama dan memberikan pattern pikiran yang baru. Sekarang seseorang yang dulunya memikirkan kedagingan sekarang menjadi memikirkan hal-hal yang rohani.

Selidikilah hati Anda sendiri, dan tanyakanlah kepada diri Anda sendiri apakah yang akan Anda inginkan jika Anda dapat memiliki segala sesuatu yang ada di dunia ini – apa yang paling menyenangkan Anda – apa yang Anda inginkan jika Anda dapat memiliki semua yang Anda inginkan. Dengan cara ini Anda dapat tahu apakah Anda sudah bertobat atau belum. Anda mungkin berpikir bahwa Anda dapat memikirkan hal-hal duniawi dan tetap menjadi anak Allah. Tetapi jangan menipu diri Anda sendiri. Itu tidak mungkin bisa terjadi.  Jika Anda telah lepas dari hukuman api kekal yang ditentukan untuk Anda, dan kemudian memandang wajah Tuhan di Sorga, hati Anda harus berpaling dari yang lain! Kesenangan Anda yang memalukan harus menjadi ujian yang buruk bagi Anda. Anda harus malu karena apa yang sekarang Anda kasihi.

Banyak kelemahan mungkin ada dalam diri orang yang telah bertobat, namun kedagingan atau keduniawian  tidak dapat mendominasi. “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu.” (I Yohanes 2:15).

Hanya orang bodoh yang akan berkata bahwa Tuhan tidak lebih baik dari dunia ini. tetapi pertanyaannya adalah: yang mana dari semua yang mereka lebih kasihi? Saya tidak akan pernah percaya bila pikiran-pikiran Anda tentang Tuhan adalah tulus kecuali Anda memikirkan Dia dengan afeksi ketika Anda sendirian.

Ketika anugerah pertobatan datang melakukan pekerjaan ini – ini menyebabkan hati yang tulus mengasihi Tuhan. Ketika orang-orang Kristen terbaik mencapai pengenalan tertingginya akan Tuhan dan kasih-Nya, mereka akan terus mencari pengenalan lebih dalam lagi. Dan mereka akan melihat betapa sedikitnya yang mereka telah ketahui. Jiwa yang telah bertobat mengetahui kekosongan dan kesia-siaan dari dunia ini ketika ia pertama merendahkan hati dan membuat melihat dosa-dosanya, itu membuatnya melihat bahwa ia telah melanggar hukum Tuhan, dan tidak damai di bawah murka Tuhan. Bagaimana mungkin segala sesuatu di dunia ini dapat memberikan kepadanya damai atau kesenangan? Jika Anda telah bertobat, Tuhan akan menunjukkan kepada Anda kebahagiaan yang lain. Ia akan memberikan kepada jiwa Anda yang sakit haus akan Yesus, yang adalah air hidup (Yohanes 4:14). “Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:5).

2. Bagian kedua dari perubahan hati pada saat bertobat adalah dalam tujuannya – apa yang ingin ia lakukan. Pertobatan menyebabkan seseorang ingin melakukan apa yang benar. Kerinduan orang yang telah bertobat adalah mencari kehendak Tuhan dan melakukan hal yang benar.

Sebelum pertobatan, semua orang secara batiniah dan rahasia memusuhi Allah. Hati mereka menentang Dia. Tuhan tidak memiliki hati mereka. Bukanlah Tuhan yang sungguh-sungguh mereka cari. Namun segala sesuatu yang bersifat keduniawianlah yang sesungguhnya mereka cari, dan bukan Tuhan. Oleh sebab itu Anda berkata “orang-orang dunia ini yang bagiannya adalah dalam hidup ini” (Mazmur 17:14).

Oleh sebab itu Anda disebut “orang-orang dunia.” Anda menumpuk harta di dunia ini (Matius 6:19). Anda berpikir bahwa tidak ada yang lebih besar dari pada yang mereka dapat lakukan. Anda tidak tahu sukacita dalam hadirat Tuhan. Anda hanya mencari apa yang mereka akan makan atau minum, atau apa yang Anda dapat pakai, karena ini adalah cara berpikir orang-orang yang belum bertobat di muka bumi ini (Lukas 12:29, 30). Anda berpikir sangat sedikit tentang Kristus dan kerajaan-Nya, dibandingkan dengan semua hal yang Anda sukai di dunia ini. Anda melakukan segala sesuatu untuk memperoleh semua itu, tetapi Anda tidak mencari Tuhan (Matius 22:5; Lukas 12:21). Anda tidak ingin memberi apapun kepada Kristus. “Kesudahan Anda ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi” (Filipi 3:19). Anda bekerja hanya untuk hal-hal yang baik dalam hidup ini. Anda berpikir bahwa orang-orang Kristen sejati adalah bodoh karena lebih suka berdoa dan memperhatikan khotbah. Oleh sebab itu ketika orang-orang Kristen sejati menikmati kebahagiaan di Sorga, Anda akan menderita dalam api kekal di Neraka (Lukas 16:25). Kitab Suci ini menjelaskan tentang apa yang orang-orang belum bertobat inginkan dan apa yang hati mereka inginkan. Karena di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada (Matius 6:21).

Tetapi ketika anugerah yang mempertobatkan datang kehendak-kehendak seseorang (hal-hal yang ia ingin lakukan) dirubah! Ia sekarang ingin berpikir tentang Tuhan dan Sorga! Ia tidak lagi memandang dunia sebagai yang berharga, yaitu apa yang dapat dunia berikan kepadanya, dan berapa lama itu akan membantunya, atau yang dunia lakukan untuknya ketika ia membutuhkan pertolongan. Ia telah memutuskan bahwa dunia tidak pernah dapat benar-benar membuatnya bahagia. Jika Anda telah mengalami pertobatan Anda akan mengalami semua ini dalam diri Anda sendiri. Anugerah yang mempertobatkan membuat seseorang benar-benar berpikir tentang segala sesuatu yang ada di dunia yang sebelumnya Anda piker dapat membuatnya bahagia, namun ketika Anda memikirkan itu dalam pertobatan Anda akan sadar bahwa tak ada apapun di dunia ini yang benar-benar dapat membuat Anda benar-benar bahagia. Tuhan sekarang membuka pikiran Ada sehingga segala penampilan palsu tentang hal-hal duniawi tidak dapat menipu Anda seperti semua itu dulu pernah memperdaya Anda. Anda berpikir tentang bagaimana semua itu memimpin Anda ke kuburan dan Neraka, dan meninggalkan Anda ketika Anda ada dalam penderitaan.

