Doktrin Kekristenan

Berikut ini adalah garis besar dari Doktrin Dasar Kekristenan. Yang ditulis secara ringkas, akurat, dan informatif. Seperti halnya dengan semua usaha pembelajaran, kita harus mulai dari dasarnya dahulu. Dasar-dasar inilah yang akan menjadi fondasi bagi kehidupan Kekristenan anda. Jika anda mempelajari apa yang ada di sini, anda akan mendapatkan informasi yang benar dan kaya. Yang harus anda lakukan adalah kembali ke pondasi-pondasi Kekristenan dan dari sana mulai bertumbuh dalam perjalanan Kekristenan anda: “Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh” (Ibrani 6:1). Sebuah bangunan hanyalah sekuat pondasinya.

  1. Alkitab
    1. Alkitab terdiri dari 66 kitab: 39 di PL dan 27 dalam PB. (catatan: 3 x 9 = 27).
      1. PL (bahasa Inggris) memiliki 23.214 ayat. PB (bahasa Inggris) memiliki 7.959 ayat.
    2. B.Dibutuhkan waktu 1600 tahun untuk menuliskan keseluruhan Alkitab.
      1. Ditulis dalam 3 bahasa (Ibrani, Aram, dan Yunani) oleh 40 orang penulis dan secara internal konsisten satu dengan lainnya.
      2. Ditulis di tiga benua:  Afrika, Asia, dan Eropa.
      3. Ditulis oleh beragam orang:  nabi-nabi, imam, juru minum raja, seorang raja, hakim-hakim, nelayan-nelayan, dll.
    3. Terjemahan pertama Alkitab ke dalam Bahasa Inggris dimulai oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388.
    4. Edisi pertama dari Alkitab Amerika kemungkinan diterbitkan sekitar sebelum tahun 1752 M.
      1. Alkitab berdasarkan data tahun 1964, telah diterjemahkan – seluruhnya atau sebagian – ke lebih dari 1.200 bahasa dan dialek.
    5. Alkitab dibagi ke dalam pasal-pasal oleh Stephen Langton sekitar tahun 1228 M.
      1. Perjanjian Lama dibagi ke dalam ayat-ayat oleh R. Nathan dalam tahun 1448 M dan Perjanjian Baru dibagi oleh Robert Stephanus dalam tahun 1551 M.
    6. Perjanjian Lama — terdiri dari 39 kitab dan dibagi dalam 5 bagian utama:
      1. Pentatuk (Kejadian hingga Ulangan), Sejarah (Yosua hingga Ester), Puisi (Ayub hingga Kidung Agung), Nabi-nabi besar (Yesaya hingga Daniel), Nabi-nabi kecil (Hosea hingga Maleakhi).
    7. Perjanjian Baru — terdiri dari 27 kitab dan dibagi dalam 4 bagian utama:
      1. Injil (Matius hingga Yohanes), Sejarah (Kisah Para Rasul), Surat-surat (Roma hingga Yudas), Nubuat (Wahyu).
    8. Keandalan dari dokumen-dokumen Alkitab.
      1. Alkitab 98%-nya murni secara tekstual. Hal ini berarti melalui proses pengkopian (penyalinan ulang) dari keseluruhan manuskrip-manuskrip Alkitab, hanya 1% yang keasliannya diragukan. Tidak ada satu pun dokumen kuno di dunia ini yang menyamai keakuratan transmisi (penurunan melalui pengkopian dan penyalinan ulang) dari dokumen-dokumen Alkitab.
      2. 1 % yang menjadi pertanyaan itu tidak ada yang mempengaruhi doktrin-doktrin Alkitabiah. Bagian-bagian yang diragukan itu disebut varian dan umumnya terdiri dari variasi-variasi pemilihan kata dan masalah ejaan.
      3. PL tidak memiliki manuskrip-manuskrip pendukung sebanyak yang dimiliki oleh PB, tetapi manuskrip pendukung yang masih ada tetaplah sangat dapat diandalkan.
        1. Septuaginta, terjemahan Bahasa Yunani dari PB Ibrani yang dibuat tahun 250 S.M., membuktikan keandalan dan konsistensi dari Perjanjian Lama ketika dibandingkan dengan manuskrip Bahasa Ibraninya.
        2. Gulungan-gulungan Laut Mati yang ditemukan tahun 1947 juga memverifikasikan keandalan dari manuskrip-manuskrip PL.
        3. Gulungan-gulungan Laut Mati adalah dokumen-dokumen purba yang disembunyikan di sebuah gua di Israel sekitar 2000 tahun yang lalu. Gulungan-gulungan ini di antaranya terdapat banyak sekali kitab-kitab PL, salah satunya adalah Yesaya.
          1. Sebelum gulungan-gulungan Laut Mati ditemukan, manuskrip yang masih ada dari PL bertanggal sekitar 900 M. yang dikenal sebagai Teks Masoretik (Masoretic Text). Gulungan-gulungan Laut Mati usianya 1000 tahun lebih tua. Suatu perbandingan yang dilakukan antara kedua generasi manuskrip itu menunjukkan tingkat keakuratan yang luar biasa tingginya dalam transimi, sehingga para pengkritik serta-merta berhenti mengkritik masalah keakuratan transmisi lagi.