Sebelum Anda seperti anak yang hilang, yang berpikir bahwa sulitlah hidup di rumah bapanya. Bersama dengan teman-temannya ia pergi untuk mencari kesenangan. Tetapi ketika ia sadar, ia ingin kembali ke rumah bapanya kembali! Ia sekrat karena lapar akan hal-hal tentang Tuhan

Dengan cara ini Tuhan memimpin jiwa, pada saat pertobatan, untuk berpaling dari keinginan-keinginan dan rencana-rencana duniawi sebelumnya, dan membuat Anda berkata, Tuhan, semua hal ini tidak akan membuat saya bahagia. Tolong jangan biarkan saya dipenuhi dengan hal-hal seperti ini.” Ketika jiwa Anda berpaling dari kesenangan-kesenangan duniawi, dan melihat bahwa ada yang lain yang Anda butuhkan untuk menemukan kebahagiaan sejati, Roh Kudus menunjukkan kepada Anda bahwa hanya Yesus Kristus yang dapat memberikan kepuasan.

Banyak hal yang terbaik dari dunia ini tidak akan memberikan kepuasan lebih lama kepada Anda, tetapi Anda “merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka” (Ibrani 11:16).

3. Bagian ketiga dari karya pertobatan dalam hati adalah kehendak yang baru untuk mencari Kristus dengan cara seperti yang Allah jelaskan kepada Anda bagaimana menemukan keselamatan di dalam Kristus. Keselamatan tidak dapat diteukan dengan cara yang Anda inginkan. Anda harus disemalatkan dengan cara Tuhan – atau tetap terhilang.

Dua hal yang mutlak diperlukan dalam keselamatan adalah:

a.       Anda harus harus percaya kebenaran-kebenaran tentang Kristus yang diberikan di dalam Alkitab.

b.      Bagaimanapun, Anda harus melakukan lebih dari itu. Anda harus percaya di dalam Yesus Kristus Sendiri — yang ada di Sorga. Anda harus benar-benar datang kepada Dia.

Sekarang hati dari orang yang belum bertobat menentang kedua hal di atas. Anda tidak sepenuhnya percaya dalam penggantian penebusan melalui kematian, kebangkitan dan kenaikan Kristus. Kepercayaan Anda sangatlah dangkal. Juga, Anda tidak mencari Kristus di Sorga – karena Anda belum merendahkan hati, dan tidak merasa perlu Kristus. “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit” (Markus 2:17)

Anda belajar untuk berbicara hal-hal yang manis tentang Kristus, dan bahkan Anda mau diampuni oleh Dia, namun Anda tidak pernah menangkap Dia, sama seperti korban banjir yang segera menangkap sebatang kayu yang mengapung untuk menyelamatkan diri dari hisapan air.

Tetapi ketika anugerah yang mempertobatkan itu datang, Anda akan memikirkan dengan serius tentang Kristus, dan mencari dengan sekuat tenaga untuk mengenal Dia.  Kemudian Anda akan berkata, “Aku tersiksa oleh hati nuraniku sendiri, dan hanya darah-Nya dapat membuat hati nuraniku berhenti menuduh aku. Aku dihakimi oleh hukum Taurat, yang telah aku langgar. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan tanpa darah-Nya yang memberikan pengampunan kepadaku. Aku memiliki ribuan dosa yang menyerang aku. Aku tidak dapat memenuhi perintah keadilan Tuhan. Aku harus memiliki pengorbanan-Nya di kayu Salib sebagai ganti penghukuman bagiku untuk membayar dosa-dosaku. Selamalatkanlah aku, selamatkanlah aku, Tuhan, atau aku akan binasa! Allah yang adil dan murka akan mengirimku ke neraka jika kemurkaan-Nya tidak dipadamkan oleh darah-Nya, Oh Yesus!”

Di sini ada empat hal yang terjadi ketika anugerah pertobatan datang kepada Abda:

a.       Dihakimi oleh diri sendiri karena dosa. Orang-orang belum bertobat tidak merasakan beban apapun dari hati nuraninya yang akan menuntun mereka kepada Kristus untuk memperoleh pengampunan. Hati nuraninya telah mati. Mereka dengan cepat dapat menunjukkan kesalahan orang lain, tetapi mereka sama cepatnya memaapkan dosa-dosa mereka sendiri.

Namun ketika anugerah pertobatan datang, seluruh sikap Anda akan berubah. Anda akan selalu berbicara banyak menentang diri Anda sendiri. Anda akan berbicara banyak tentang dosa Anda sendiri. Anda kemudian akan menghakimi diri Anda sendiri!

b.      Dengan sungguh-sungguh berdoa kepada Tuhan. Orang yang belum bertobat tidak tahu apapun tentang doa yang benar. Mereka juga tidak berdoa sama sekali atau selain itu mereka secara mekanis berdoa, namun sama sekali tanpa hidupa dalam doa mereka. Namun ketika anugerah pertobatan datang kepada Anda, Anda akan berseru dan menangis kepada Tuhan. Sungguh doa adalah salah satu tanda bahwa anugerah pertobatan telah datang.

c.       Ketertarikan yang besar terhadap Firman Allah. Orang-orang yang belum bertobat memiliki sedikir ketertarikan terhadap Alkitab atau khotbah. Anda membiarkan pikiran Anda mengembara ketika membaca Alkitab, atau duduk di gereja sementara khotbah disampaikan. Namun ketika anugerah pertobatan datang kepada Anda akan ada ketertarikan yang luar biasa dalam membaca Alkitab dan mendengarkan khotbah Firman Tuhan.

d. Bersekutu dengan orang-orang Kristen. Orang-orang yang belum bertobat gampang sekali menghakimi orang-orang Kristen sejati dan marah dengan mereka dari pada memapkan mereka. Kebenaran ini adalah bahwa mereka tidak suka orang-orang Kristen sejati. Semakin kudus orang Kristen menjalani hidupnya, semakin sedikit orang yang belum bertobat yang menyukai dia. Orang-orang yang belum bertobat akan mencari-cari kesalahan orang lain dan mencari-cari alasan untuk memaapkan diri untuk tidak pergi ke gereja, atau memutuskan untuk melakukan dosa yang lain. Mereka terus menerus menghakimi orang lain sehingga mereka dapat memaapkan diri mereka sendiri.

Sudahlah alami bila orang jahat membenci orang Kristen sejati (Kejadian 3:15; I Yohanes 3:12; Ibrani 11:4). Kristus berkata kepada murid-muridnya bahwa dunia akan membenci mereka kerena Ia telah memilih mereka untuk dipisahkan dari dunia; tetapi ketika mereka menjadi bagian dari dunia seperti, dunia akan mengasihi mereka (Yohanes 15:19). Ini menjelaskan mengapa dunia yang tidak bertobat membenci Kristus dan para pengikut sejati-Nya.

Namun ketika jiwa benar-benar bertobat akan ada kasih yang riil untuk orang-orang Kisten sejati dan kasih yang riil untuk gereja lokal. Orang yang benar-benar bertobat tidak akan meninggalkan gereja lokal (1 Yohanes 2:19), namun Anda akan tinggal karena Anda benar-benar mengasihi gereja (Yohanes 13:34-35; Yohanes 15:12-13). Orang-orang yang pindah keanggotaan gereja, karena alas an mereka menemukan kesalahan-kesalahan anggota gereja lainnya atau para pemimpinnya, orang-orang ini hampir selalu adalah orang yang belum bertobat. Sedikit sekali pengecualiannya. Ketika Anda bertobat Anda akan mengasihi tetangga-tetangga Anda sama dengan mengasihi diri Anda sendiri – di dalam gereja lokal.

4. Bagian keempat dari karya pertobatan dalam kehendak adalah kemantapan hati, kemantapan yang sungguh serius tentang keberadaan diri sebagai orang yang telah bertobat.

Ini tidak terpisah dari apa yang telah dikatakan. Ini adalah kesimpulan dari yang telah kita bicarakan panjang lebar..

Banyak orang telah memiliki konviksi atau tertarik untuk diselamatkan, namun setelah semuanya itu berlalu begitu saja, dan mereka kembali seperti mereka yang dulu yang hidup tanpa pertobatan. Mereka bertobat secara setengah-setengah, namun sesungguhnya mereka masih terhilang.

Kadang-kadang Tuhan memimpin hati dengan cepat, dan seseorang langsung bertobat. Namun banyak orang masih tetap hidup tanpa pertobatan walapun sudah mengalami konviksi dan setengah bangun – sebelum mereka benar-benar bertobat. Mereka tahu bahwa mereka masih terhilang, namun mereka masih tinggal dalam kebodohan mereka, setengah-setengah, separuh di dalam dan separuhnya di luar keselamatan.

Namun pertobatan sejati mendorong seluruh pikiran kepada Tuhan, dan menunjukkan kepada Anda bahwa tidak ada penyembuhan dari kutuk dosa yang lain selain di dalam Yesus Kristus. Anda akan tahu bahwa tidak ada pengampunan lain akan dosa selain di dalam  darah Yesus Kristus. Anda akan tahu bahwa Anda harus melemparkan diri Anda sendiri kepada Yesus untuk diselamatkan. Anda sekarang akan dipimpin untuk percaya tidak lain selain kepada Kristus Sendiri.

Seratus pertimbangan akan membuat Anda berkata, “Buanglah kesombongan keduniawian; sambutlah Kristus dan hidup kudus.”

Banyak orang telah terhilang untuk selama-lamanya yang mulai tidak peduli dengan Kristus. Bagian utama dari karya anugerah menyelamatkan dalam yang berada dalam resolusi ini – “Aku tidak akan berhenti mencari Kristus sampai saya menemukan Dia.” Jika Anda telah bertobat, Anda akan ditentukan untuk menemukan Kristus berapapun harganya.


NATUR PERTOBATAN – PERUBAHAN PIKIRAN

Oleh Dr. Eddy Peter Purwanto

Diadaptasi dari Richard Baxter’s A Treatise on Conversion yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Inggris modern oleh Dr. R.L. Hymers, Jr dalam A Puritan Speaks To Our Dying Nation.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Saya tidak perlu meminta Anda untuk mengasihi diri Anda sendiri, atau meyakinkan Anda untuk mencari kebahagiaan. Anda akan melakukan semua hal itu tanpa perlu sata berkata kepada Anda agar Anda melakukannya karena semua itu ada dalam ketertarikan diri Anda sendiri. Hanya orang bodoh yang tidak mengasihi diri sendiri dan tidak ingin mencari kebahagiaan.

Tujuan saya adalah untuk mengatakan kepada Anda dari mana datangnya kebahagiaan dan bukan kebahagiaan – dan untuk menasehati Anda untuk masuk ke arah yang akan membawa kebahagiaan terbesar bagi Anda.

Motif saya adalah untuk berkenan di hadapan Allah dan menyelamatkan jiwa. Saya tidak berpikir ini adalah kebenaran jika saya naik ke mimbar untuk tujuan-tujuan yang lain. Seseorang yang berkhotbah untuk alasan-alasan lain adalah untuk mencari sesuatu bagi dirinya sendiri, dan bukan untuk Kristus. Tidak lah heran jika ada “banyak pengkhotbah” menggunakan kata-kata yang lembut dan kalimat yang enak didengar. Mereka mencoba untuk berkenan kepada manusia dari pada mencoba berkenan kepada Allah.

Saya tahu betapa sulitnya untuk mendapatkan orang-orang yang mau memperhatikan kebenaran khotbah berhubungan dengan petobatan.  Saya tahu bertapa sulitnya pekerjaan ini, betapa dinginnya orang-orang yang walaupun mereka berhutang kepada para pengkhotbah setia atas jiwa-jiwa mereka.   Tetapi saya ingat bahwa saya harus berbicara dalam nama Kristus. Saya juga ingat bahwa saya harus berbicara kepada orang-orang yang akan menjadi bahagia untuk selamanya atau mengalami kengerian untuk selamanya. Saya tahu betapa sedikitnya orang yang akan diselamatkan, banyak “yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (Matius 20:16; Matius 22:14). Banyak orang terhilang untuk selama-lamanya karena mereka tidak mau berpikir tentang Kristus, atau menerima anugerah Allah yang ditawarkan kepada mereka.

Itulah sebabnya mengapa saya berbicara kepada Anda hanya satu subyek: bahwa hanya atas satu di mana hidup dan mati Anda bergantung. Jika saya ingin Anda berpikir tentang saya sebagai seorang sarjana yang luar biasa, atau saya mendapatkan tepuk tangan Anda untuk apa yang saya katakan, saya akan berbicara tentang subyek yang lebih menyenangkan lagi, dan saya akan menceritakan kepada Anda cerita singkat dan lelucon yang lucu sekali. Tetapi saya tahu bahwa jika saya lakukan ini hanya akan berkenan kepada Iblis dari pada kepada Tuhan, sehingga saya tidak akan berkhotbah dengan cara seperti itu. Saya berdoa agar Than menggunakan apa yang saya sampaikan untuk mempertobatkan jiwa. Itulah apa yang saya inginkan terjadi.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

“Kerajaan sorga” ini berarti status anugerah sejati (keselamatan) sama halnya dengan kerajaan di masa datang. Dalam ayat ini mengacu pada berada pada status keselamatan. Pertobatan adalah pintu masuk ke dalam  persiapan kerajaan, karena pertobatan adalah pintu masuk ke dalam keselamatan.

Doktrin Pertobatan

Kita dapat mempelajari beberapa doktrin dari teks ini dalam Matius 18:3.