      4. PB memiliki lebih dari 5000 manuskrip Yunani yang mendukung yang masih ada hingga hari ini bersama dengan 20,000 manuskrip dalam berbagai bahasa lainnya. Beberapa manuskrip pendukung memiliki berusia hanya 100 tahun dari tulisan originalnya. Hanya terdapat kurang dari 1% variasi tekstual yang ditemukan di antara manuskrip-manuskrip PB.
      5. Estimasi waktu penulisan dokumen PB adalah sebagai berikut.
        1. Surat-surat Paulus, 50-66 M.
        2. Matius, 70-80 M.
        3. Markus, 50-65 M.
        4. Lukas, awal 60-an
        5. Yohanes, 80-100 M.
        6. Wahyu 96 M.
      6. Beberapa manuskrip pendukung PB adalah:
        1. John Rylands MS ditulis sekitar 130 M., adalah fragmen PB tertua yang masih ada
        2. Bodmer Papyrus II (150-200 M.)
        3. Chester Beatty Papyri (200 M.), mengandung porsi-porsi utama dari PB
        4. Codex Vaticanus (325-350 A.D.), mengandung hampir semua bagian Alkitab.
        5. Codex Sinaiticus (350 A.D.), mengandung hampir seluruh kitab PB dan lebih dari setengah PL
        6. Tidak ada tulisan kuno yang bisa membual bahwa mereka memiliki kopi-kopi dokumen yang begitu dekat dengan waktu penulisan originalnya. Perbedaan waktu dari dokumen Alkitab dengan tulisan aslinya, hanya berbeda sekita 50 tahunan. Sementara tulisan Plato dan Aristoteles, sebagai contoh, perbedaanya mencapi ratusan tahun.
    9. Nubuat dan peluang matematis penggenapannya.
      1. Peluang Yesus untuk menggenapi 48 dari 61 nubuatan utama tentang-Nya adalah 1 banding 10157; yaitu angka satu dengan 157 nol di belakangnya.
      2. Sebagai perbandingan, jumlah elektron yang diperkirakan ada di alam semesta yang sampai kini diketahui adalah 1079; yaitu angka satu dengan 79 nol di belakangnya.
    10. Inspirasi dan Ketidakbersalahan – Alkitab diinspirasikan oleh Allah. Inspirasi berarti Allah, Melalui Roh Kudus, menyebabkan si penulis Alkitab menuliskan wahyu Allah yang akurat dan bersifat otoritatif (berwibawa). Wahyu itu dihembuskan oleh Allah (2 Timotius 3:16) melalui para nabi dan rasul (2 Petrus 1:21).
      1. Ia tidak mengandung kesalahan dalam manuskrip originalnya dan benar-benar dapat diandalkan dalam semua area yang dibicarakannya.
      2. Setiap orang Kristen sejati menerima bahwa Alkitab memang diinspirasikan oleh Allah dan Alkitab itu berwibawa.
    11. Keakuratan ilmiah dalam Alkitab.
      1. Bentuk bumi yang bulat (Yesaya 40:22).
      2. Bumi ini tidak ditopang atau bergantung pada apa pun (Ayub 26:7).
      3. Bintang-bintang tak terhitung banyaknya (Kejadian 15:5).
      4. Adanya lembah-lembah/ palung di dalam lautan (2 Samuel 22:16).
      5. Adanya sumber-sumber mata air dan air mancur di dalam laut (Kejadian 7:11; 8:2; Amsal 8:28).
      6. Adanya alur aliran air laut (arus lautan) di dalam laut (Mazmur 8:8).
      7. Siklus air (Ayub 26:8; 36:27-28; 37:16; 38:25-27; Mazmur 135:7; Pengkotbah 1:6-7).
      8. Fakta bahwa semua makhluk hidup bereproduksi hanya menurut jenisnya masing-masing (Kejadian 1:21; 6:19).
      9. Natur kesehatan, sanitasi, dan penyakit (Kejadian 17:9-14; Imamat 12-14).
      10. Konsep entropi, bahwa energi makin menurun (Mazmur 102:26).
  2. Allah
    1. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang ada di alam semesta ini.  Ia kudus adanya (Wahyu 4:8), kekal (Yesaya 57:15), Maha Kuasa (Yeremia 32:17,27), Maha Hadir (Mazmur 139:7-12), dan Maha Tahu (1 Yohanes 3:20); dll.
    2. Ia adalah kasih (1 Yohanes 4:8, 16); terang (1 Yohanes 1:5); roh (Yohanes 4:24); setia (Mazmur 117:2); dan sebagai pencipta (Yesaya 40:12,22,26) dll.