1. Jika manusia tidak bertobat, mereka tidak akan dapat masuk ke dalam kerajaan sorga.

2. Semua orang secara natur berada dalam kerajaan Setan. Ketika mereka bertobat mereka berpindah ke kerajaan sorga. Seseorang pindah dari kerajaan Setan ke kerajaan Sorga melalui pengalaman pertobatan.

3. Kata conversion, repentance, regeneration dan sanctification digunakan dalam Alkitab untuk menjelaskan pekerjaan Allah yang sama di dalam jiwa manusia. Tetapi setiap kata menunjukkan seseuatu atau penekanan yang berbeda tentang pekerjaan yang sama ini.

4. “Repentance” menjelaskan gerakan kita menjauh dari status yang penuh dosa – kita berbalik pada saat bertobat. Kata “repentance” menjelaskan bahwa kita berbalik kepada Kristus, berpaling dari dosa. Ada dua sisi repentance: sisi pertama adalah berpaling dari keadaan dosa dan kebinasaan (ini juga dapat berhubungan dengan berbalik dari dosa secara particular), dan di sisi lain berbalik kepada Yesus Kristus.

Repentance” berbicara tentan dua hal: (1) Dukacita yang mendalam karena kita telah berdosa; (2) perubahan pikiran dari dosa itu kepada Yesus Kristus. Yang pertama hanya bagian dari yang kedua. Perubahan pikiran adalah begitu sedih mengingat dosa yang telah dilakukannya, walaupun kesedihan itu bukanlah perubahan dalam arti yang sesungguhnya. Namun ketika pertobatan riil itu terjadi, bagian dari perubahan pikiran termasuk dalam duka cita yang mendalam karena dosa-dosa itu.

5. “Regeneration” juga berarti sama seperti “conversion.” Tetapi ada perbedaan kecil: istilah ini berarti “kelahiran kembali.” “Regeneration” berarti “kelahiran kembali.” Ini adalah perubahan yang luar biasa, yaitu bahwa orang itu menjadi manusia baru. Walaupun istilah “regeneration” lebih komprehensif dari pada “conversion,” dua kata ini secara esensial memiliki pengertian yang sama.

6. “Sanctification” juga berarti sama seperti “conversion,” tetapi dengan perbedaan kecil: kata ini memfokuskan pada kasih kita yang dalam untuk Tuhan, dan kesucian hidup yang datang dari kasih yang seperti itu.

Sekarang saya harus menunjukkan kepada Anda apa yang dimaksud dengan “bertobat dan menjadi sama seperti anak kecil.” Ini tidak dapat dilakukan dengan baik kecuali pertama-tama saya memberikan kepada Anda deskripsi tentang status orang yang belum bertobat.

Manusia telah berdosa, melanggar hukum Tuhan, dan menjadikan dirinya sendiri sebagai budak Setan dan anak kematian. Oleh sebab itu, natur orang yang belum bertobat adalah rusak dan korup. Jadi, nature kita begitu kotor. Pertobatan berhadapan dengan pertanyaan ini, “Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis?” (Ayub 14:4). Bagaimana mungkin Adam dapat menurunkan natur yang baik kepada umat manusia jika ia sendiri telah kehilangan dirinya sendiri? Kita semua lahir dalam natur yang telah rusak karena kita telah menerima natur seperti itu dari Adam. Natur kita cenderung menentang Tuhan dan hal-hal sorgawi dan tertarik kepada dunia dan hal-hal duniawi. Sombong, tamak, tidak percaya, kesalahan, kemunafikan, kafir, pertikan dan semua kejahatan berakar dari dalam diri kita. Jika pencobaan datang, kita akan mengeluarkan buah karena natur kita yang telah rusak.

Sejak ini adalah natur Anda, ini hanya akan lebih memperburuk Anda di dalam dosa, jika Anda menangguhkan diri untuk bertobat.

Sejak natur Anda telah rusak, seseuatu yang berasal dari luar Anda harus mempertobatkan Anda, karena pohon yang tidak baik tidak dapat menghasilkan buah yang baik. Penyebab utama pertobatan adalah Roh Kudus. Roh Kudus menggunakan khotbah tentang Yesus Kristus (entah melalui yang dibaca atau didengar) untuk mempertobatkan manusia. Roh Kudus menyebabkan seseorang dapat percaya kepada Yesus. Roh Kudus membawa seseorang berpaling dari kepercayaannya pada dirinya sendiri, kepada percaya Yesus Kristus. Roh Kudus membuat pertobatan itu terjadi di dalam diri orang berdosa, dan membawa perubahan batiniah (inward change).

Pertobatan Berarti Perubahan Pikiran

Setiap orang yang belum bertobat adalah buta akan kebenaran-kebenaran Injil yang menyelamatkan. Setiap orang yang bebal disebabkan oleh karena ia belum pernah mendengarnya, atau karena ia belum memahaminya.

Banyak orang di dunia ini tidak mengetahui bahwa natur manusia secara total telah rusak. Mereka tidak tahu betapa Tuhan membenci dosa, dan beta dosa  layak menerima murka Allah. Mereka tidak tahu betapa Yesus Kristus telah memuaskan pengadilan Allah dan menebus kita dari kebinasaan. Mereka tidak tahu bahwa Yesus menawarkan kepada mereka pengampunan melalui kematian-Nya di atas kayu salib, dan betapa orang-orang yang percaya akan masuk ke dalam kemuliaan untuk selama-lamanya, dan orang yang tidak percaya akan binasa untuk selama-lamanya.  Banyak orang yang benar-benar bebal akan prinsip-prinsip fundamental dari agama Kristen. Banyak dari orang-orang ini yang tahu sebagian dari doktrin ini hanya dengan cara yang dangkal atau picik dan tidak efektif.

1. Sekarang hal pertama bahwa Roh Allah bekerja dalam pertobatan dengan membuka mata hati manusia untuk memahami kebenaran-kebenaran ini; sehingga seseorang yang dulu mendengar khotbah sebagai sesuatu yang tidak riil, sekarang sama seperti seseorang yang dibawa keluar dari penjara bawah tanah untuk melihat cahaya. Orang itu seperti orang yang buta yang kemudian dicelikkan, yang bahagia melihat cahaya dan dikejutkan dari kebebalan dan kebutaan mereka sebelumnya.

Saya akan membuktikan ini kepada Anda dengan Kitab Suci:

“Tetapi manusia duniawi (orang yang belum bertobat) tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”

(I Korintus 2:14).

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini (Setan), sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah”

(II Korintus 4:3-4).

Dan kemudian Alkitab menjelaskan kepada kita tentang kesembuah yang terjadi pada saat pertobatan:

“Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah”

(Kisah Rasul 26:17-18).

Anda bebal terhadap kebenaran-kebenaran agung di dalam Alkitab sampai Allah sendiri membangkitkan Anda untuk melihat realitasnya.

2. Dalam pertobatan pikiran Anda juga diubah dari keacuhan kepada perhatian yang serius. Alasan utama kita tidak dapat menyadarkan orang-orang untuk membenci dosa serta keduniawian dan mencari serta menemukan Kristus adalah karena kita tidak dapat memaksa mereka untuk berpikir serius. Orang-orang yang masih terhilang lebih memikirkan dan membicarakan hal-hal lain dari pada memikirkan dengan mendalam tentang khotbah ketika mereka pulang dari ibadah di gereja. Mereka tidak pernah terbantu oleh khotbah karena mereka tidak memikirkan itu semua. Kita tidak dapat memaksa mereka untuk menyediakan waktu khusus untuk mengingat atau merenungkan apa yang telah mereka dengan secara serius.

Ketika Roh Allah datang mempertobatkan Anda, Ia membuat Anda memikirkan khotbah ini. Ia membangunkan jiwa-jiwa yang tertidur dan menunjukkan kepada mereka bahwa khotbah ini adalah untuk mereka. Tuhan menetapkan kebenaran khotbah ini di depan mata mereka dan membuat mereka benar-benar serius memperhatikan apa yang mereka telah dengar. Allah sendiri yang memfokuskan pikiran-pikiran mereka terhadap khotbah-khotbah yang mereka dengar, yang sebelumnya mereka selalu lupakan dan abaikan. Mereka mungkin telah mendengar ratusan khotbah tentang dosa dan Kristus, dan kebutuhan akan pertobatan, mereka mungkin juga pernah mendengar tentang penghakiman, Sorga dan Neraka untuk beberapa kali, tetapi mereka tidak pernah memikirkan semua hal itu secara serius sebelumnya. Sekarang Allah membawa hal-hal yang mereka pernah dengan dalam khotbah yang tajam dan jelas dalam pikiran mereka.

Ini adalah bagian terbesar dari karya Roh Allah dalam mempertobatkan orang, yaitu dengan membuat seseorang benar-benar memikirkan khotbah yang pernah mereka dengar.

3. Perubahan ketiga dalam pikiran pada saat bertobat adalah perubahan dari ketidakpercayaan kepada iman yang sejati. Satu atau dua kata dalam khotbah tentang Sorga atau Neraka, jika itu benar-benar Anda percayai, akan membuat Anda percaya kepada Kristus dengan segenap hati Anda. Tetapi orang-orang berdosa yang tidak bertobat hanya akan setengah percaya kepada Alkitab. Mereka adalah benar-benar orang yang belum percaya. Tetapi ketika Roh Allah mulai bekerja di dalam diri Anda, maka Anda akan mulai melihat bahwa segala sesuatu yang ada di dalam Alkitab adalah secara realitas benar. Ada akan mulai melihat Kistus, dan api yang kekal di Neraka, itu bukan mimpi, tetapi itu adalah fakta actual. Apapun yang Anda pikirkan tentang ini sekarang, semua orang yang ada di bumi akan menemukan diri mereka sendiri di Sorga atau  di Neraka.

Jika Anda memberitahu seseorang bahwa ada perampok yang sedang mengikuti orang itu, dan ia tidak segera lari dengan cepat, Anda dapat yakin bahwa ia tidak sungguh-sungguh percaya kepada Anda. Tetapi jika Anda melihat orang itu lari untuk menyelamatkan hidupnya, itu adalah bukti bahwa ia percaya kepada Anda. Ketika seseorang benar-benar bertobat, Anda dapat mudah melihat dengan cara ia bertindak apakah menunjukkan ia percaya apa yang Alkitab katakan. Karena Nuh benar-benar percaya apa yang ia dengar, ia didorong oleh ketakutan dan mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya dari penghukuman (band. 11:7). Jika Anda melihat Nuh mengerjakan bahtera Anda akan tahu bahwa ia benar-benar percaya apa yang telah ia dengar, jika tidak ia tidak akan bekerja keras untuk lepas dari bahaya.

4. Perubahan keempat yang datang bersama pertobatan adalah berpaling dari pikiran-pikiran salah. Sebelumnya, orang-orang yang masih terhilang berpikir bahwa tidak ada Sorga dan Neraka. Mereka berpikir bahwa Allah akan menyelamatkan mereka dengan cara sebagaimana mereka ada sekarang ini.

Tetapi ketika Allah mempertobatkan Anda, Anda merubah semua opini Anda ini. Anda mungkin pernah berpikir tidak menjadi masalah untuk meninggalkan gereja oleh karena beberapa alasan. Anda mungkin pernah berpikir tidak apa-apa melakukan dosa dengan satu cara atau dengan cara lainnya. Tetapi ketika Tuhan mempertobatkan Anda, Anda akan berpaling dari pikiran-pikiran yang salah dan dosa itu. Kemudian Anda akan berpikir, “Oh, betapa bodohnya aku tertidur dalam hidupku yang singkat ini dari pada mencari keselamatan di dalam Krisus! Betapa bodohnya kau karena telah melupakan  betapa penghakiman Allah itu sudah begitu dekat!”

Ketika Anda dibangunkan oleh Tuhan, Anda akan berkata, “Aku harus segera membuat kepastian bahwa saya siap pergi ke Sorga! Saya harus melakukan semua yang dapat saya lakukan untuk membuat yakin bahwa saya tidak akan pegi ke dalam siksaan api yang kekal!”

Wahai orang yang belum bertobat, pikiran Anda akan diubah, Anda akan berfikir dengan cara yang berbeda dari caya Anda berpikir sekarang, ketika Anda mengalami pertobatan. Anda akan memiliki cara berpikir yang baru tentang dosa dan gereja, tentang yang baik dan yang jahat.

Anda mungkin berkata bahwa Anda tidak akan pernah mengubah pikiran Anda, tetapi Tuhan Sendiri dapat mengubah Anda berpikir berbeda dari cara berpikir Anda sekarang. Terang Tuhan tidak akan dapat dikalahkan oleh kegelapan Anda, jika Ia memaksudkan terang itu untuk menyinari jiwa Anda.

Yesus berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).


SEKILAS TENTANG KEHIDUPAN RICHARD BAXTER

“Saya berkhotbah seperti tidak pernah yakin akan dapat berhotbah lagi, dan seperti seorang yang sekarat kepada orang-orang yang sekarat.”   – Baxter.