    3. Ia disembah (Kejadian 24:26; Keluaran 4:31; 2 Tawarikh 29:28; 1 Korintus 14:25; Wahyu 7:11).
    4. Kepada-Nya kita berbakti (Matius 4:10; 1 Korintus 6:19; Filipi 3:7; 1 Tesalonika 1:9; Ibrani 9:14).
    5. Ia harus diwartakan (Matius 28:19; Yohanes 14:15; Kisah Para Rasul 1:8)
      1. “Menyembah Allah berarti melayani dan mewartakan-Nya; melayani Allah berarti mewartakan-Nya dan menyembah-Nya; mewartakan Allah berarti menyembah dan melayani Dia.”
      2. Nama Allah adalah Yehovah, atau Yahweh. Terdiri dari 4 konsonan dalam bahasa Ibrani. Tidak ada lagi yang tahu persis cara membaca nama Allah. Dalam Keluaran 3:14 Allah menyatakan nama-Nya adalah “AKU adalah AKU.” “Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.””
    6. Allah adalah Trinitas – Satu Allah yang ada secara simultan dalam 3 pribadi. Masing-masing Pribadi adalah sama derajatnya, sama berkuasanya, dan sama abadinya. Tiap pribadi, Bapa, Anak dan Roh Kudus, adalah Allah. Tanpa salah satu dari ketiga Pribadi itu tidak ada Allah; Ketiga-tiganya adalah Allah.
      1. Doktrin Trinitas bertentangan dengan:
        1. Modal Monarchianism, dikenal juga dengan istilah Hanya Yesus – Hanya satu pribadi di dalam Allah yang berubah-ubah menjadi tiga bentuk keberadaan berturut-turut. Pertama ia adalah Allah Bapa yang kemudian menjelma menjadi Allah Anak lalu menjelma kembali menjadi Allah Roh Kudus.
          1. Gereja-gereja yang memegang doktrin ini adalah gereja United Pentecostal dan United Apostolic. Doktrin ini tidak benar. Doktrin ini menyangkal doktrin sejati tentang Trinitas.
        2. Dynamic Monarchianism – Hanya satu Allah, yaitu Bapa. Yesus dan Roh Kudus bukanlah Allah.
          1. Pendukungnya adalah, World Wide Church of God. Doktrin ini juga salah. Menolak Trinitas, ketuhanan Kristus, dan ketuhanan Roh Kudus.
        3. Tritheisme ajaran bahwa ada tiga Allah: Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
    7. Kekristenan bersifat monotheistik – Hanya ada satu Allah, di mana pun, kapan pun. Lihat Yesaya 43:10; 44:6,8; 45:5,14,18,21,22; 46:9; 47:8; Yohanes 17:3 1 Korintus 8:5-6; Galatia 4:8-9 untuk ayat-ayat yang mengajarkan tentang monotheisme.
    8. Kekristenan berbeda dengan:
      1. Polytheisme – Percaya pada banyak Tuhan.
        1. Monolatry – Percaya kepada banyak illah tetapi hanya melayani satu Allah, contoh: Mormonisme.
        2. Henotheisme – Percaya kepada satu Allah tanpa menolak Allah yang lain.
      2. Pantheisme – Menyamakan Allah dengan alam semesta.  Allah adalah alam semesta.  Allah adalah makhluk juga.
      3. Panentheisme – Percaya bahwa Allah ada terkandung dalam alam semesta. Berbeda dengan Pantheisme karena menyatakan bahwa Allah ada di dalam alam semesta dan semua isinya.
      4. Deisme – Allah ada, tetapi tidak terlibat dengan dunia ini.
      5. Theisme – Allah ada, dan terlibat di dunia ini.
  3. Penciptaan
    1. Allah menciptakan semesta fisik dan spirtual dari kekosongan (Kejadian 1:1; Mazmur 33:6; Yohanes 1:3; Roma 4:17; 1 Korintus 1:28).
      1. Ia tidak membuat alam semesta dari sebagian tubuh/ roh-Nya.
      2. Ia tidak menciptakan alam semesta dari suatu substansi yang disebut “ketiadaan”.
    2. Khususnya adalah Yesus, si sulung (Kolose 1:15), pribadi kedua Trinitas, yang menciptakan segala sesuatu (Kolose 1:16-17; Yesaya 44:24).
    3. Karena Allah menciptakan segala sesuatu, Ia ada sebelum segala sesuatu dan melampaui segala sesuatu. Karenanya, seluruh alam semesta ini berada di bawah kuasa-Nya.
    4. Karena Allah menciptakan segala sesuatu, Ia mampu mencukupi ciptaan-Nya melalui ciptaan-Nya juga, misalnya cuaca, hujan, tanaman, binatang-binatang, sinar matahari, dll.
    5. Pendapat tentang lamanya penciptaan sangat beragam. ada yang bilang 6 hari; yang lain mengatakan 6 periode yang panjang.
  4. Manusia
    1. Penciptaan manusia
      1. Manusia bukan saja mahkota dari segala ciptaan-Nya, tetapi objek dari kasih-Nya yang spesial.
      2. Aslinya manusia diciptakan murni, tanpa dosa.
      3. “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.’ Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah
        diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka” (Kejadian 1:26-27; lihat juga, 2:7,21-23).