Yang paling terkenal di antara para penulis Puritan adalah Richard Baxter (1615-1691). Ia disebut sebagai pengkhotbah yang sangat sukses, pemenang jiwa, dan pemelihara jiwa-jiwa yang pernah Inggris miliki.” Edmund Calamy menyebut dia “penulis banyak volume teologi yang sangat terkenal dalam bahasa Inggris.” Baxter menulis 160 buku. George Whitefield, John Wesley, C.H. Spurgeon dan Martin Lloyd-Jones sangat menghormati dia.

Ia lahir di Shropshire dalam keluarga yang sangat miskin, ia tidak pernah kuliah di universitas dan selalu mengalami kelemahan fisik. Namun ia adalah seorang pembelajar, ia memperoleh pelajaran yang agung dari dirinya sendiri. Ia menjadi gembala di Kidderminster, dekat kota Birmingham, pada tahun 1647. Orang-orang di kota itu sangat jahat. Gembala sebelumnya yang ia gantikan adalah seorang peminum dan hanya berkhotbah tiga bulan sekali. Sepanjang tahun-tahunnya di Kidderminster, ia telah mengunjungi 800 keluarga di gerejanya itu setiap tahunnya, mengajar setiap pribadi secara individu. Metode pelayanan yang ia terapkan terdapat dalam bukunya yang sangat terkenal yaitu The Reformed Pastor, buku teragung tentang penggembalaan yang pernah ia tulis.

Ciri khas khotbah Baxter adalah semangatnya yang luar biasa. Dalam tulisan dan khotbahnya ia menunjukkankepercayaannya bahwa para gembala perlu “memiliki kemampuan untuk membuat jelas kebenaran, meyakinkan para pendengarnya, membawa masuk terang yang tidak dapat ditolak ke dalam nurani mereka, dan memeliharanya agar tetap di sana, dan memberkati setiap keluarga; tanamkan kebenaran dalam pikiran mereka dan pekerjaan Kristus ke dalam afeksi mereka.”

Ia “no Calvinistic axe to grind,” dan menengahi antara Armenianisme dan Calvinisme. Ia berusaha untuk lebih lembut untuk beberapa poin Calvinisme dengan membela “kehendak bebas.” Metode Baxter adalah penengah, yang ia sebut sebagai “Kekristenan semata-mata” (Mere Christianity) (C. S. Lewis menggunakan frase ini dari Baxter sebagai judul bukunya yang terkenal)

Kekuatannya yang luar biasa terletak dalam kemampuan pastoralnya dan khotbah penginjilannya. Tujuan utama dari khotbah-khotbahnya melihat orang terhilang bertobat. Bukunya, A Call to the Unconverted, adalah ajakan keras untuk orang yang terhilang untuk datang kepada Kristus.

Walaupun ia pernah berkhotbah di depan Raja, di Perlemen, dan di Westminster Abbey, mimbar favoritnya adalah di gerejanya sendiri, berbicara kepada masyarakat miskin di Kidderminster.

Setelah Act of Uniformity, ia dimasukkan ke dalam penjara di Tower of London selama delapan bulan karena ia tidak mau tinggal di Church of England. Ketika ada di penjara, ia sering dikunjungi oleh ahli tafsir terkemuka Matthew Henry.

Ditulis tahun 1657, Treatise on Conversion adalah buku yang luar biasa. Tetapi itu terlalu panjang, dan kata-katanya terlalu sulit untuk dimengerti, untuk kebanyakan orang pada zaman ini. Saya telah memadatkan dan menyusunnya kembali, dan mengubah kata-kata yang sulit menjadi lebih sederhana, untuk menjangkau pikiran manusia modern ini. Saya berharap khotbah-khotbah dari Baxter ini memberkati Anda. Khotbah-khotbah ini mengoreksi kedangkalan “decisionism” zaman kita ini – yang adalah kutuk bagi jutaan orang yang memimpin kepada api yang kekal.

Oleh Dr. R.L. Hymers, Jr., M.Div., Th.D. Litt.D.


The Scripture

This slideshow requires JavaScript.


SIAPAKAH KAUM PURITAN ITU?

This slideshow requires JavaScript.

Apakah Puritan itu? Siapakah mereka yang disebut sebagai kaum Puritan? Bab ini akan memberikan gambaran kepada Anda tentang kaum Puritan. Menurut Dr. Joel R. Beeke, “Penggunaan kata Puritan bukan hanya untuk orang-orang yang dikeluarkan dari Church of England dengan the Act of Uniformity-nya pada tahun 1662, namun juga orang-orang dari beberapa generasi setelah Reformasi di wilayah Inggris Raya dan Amerika Utara, yang berusaha mereformasi dan memurnikan gereja serta memimpin orang-orang kepada Alkitab, kehidupan yang saleh, mempertahankan konsistensi doktrin tentang anugerah. Dari gambaran penjelasan tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa Puritan adalah gerakan untuk memimpin kekristenan kembali kepada Alkitab dan kehidupan yang kudus sebagai bukti dari pertobatan yang sejati. Oleh sebab itu, berita utama kaum Puritan adalah seruan pertobatan. Khotbah-khotbah maupun tulisan-tulisan kaum Puritan menekankan seruan untuk bertobat. Karya literatur pionir untuk penginjilan kaum Puritan adalah Call to the Unconverted oleh Richard Baxter dan Alarm to the Unconverted yang ditulis oleh Joseph Alleine. Berita-berita atau khotbah-khotbah yang dikumandangkan oleh kaum Puritan sangatlah berbeda dengan khotbah-khotbah zaman ini yang cenderung dangkal dan tidak mengubah hati manusia. Tidak heran jika bangkitnya kaum Puritan identik dengan First, Second and Third Great Awakening (Kebangunan Rohani Pertama, Kedua, dan Ketiga) di Inggris Raya dan Amerika.

Bangkit dan bertumbuhnya Puritan paling sedikit disebabkan oleh tiga kebutuhan utama pada zaman itu, yaitu: (1) Perlunya khotbah yang Alkitabiah dan pengajaran kebenaran; (2) perlunya kesucian personal yang menekankan pekerjaan Roh Kudus dalam iman dan kehidupan orang percaya; dan (3) pembaharuan tatacara dan pemerintahan gereja menurut Alkitab. Oleh sebab itu, ungkapan “Puritan evangelism” seringkali dihubungkan dengan bagaimana Kaum Puritan memberitakan Firman Allah berhubungan dengan keselamatan orang-orang berdosa dari dosa dan konsekwensinya. Keselamatan diberikan hanya oleh anugerah, diterima dengan iman. Kaum Puritan bukan hanya memberitakan Kristus sehingga melalui kuasa Roh Kudus orang-orang datang kepada Allah melalui Kristus; namun mereka juga memberitakan Kristus dengan menekankan bahwa orang percaya harus bertumbuh di dalam Dia, dan melayani Dia sebagai Tuhan dalam persekutuan dengan Jemaat-Nya dan dalam memperluas Kerajaan-Nya di muka bumi ini.