        1. “Baiklah Kita menjadikan manusia…” adalah penjelasan tentang perundingan Illahi sebelum penciptaan manusia, “Kita” menunjukkan perundingan Trinitas. Lihat juga Kejadian 11:7.
        2. Manusia diciptakan berbeda dari binantang. Ia memiliki nafas hidup yang dihembuskan Allah padanya (Kejadian 2:7). Binatang tidak. Manusia juga diberikan kuasa atas binatang-binatang. Manusia dapat mengenal Allah, menyembah-Nya, dan mencintai Dia. Binatang tidak.
      4. Apakah manusia terbuat dari dua atau tiga “bagian”?
        1. Dikotomi adalah istilah yang menunjukkan pembagian di dalam dua bagian: tubuh dan jiwa. Kata-kata “roh” (kadang diterjemahkan sebagai “hati” dalam Alkitab Indonesia) dan “jiwa” sering dipakai secara bergantian.
          1. “Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,” (Lukas 1:46-47).
          2. “Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi…,” (Yesaya 26:9).
          3. Untuk istilah “tubuh dan jiwa” lihat Matius 6:25; 10:28.
          4. Untuk istilah “tubuh dan roh” lihat 1 Korintus 5:3, 5.
        2. Trikotomi adalah istilah yang menunjukkan pembagian dalam 3 bagian: tubuh, jiwa, dan roh.
          1. “Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita” (1 Tesalonika 5:23).
          2. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12).
        3. Tidak ada posisi ortodoks resmi mengenai apakah manusia itu terdiri dari dua atau tiga bagian.
      5. Asal-usul dari jiwa manusia
        1. Traducianisme: “Jiwa manusia diperoleh bersamaan dengan tubuh saat kelahiran, dan karenanya ditransmisikan kepada anak oleh orang tuanya.” (Berkhoff, Systematic Theology. p. 197.)
        2. Kreasionisme: “Jiwa manusia adalah ciptaan Allah, asal mulanya adalah tindakan penciptaan langsung oleh Allah.” (Berkhoff, p. 199).
        3. Kecuali untuk Adam, Alkitab tidak memberikan catatan yang jelas mengenai asal-usul jiwa manusia.
      6. Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
        1. Ini berarti manusia memiliki kemampuan moral dan intelektual yang mirip dengan Allah, meskipun tidak sesempurna dan seluas Allah.
          1. “Berfirmanlah Allah: ‘Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…'” (Kejadian 1:26).
          2. “…dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” (Kolose 3:10).
        2. Manusia mengungguli binatang dalam hal “kemampuan rasional, kesadaran moral, pencarian akan keindahan, pemakaian bahasa, dan kesadaran spiritual.”
    2. Manusia sebelum kejatuhan.
      1. Hukum Allah tertulis di hati mereka. Adam dan Hawa adalah tanpa dosa dan “diberikan pengetahuan, kebajikan, dan kesucian yang murni berdasarkan gambar dan rupa Allah sendiri, dengan kemampuan untuk mentaati Hukum Allah.” (Pengakuan Iman Westminster, 4:2.)
      2. Dalam kondisi ini manusia mempunyai akses yang bebas dan tidak terhalangi kepada Allah. Hal ini dicontohkan dalam Kejadian 3:8 di mana Allah berjalan di Taman.
    3. Manusia, Kejatuhan, dan akibatnya
      1. Adam dan Hawa memberontak terhadap Allah dan berdosa dengan memakan buah terlarang.
        1. “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).
      2. Apa dosa mereka?
        1. Mereka mendengarkan Setan dan memakan buah yang telah dilarang oleh Allah (Kejadian 3:1-13).
      3. Apa konsekwensi dosa mereka?
        1. Maut (Roma 6:23) dan terpisah dari hadirat Allah (Yesaya 59:2)
        2. Transmisi dari natur dosa kepada keturunan mereka (dan kita) (Mazmur 51:5).
        3. Ciptaan yang lain turut jatuh (Kejadian 3:17; Roma 8:22).
      4. Bagaimana efek dosa mereka terhadap Allah?
        1. Mereka menjadi tidak cocok untuk hadirat Allah (Yesaya 59:2).
        2. Mereka menjadi tidak mampu melaksanakan kehendak Allah (Roma 6:16; 7:14).
        3. Mereka menjadi kutukan dari Hukum Taurat dan kematian (Ulangan 27:26; Roma 6:23).
      5. Dosa Asal – Doktrin bahwa kita mewarisi natur dosa kita dari Adam (Roma 5:12-21).
        1. Adam Kepala Perwakilan dari seluruh umat manusia; karenanya, ia mewakili seluruh umat manusia di Taman Eden.
          1. “Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam…” (1 Korintus 15:22).
          2. Frasa “persekutuan dengan Adam” mengindikasikan hubungan kita dengan Adam, bahwa ia mewakili kita di Taman Eden. Dengan cara yang sama, jika kita “dalam persekutuan dengan Kristus” mengindikasikan hubungan kita dengan Kristus, bahwa Ia mewakili kita di atas kayu salib (Roma 5:18; 6:11; 8:1; 1 Korintus 1:2; 15:22; 2 Korintus 5:19).