Apakah yang mengkarakteristik dari gerakan atau khotbah-khotbah kaum Puritan ini?

I. Kaum Puritan Mendasarkan Khotbah Mereka di atas Alkitab

Edward Dering seorang tokoh Puritan berkata, “Hamba Tuhan yang setia, seperti Kristus, adalah orang yang hanya berkhotbah dari Alkitab saja.” Dan John Owen menyetujuinya dengan berkata, “Tugas utama dan prinsip dari seorang Gembala adalah memberi makan kepada domba-dombanya dengan khotbah yang dalam dari Alkitab.” Sebagaimana Miller Maclure katakan bahwa bagi kaum Puritan, khotbah tidak boleh memutarbalikan Kitab Suci, namun secara literal harus dari dalam Alkitab; bukan teks di dalam khotbah, namun khotbah di dalam teks. Henry Smith yang juga adalah pengkhotbah Puritan berkata kepada jemaatnya, “Kita harus selalu menempatkan Firman Allah di depan kita sebagai aturan hidup, dan tidak mempercayai yang lain selain apa yang diajarkan Alkitab, tidak mengasihi yang lain selain yang ditentukan Alkitab, tidak membenci yang lain selain yang dibenci Alkitab, tidak melakukan yang lain selain yang diperintahkan oleh Alkitab.”

Kutipan-kutipan dari para pengkhotbah Puritan di atas tentunya memberikan gambaran yang jelas kepada kita bahwa Kaum Puritan mendasarkan khotbah-khotbah mereka tidak lain selain dari Alkitab. Ini sangat berbeda dengan para pengkhotbah zaman ini. Bahkan menurut Dr. Joel R. Beeke para pengkhotbah saat ini lebih memahami sepak bola dan program tayangan-tanyangan televisi, atau pengajaran Sigmund Freud dan Paul Tillich, dari pada melakukan seperti yang Musa dan Paulus lakukan. Khotbah-khotbah masa kini cenderung menjawab kebutuhan-kebutuhan psikologis dari pada rohani manusia. Alkitab bukan lagi menjadi pusat pemberitaan, namun pemikiran-pemikiran psikologis dan anthropologis yang lebih ditekankan.

Hank Hanegraaff menulis buku tentang ini, dengan judul Counterfeit Revival (Word, 1997). Dalam cover buku tersebut tertulis kalimat seperti berikut ini:

Para pemimpin Kristen… menyatakan bahwa kita sekarang berada di tengah kebangunan rohani yang terbesar di sepanjang sejarah. Dalam ketergesa-gesaan mereka mengatakan itu sebagai Kebangunan Rohani (Great Awakening), walaupun lebih tepat disebut Kesesatan Besar (Great Apostasy)… Kebangunan Rohani yang palsu merupakan pencarian Allah di tempat yang salah. Seperti para pemimpin Kebangunan Rohani Palsu banyak menerapkan taktik manipulasi sosio-psikologikal, tema-tema mereka terjebak dalam bahaya subyektivisme. Tidak seorangpun kebal terhadap kekuatan sugesti massa. Sekali epidemik ini mengkontaminasi suatu gerakan, itu dapat membuat hitam tampak menjadi putih, mengaburkan realita, dan mengabadikan kemustahilan-kemustahilan. Dengan kekuatan penuh hal ini mendobrak para intelektual untuk menjadi seperti ragu, kaya, atau miskin. Agama-agama kafir dan bidat-bidat Kristen telah lama menyulap dan mempengaruhi pikiran untuk mempromosikan praktek-praktek mereka. Para pemimpin Kebangunan Rohani Palsu saat ini sedang mengikuti langkah-langkah mereka.

II. Kaum Puritan Tidak Malu Mengkhotbahkan Khotbah-Khotbah Doktrinal

Para penginjil Puritan melihat teologi sebagai disiplin praktis yang bersifat esensial. Seperti Ferguson tuliskan, “Bagi mereka teologi sistematika bagi seorang gembala sama dengan pengetahuan anatomi bagi seorang dokter.” Setiap tulang manusia menjadi perhatian seorang dokter, begitu juga setiap doktrin harus menjadi perhatian bagi setiap pengkhotbah. Pada tanggal 28 Desember 1958 Dr. W.A. Criswell berkhotbah di First Baptist Church of Dallas dengan tema “Adorning the Doctrine of God,” dan ia menjelaskan betapa pentingnya doktrin bagi pertumbuhan iman jemaat. Dr. W.A. Criswell berkata, “Doktrin adalah dasar di mana hidup kita dibangun di atasnya. Tragedi di zaman modern kita ini dapat dengan mudah digambarkan seperti jutaan orang yang terpengaruh untuk mempercayai bahwa ayat-ayat yang berkenaan dengan doktrin penting yang diwahyukan oleh Tuhan ini dianggap sudah ketinggalan jaman. Mereka adalah orang-orang dari abad pertengahan. Dan bahkan, hal yang kita harus lakukan pada zaman kita ini adalah tunduk kepada atheis di area ilmu pengetahuan dan pengagungan pengetahuan. Dan, mereka telah datang ke tempat yang telah diciptakan oleh si monster Frankenstein, kita tunduk di hadapan dewa pengetahuan dan ilmu pengetahuan dan keilmiahan yang telah kita agung-agungkan. “Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?” Semua hal ini adalah penting. Dan, ada berjuta-juta orang yang lain yang telah meninggalkan dasar-dasar kehidupan dan pengharapan orang Kristen yang agung ini dan menggantikannya dengan filsafat yang palsu, secularism, dan materialisme.”

Dr. W.A. Criswell menggambarkan doktrin adalah kerangka tulang bagi tubuh manusia, dan praktek hidup kita sebagai daging yang membalut tulang itu sehingga kerangka tulang itu menjadi indah untuk dipandang. Kita akan menjadi makhluk aneh tanpa susunan kerangka tulang ini. Suatu rongga tengkorak yang menjaga otak; suatu rongga dada yang menjaga dan melindungi dan sebagai wadah paru-paru dan jantung; susunan tulang belakang yang memungkinkan kita dapat berdiri tegak lurus; tulang paha sebagai daya penggerak; tumit dan tulang telapak kaki untuk berjalan; tulang pergelangan tangan dan tulang telapak tangan untuk dapat memegang. Para insinyur berkata ini adalah kerangka yang paling sempurna yang dijadikan Tuhan di muka bumi ini. Tanpa itu, tentunya kita akan menjadi makhluk yang aneh: hanya menyerupai gumpalan daging saja. Seperti halnya kerangka tulang ini sangat dibutuhkan, begitu juga doktirn adalah sangat penting. Peter Marshall, suatu kali berkata: “Orang yang tidak berdiri di atas sesuatu akan jatuh kepada sesuatu.” Maksudnya mungkin saja ada orang-orang tertentu yang akan berkata bahwa mereka tidak memerlukan doktrin, mereka menentang khotbah-khotbah yang bersifat doctrinal, padahal itulah doktrin mereka.

III. Kaum Puritan Menyerukan Praktek Hidup Menurut Firman Tuhan

Khotbah kaum Puritan menjelaskan bagaimana orang Kristen mencoba untuk menerapkan kebenaran Alkitab dalam hidup mereka. Dan Dr. Joel R. Beeke berkomentar, “Betapa berbedanya ini dengan banyak khotbah-khotbah masa kini! Zaman ini Firman Allah sering dikhotbahkan dengan cara yang tidak akan pernah mentransformasi karena tidak pernah membedakan benar dan salah serta tidak pernah mendorong orang untuk melakukannya. Khotbah sudah dikurangi menjadi seperti memberikan kuliah, memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia, atau suatu bentuk experientialism telah dipindahkan dari dasar Kitab Suci.”

Para pengkhotbah Kebangunan Rohani Pertama, atau kaum Puritan khususnya George Whitefield, menyelidiki hati orang-orang berdosa sampai mereka sendiri mengakui kenyataan dosa-dosa mereka. Whitefield, penginjil terbesar pada zaman itu, menekankan hal itu. Ia kemudian menunjukkan nurani mereka sendiri berhubungan dengan natur dosa warisan mereka, natur mereka yang berdosa, ketika mereka lahir, dan ketika mereka menjalani kehidupan mereka. Whitefield sering berkata bahwa manusia yang tidak merasakan kengerian oleh karena warisan natur dosanya, tidak dapat benar-benar bertobat di dalam Kristus. Ia menekankan hal ini dengan kuatnya, sampai banyak orang dalam pelayanannya datang dengan kesadaran yang penuh bahwa mereka ada dalam kondisi menyedihkan di dalam Adam, sadar akan natur dosa mereka, warisan dari Adam, melanggar dan menentang Tuhan. Melanggar dan menentang adalah natur mereka, bahkan sekalipun misalnya mereka tidak melakukan satu dosa pun, secara fisik, mereka tetap harus dihukum di Neraka, karena natur mereka yang berdosa. Dan Pengkhotbah Puritan lainnya, Richard Baxter menegaskan bahwa orang-orang yang sudah mengalami konviksi ini harus melangkah menuju pertobatan sejati, yaitu change of mind (mengalami perubahan pikiran), change of heart (mengalami perubahan hati), change of life (mengalami perubahan hidup), dan change of affection (mengalami perubahan afeksi).

IV. Khotbah Kaum Puritan Bersifat Penginjilan Holistik

Kaum Puritan menggunakan Alkitab untuk mengkonfrontasi semua orang. Mereka tidak melulu mengarahkan manusia untuk meresponi dasar dari banyak teks yang menekankan aspek penginjilan. Tentu tugas untuk meresponi Injil dalam iman adalah hal yang sangat penting, namun harus diingat bahwa selain itu ada tugas-tugas lain yang harus dikerjakan. Ada tugas untuk bertobat, bukan hanya seperti perasaan bersalah yang bersifat sementara, namun sebagai pertumbuhan hidup yang penuh. Kaum Puritan berkhotbah agar orang-orang berdosa “berhenti berbuat jahat” (Yes. 1:16), dan menjadi kudus seperti Allah yang adalah kudus.

Kaum Puritan mengkhotbahkan hukum Taurat sebelum Injil seperti cara Paulus menuliskan tiga pasal pertama dari Kitab Roma. Pertama-tama Rasul Paulus menjelaskan kesucian Allah dan hukum Taurat sehingga mulut orang berdosa akan bungkam dan seluruh dunia akan menemukan rasa bersalah dalam dirinya di hadapan Tuhan. Dengan demikian mereka dapat berbalik dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Allah dengan segenap hati mereka. Dr. R.L. Hymers, Jr berkata, “Khotbah pemberitaan Injil model lama selalu menunjukkan kepada manusia akan dosa mereka dan bahwa kegagalan mentaati hukum Taurat begitu jelas dan ditekankan, sebelum mempresentasikan Injil kepada mereka. Satu kesalahan terbesar dalam penginjilan modern, yang telah dipraktekkan seratus dua puluh lima tahun terakhir ini atau bahkan lebih, telah menjadi kebalikannya dari apa yang seharusnya, yaitu pertama-tama mempresentasikan kasih dan anugerah Kristus, dan kemudian hanya mempresentasikan teror hukum Taurat jika mereka menolak Kristus. Ini kebalikkan dari cara penyampaian Injil yang diajarkan dalam seluruh Alkitab, dan ini kebalikan dari cara yang telah dilakukan oleh para pengkhotbah penginjilan klasik di sepanjang abad. Luther, Wesly, Whitefield, Bunyan, dan semua pengkhotbah klasik dari tiga masa Kebangunan Rohani, yang selalu memulai khotbah mereka seperti yang diajarkan Alkitab, yaitu dengan mengkonfrontasi orang-orang berdosa yang terhilang dengan kondisi mereka yang sangat menyedihkan, keadaan mereka yang sangat mengerikan dan masa depan ajal mereka.”

Dengan mengetahui empat karakteristik khotbah-khotbah kaum Puritan kita di atas kita dapat menjadikannya sebagai perbandingan dan ukuran untuk khotbah-khotbah masa kini. Khotbah-khotbah mereka memiliki kuasa untuk merubah hidup manusia yang berdosa, rusak dan jahat menjadi berbalik kepada Tuhan, mengalami perubahan sejati baik dalam pikiran, hati, hidup dan afeksi mereka. Suatu kali ketika George Whitefield sedang berkhotbah, di sana hadir seorang skeptis yang brilian, yaitu Thorpe dari Bristol. Orang ini memiliki club yang dinamakan Hell Fire Club. Mereka adalah kumpulan pencemooh Kekristenan. Ketika Thorpe mendengarkan khotbah Whitefield dengan seksama, pada saat itu ia mengalami pertobatan dan perubahan yang drastis. Ia tersungkur di hadapan Tuhan dan mengakui dosa-dosanya dan menyambut Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Setelah pulang, ia langsung pergi mengumpulkan anggota Hell Fire Club dan di sana ia mulai berkhotbah dengan mengkhotbahkan kembali khotbah Whitefield yang telah mempertobatkannya, dan beberapa orang di situ tersungkur dan bertobat. Sejak itu Thorpe dipakai Tuhan dengan luar biasa untuk membawa orang-orang bertobat dan percaya kepada Kristus.