        2. Kita berdosa bersama Adam: “Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12). Lihat juga Roma 5:18; 1 Korintus 15:22.
    4. Manusia setelah mati dan sebelum kebangkitan.
      1. Kondisi antara
        1. Ini adalah keadaan jiwa antara kematian tubuh dan kebangkitan.
        2. Sedikit dibicarakan di Alkitab, tetapi masa itu kita masih memiliki kesadaran (2 Korintus 5:5-8; Lukas 16:19-31).
        3. Kita masih dalam kondisi mawas diri, tampaknya, bersama dengan Tuhan (Filipi 1:21-23).
          1. Buat orang benar inilah saat yang penuh berkat dan kesukacitaan (Lukas 16:19-31).
          2. Untuk mereka yang jahat itulah saat bagi penderitaan (Lukas 16:19-31) sebagaimana dicontohkan dalam kisah Lazarus dan orang kaya.
  1. Yesus
    1. Ia adalah Pencipta (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:15-17).
    2. Ia tidak diciptakan (Yohanes 1:1-3; Kolose 1:15-17).
    3. Ia adalah Allah dalam daging manusia (Yohanes 1:1, 14; 8:58 dengan Keluaran 3:14; Kolose 2:9; Filipi 2:5-8; Ibrani 1:8).
    4. Inkarnasi-Nya dan Ke-Tuhanan-Nya
      1. Hypostatic Union – Yesus memiliki dua natur dalam satu pribadi. Dia bukanlah setengah manusia dan setengah Allah. Ia adalah Manusia dan sekaligus Allah. Dia sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Ini adalah pendapat yang benar mengenai kedua natur-Nya. Lihat Kolose 2:9; Filipi 2:5-8; Yohanes 8:58 dan Keluaran 3:14.
      2. Yesus tetap akan menjadi Allah dan manusia selama-lamanya.
      3. Yesus dilahirkan perawan Maria (Matius 1:18; Lukas 1:35).
        1. “Ia lahir dan takluk kepada hukum Taurat (Galatia 4:4) dan mematuhi dan taat kepada semua hukum Allah (Yohanes 4:34; 8:29), bahkan hingga kematian-Nya (Filipi 2:8). Dalam kematian-Nya Ia menanggung semua kutukan Hukum Taurat dengan menjadi kutukan untuk kita (Galatia 3:13). Karenanya, melalui kematian-Nya, dosa-dosa dari orang-orang-Nya telah diadili (Roma 3:23-26) dan dilupakan (Ibrani 8:12), dan hasil dari perbuatan kebenaran-Nya adalah hidup yang kekal (Roma 5:18).
      4. Yesus disembah – (Matius 2:2,11; 14:33; Yohanes 9:35-38; Ibrani 1:6).
      5. Kita bedoa kepada Yesus – (Kisah Para Rasul 7:55-60; Mazmur 116:4 dan Zakharia 13:9 dengan 1 Korintus 1:1-2).
      6. Yesus disebut Allah – (Yohanes 20:28; Ibrani 1:8).
      7. Ia adalah gambar wujud Allah yang tepat (Ibrani 1:3).
    5. Kematian-Nya dan penebusan
      1. Yesus menanggung dosa dunia (1 Yohanes 2:2) dalam tubuh-Nya di atas kayu salib. (1 Petrus 2:24).
      2. Ia adalah perdamaian, yang memuaskan Allah yang meredakan amarah Allah.
      3. Ia menebus. Ia membenarkan apa yang tidak benar di antara kita dan Allah. Darah yang dicurahkannya itulah yang membersihkan dosa-dosa kita (Imamat 17:11; Ibrani 9:22; Roma 5:9; 1 Yohanes 1:7-9).
        1. Ia menyingkirkan permusuhan antara manusia dan Allah (Roma 5:10).
      4. Untuk siapakah Ia mati? – Ada yang bilang hanya untuk domba-domba itu (orang Kristen) (Yohanes 10:11,15).
        1. Domba-domba itu adalah orang-orang Kristen. Kambing-kambing adalah orang-orang non-Kristen (Matius 25:32-46).
      5. Yang lain mengatakan bahwa Ia mati untuk semua orang (1 Yohanes 2:2). Masing-masing pihak memiliki argumen yang baik.
    6. Kebangkitan Kristus (Yohanes 2:19-21; 1 Korintus 15:1-4).
      1. Yesus bangkit dalam tubuh yang sama dengan tubuh kematian-Nya (Yohanes 2:19-21; Lukas 24:36-43).
        1. Tubuh Yesus ‘dibangkitkan’. Kita tidak tahu persis seperti apa tubuh-Nya itu, tetapi natur dari tubuh yang dibangkitkan dibahas Paulus dalam 1 Korintus 15:35-58.
    7. Saat ini Yesus ada di sorga, masih dan selamanya menjadi Allah dan manusia sekaligus (1 Timotius 2:5; Kolose 2:9).
      1. Hal ini penting karena Yesus adalah Imam Besar untuk selamanya: “di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya?(Ibrani 6:20). Suatu roh tidak bisa menjadi Imam Besar, hanya manusia yang bisa. Lebih jauh lagi, Yesus tetap hidup selamanya untuk menjadi pengantara kita “Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka,” (Ibrani 7:25).
    8. Kenaikan Kristus (Kisah Para Rasul 1:1-11).
      1. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-Nya selama 40 hari. Ia meng-komplit-kan pesan-pesan-Nya kepada mereka.
      2. Dalam terang awan yang ada di P.L. (Keluaran 40:34; 1 Raja-Raja 8:10; Lukas 9:34) sebagai manifestasi dari kemuliaan dan kehadiran Allah, kita mempunyai pengharapan atas kenaikan-Nya yang penuh kemuliaan.
      3. Ia naik di depan mata para rasul yang telah menuliskan apa yang mereka lihat.
    9. Doktrin Ketuhanan Kristus berbeda dengan:
      1. Docetisme – Yesus sesungguhnya adalah roh dan hanya tampak seperti manusia.
      2. Gnosticisme – Yesus hanyalah manusia yang dirasuki oleh Kristus yang tidak pernah berinkarnasi. Kristus yang sesungguhnya telah kembali ke surga sebelum penyaliban.
      3. Arianisme – Yesus diciptakan sedikit di bawah Allah derajadnya. Lalu Yesus menciptakan segala sesuatu yang lain.
    10. The Hypostatic Union (Yesus memiliki dua natur dalam satu pribadi) berbeda dengan:
      1. Kenosisme – Yesus mengurangkan sesuatu dari diri-Nya pada saat berinkarnasi, yakni menjadi, Allah yang dikurangi sesuatu.
      2. Eutychianisme – Kedua natur Yesus sepenuhnya bercampur sehingga tidak dapat dibedakan lagi satu dengan lainnya.
      3. Nestorianisme – Kedua natur Yesus tidak saling berhubungan sehingga Yesus adalah memiliki dua kepribadian.
      4. Monophycitisme – Kedua natur berkombinasi dan menjadi satu, menjadi makhluk baru. (Sehingga Yesus bukanlah Allah atau pun manusia, tetapi suatu makhluk yang lain.)
  2. Roh Kudus
    1. Dengan kenaikan Yesus kita menerima kehadiran Roh Kudus (Yohanes 14:26; Kisah Para Rasul 2) yang melayani Gereja melalui pegantaraan Kristus (1 Timotius 2:5) dan Alkitab.
    2. Ia sepenuhnya adalah Allah; Ia bukan semacam kekuatan. Ia adalah pribadi ketiga dalam Trinitas.
      1. Ia memiliki kehendak – 1 Korintus 2:11
      2. Ia bersabda –  Kisah Para Rasul 13:2
      3. Ia mengasihi – Roma 15:30
      4. Ia bisa didukakan – Efesus 4:30
      5. Ia menginsafkan dunia akan dosa – Yohanes 16:8
      6. Ia menciptakan – Kejadian 1:2; Ayub 33:4
      7. Ia memberikan anugrah-anugrah – 1 Korintus 12:8
      8. Ia memohonkan ampun bagi kita – Roma 8:26
      9. Ia mengajar – Yohanes 14:26
      10. Ia memberi kesaksian akan Yesus – Yohanes 15:26
      11. Ia membaptis – 1 Korintus 12:13
      12. Ia membimbing – Yohanes 16:13
      13. Ia menguatkan hati – Kisah Para Rasul 9:31
      14. Ia memberi kuasa – Mikha 3:8
      15. Ia memberi sukacita – Roma 14:17
      16. Ia menghibur – Yohanes 14:16-26
    3. Roh Kudus tinggal di dalam orang-orang percaya (Roma 8:11) dan terus-menerus bekerja di dalam mereka untuk menyucikannya (Roma 15:16).
    4. Roh kudus memberi penerangan kepada pikiran orang-orang percaya (1 Korintus 2:12,13) dan membukakan kepada mereka hal-hal mengenai Allah (menafsirkan hal-hal rohani) (1 Korintus 2:10,13; 1 Yohanes 2:27).
  3. Keselamatan
    1. Keselamatan adalah pembebasan dari atau menyelamatkan dari penghakiman Allah atas pendosa-pendosa. Penghakiman ini dikenal dengan kutukan yaitu Allah melemparkan orang-orang yang tidak diselamatkan ke dalam lautan api yang abadi. Yang diselamatkan akan ke sorga dan bersama dengan Tuhan selamanya.
    2. Allah adalah satu-satunya yang bisa memberikan keselamatan (Efesus 2:8-9; Yohanes 1:12-13; Kisah Para Rasul 13:48). Manusia tidak mampu bekerjasama dengan Allah untuk memperoleh maupun mempertahankan keselamatnnya. Jika ada yang harus dilakukan oleh seseorang guna memperoleh keselamatannya, maka Yesus mati sia-sia (Galatia 3:21).
    3. Keselamatan itu karena iman, bukan hasil usaha (Roma 3:21; Roma 4:5; Galatia 3:21). Itu adalah karunia yang cuma-cuma (Roma 6:23; Efesus 2:8-9).
    4. Dalam keselamatan, dosa-dosa orang Kristen ditanggung oleh Kristus di atas kayu salib dan kebaikan Kristus itu diperhitungkan sebagai kebaikan orang-orang Kristen.
    5. Dua pandangan mengenai keselamatan berdasarkan pilihan manusia.
      1. Kehendak bebas – Manusia sanggup menerima dan menolak Allah (Yohanes 3:16) berdasarkan kualitas atau kemampuan yang ada pada manusia.
      2. Predestinasi – Allah menetapkan sebelumnya siapa yang akan dipilih-Nya untuk memperoleh keselamatan (Efesus 1:1-11; Kisah Para Rasul 13:48). Tidak ada satupun di dalam manusia yang memungkinkan ia untuk sanggup menerima Allah. Allah harus memanggil manusia pilihan-Nya.
  4. Pembenaran dan Penyucian
    1. Pembenaran adalah kejadian seketika karena Allah memperhitungkan kepada kita, kebaikan yang telah dilakukan Kristus.
    2. Penyucian artinya dipisahkan untuk dipakai bagi hal-hal yang suci. Artinya ditahbiskan.
    3. Jika pembenaran adalah posisi dideklarasikan sebagai benar di hadapan Allah (Roma 4:5; 5:9), penyucian adalah pertumbuhan dalam kehidupan Kristen dalam kesucian dalam pemahaman, intensi, pikiran, dan tindakan (1 Tesalonika 4:3-7).
    4. Penyucian adalah transformasi dari orang percaya yang dihasilkan oleh Roh Kudus (Efesus 5:22-23) dengan buah-buah roh sebagai hasilnya.
    5. Penyucian orang-orang Kristen dikaitkan dengan Kristus: “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
      namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku…” (Galatia 2:19-20).
    6. Ayat-ayat Alkitab lain yang berhubungan dengan hal ini adalah )Roma 6:1-23; Efesus 5:10; Galatia 6:10; Efesus 4:17-6:18).
  5. Gereja
    1. Gereja dapat dilihat dengan dua cara: gereja yang kelihatan dan gereja yang tidak kelihatan.
      1. Gereja yang kelihatan adalah semua orang yang mengaku menjadi murid-murid Kristus.
      2. Gereja yang tidak kelihatan adalah mereka yang sungguh-sungguh diselamatkan.
    2. Gereja disebut juga tubuh Kristus (Efesus 1:22-23) dengan Kristus sebagai kepala (Efesus 5:23).
    3. Gereja akan disatukan (Efesus 4:1-16) di bawah satu Allah (Efesus 4:4).
    4. Gereja itu kudus (1 Korintus 1:1-2; Efesus 5:27; 1 Petrus 2:9).
    5. Gereja terbuka untuk siapa saja (Yohanes 3:16) dan memberitakan Firman Allah (Matius 28:19-20).
    6. Gereja disebut pengantin Allah (Efesus 5:22-23; Wahyu 19:7), jemaat anak-anak sulung (Ibrani 12:23), jemaat Allah (1 Korintus 1:2), bangunan Allah (1 Korintus 3:9), dll.
  6. Kebangkitan
    1. Kebangkitan adalah saat ketika mereka yang mati dalam Kristus dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa (1 Korintus 15:42, 52-54).
      1. Secara umum, Allah membangkitkan orang-orang yang telah mati (2 Korintus 1:9). Secara khusus dikatakan bahwa  Yesus yang akan membangkitkan orang-orang yang telah mati (Yohanes 5:21,25,28,29; 6:38-40,44,54; 1 Tesalonika 4:16).
      2. Juga dikatakan bahwa itu juga merupakan karya Roh Kudus (Roma 8:11).
    2. Kebangkitan terjadi pada saat kedatangan Kristus yang kedua kalinya, (1 Tesalonika 4:16-17; 1 Korintus 15).
    3. Kebangkitan itu bersifat fisik.
      1. Yesus disebut sebagai buah sulung dari kebangkitan (1 Korintus 15:20,23) dan yang sulung dari antara orang mati (Kolose 1:18; Wahyu 1:5). Ia dibangkitkan dalam tubuh yang sama dengan saat Dia mati (Yohanes 2:19-21; Lukas 24:39). Karenanya, kita juga akan dibangkitkan dalam bentuk fisik seperti Dia.
      2. Tidak diketahui secara tepat akan seperti apakah tubuh kebangkitan kita  tetapi diperkirakan akan sama dengan tubuh kebangkitan Yesus (Filipi 3:21; 1 Korintus 15:42-54), bukan dalam ke-Tuhan-Nya, tetapi dalam kebangkitan-Nya.
    4. Akan ada kebangkitan bagi yang baik dan yang fasik (Kisah Para Rasul 24:15).
      1. Yang baik, orang-orang Kristen, akan dibangkitkan untuk hidup yang kekal (Matius 25:31-34).
      2. Yang jahat, orang-orang bukan Kristen, akan dibangkitkan untuk penghukuman abadi (Matius 25:4-46).
  7. Millennium
    1. Millennium berarti 1000 tahun. Ada tiga pandangan utama mengenai Millennium.
      1. Amillennialisme – bahwa kita berada dalam pemerintahan 1000 tahun yang dipimpin Kristus.
        1. Pandangan ini menyatakan bahwa setan telah dibelenggu sejak kedatangan Kristus yang pertama. Mereka berpendapat bahwa ketika Kristus datang untuk yang kedua kali nanti, akan terjadi rapture (pengangkatan), terjadi juga penghakiman atas mereka yang jahat, dan langit baru dan bumi baru akan diciptakan.
      2. Premillennialisme – berpendapat bahwa pemerintahan 1000 tahun Kristus belum terjadi.
        1. Pandangan ini menyatakan bahwa Yesus akan kembali (rapture akan terjadi menjelang atau pada saat Dia datang) dan kemudian membelenggu setan, melempar dia ke dalam jurang yang dalam, dan memerintah di bumi selama 1000 tahun. Pada akhir masa itu setan akan dibebaskan dari belenggu dan akan memimpin pemberontakannya. Lalu Yesus akan menghancurkannya. Lalu datanglah penghakiman Tuhan, diikuti dengan penciptaan langit baru dan bumi baru.
      3. Postmillennialisme – berpendapat bahwa gereja akan menjadi penuntun ke 1000 tahun pemerintahan Kristus melalui khotbah-khotbah Firman dan pertobatan dunia.
    2. Terdapat perdebatan mengenai apakah kata millenium itu adalah periode yang harus ditafsirkan secara hurufiah atau kiasan. Ada yang bilang harus ditafsirkan secara literal (Wahyu 20:2), yang lain mengatakan bahwa itu harus ditafsirkan sebagai kiasan (2 Petrus 3:8). Masing-masing pihak memiliki argumen-argumen yang sangat bagus.
    3. Secara historis, gereja umumnya telah berpegang pada pandangan Amillennialisme dan Premillennialisme dan kedua pandangan ini telah mengalami masa pasang surut selama 2000 tahun terakhir.
  8. Rapture (Pengangkatan)
    1. Rapture adalah waktu ketika, pada kedatangan Kristus yang kedua, orang-orang Kristen yang masih hidup akan dirubah ke dalam tubuh kebangkitan mereka (1 Tesalonika 4:15-17). Mereka akan bertemu dengan Kristus ketika Ia turun untuk mengumpulkan gereja-Nya.
    2. Mereka yang telah mati akan datang bersama dengan Kristus dan mendahului mereka yang masih hidup dalam bertemu Kristus.
    3. Debat utama mengenati rapture adalah yang menyangkut urutannya dengan masa sengsara (tribulation).
      1. Pretribulasi – rapture terjadi sebelum masa sengsara.
      2. Midtribulasi – rapture terjadi di pertengahan masa sengsara.
      3. Postribulasi – rapture terjadi di akhir masa sengsara.
  9. Penghakiman terakhir
    1. Ini adalah penghakiman atas semua orang (Matius 25:31-46) pada masa kesempurnaan sesuatu (Matius 13:40-43).
    2. Penghakiman terhadap orang Kristen akan berdasarkan pekerjaan mereka (2 Korintus 5:10). Pekerjaan itu tidak mempengaruhi keselamatan orang Kristen (Roma 8:1) karena di dalam Kristus pekerjaan kita tidak mempunyai peran dalam keselamatan kita (Roma 4:5).
      1. Hadiah bagi orang Kristen adalah berada dalam hadirat Allah untuk selama-lamanya (1 Tesalonika 4:17) di bumi baru dan langit baru.
    3. Bagi mereka yang fasik, hari penghakiman (2 Petrus 3:7) akan menjadi penghakiman atas dosa-dosa mereka (Kisah Para Rasul 17:31; 1 Korintus 13:11-15).
      1. Mereka yang jahat akan dibuang ke neraka (2 Tesalonika 1:6-10; Matius 13:40-42).
  10. Langit baru dan bumi baru
    1. Pada saat kesempurnaan segala sesuatu, Allah akan menghancurkan unsur-unsur di dunia dengan panas yang sangat tinggi (2 Petrus 3:12).
    2. Akan ada bumi baru sebagai rumah bagi mereka yang benar (2 Petrus 3:13).
    3. Kehidupan surgawi ini akan berupa kehidupan bersosial karena hal ini dikatakan dalam konteks sebagai kota yang sempurna (Ibrani 12:28), sebagai bait yang suci (Yehezkiel 40-48), dan sebagai pesta pernikahan (Wahyu 19:7).
    4. Dalam kehidupan surgawi ini tidak akan ada pernikahan lagi (Matius 22:30), tidak ada kematian (Lukas 20:36), tidak ada duka cita (Wahyu 7:17), tidak ada kesakitan (Wahyu 21:4), dll.
    5. Kondisi kesempurnaan dan persekutuan dengan Allah itu tidak pernah akan berakhir (Matius 25:46) dalam terang yang tidak akan ada kegelapan lagi (Wahyu 22:5).

 

Comments are closed.