Pengakuan Iman Nicea

Pengakuan Iman Nicea

Pengakuan Iman Nicea merupakan hasil dari konsili pertama gereja-gereja yang diadakan di Nicea pada 325 AD. Dalam konsili ini, hal utama yang dipermasalahkan adalah ajaran dari seorang pemimpin gereja Alexandria di Mesir bernama Arius. Ia mengajarkan bahwa Yesus bukanlah Allah, melainkan termasuk dalam bilangan ciptaan Allah, meskipun sebagai ciptaan yang utama dan pertama. Yesus hanyalah mirip, atau menyerupai Allah, namun bukan Allah. 

Konsili Nicea menolak ajaran Airus dan menganggapnya sebagai bidat. Sebaliknya, para pimpinan gereja yang hadir dalam konsili tersebut menegaskan kebenaran Alkitab bahwa Yesus Kristus adalah Allah, sehakekat dengan Allah Bapa. Konsili tersebut mensistematiskan atau meringkaskan pemahamannya dalam Pengakuan Iman Nicea sebagai berikut:

Aku percaya kepada Allah yang Esa, Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi, serta segala sesuatu yang nampak maupun tak nampak.

Dan kepada satu Tuhan Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, dilahirkan dari Bapa sebelum segala ciptaan; Allah dari allah, Terang dari terang, Allah sejati; dilahirkan, bukan diciptakan, sehakekat dengan Bapa, dan dari pada-Nya segala sesuatu diciptakan.

Yang bagi kita umat tebusan-Nya, turun dari surga, dan berinkarnasi dengan pimpinan Allah Roh Kudus melalui anak dara Maria, dan menjadi serupa dengan manusia; disalibkan bagi kita pada masa Pontius Pilatus; menderita dan dikuburkan; dan pada hari yang ketiga bangkit kembali, sesuai yang dinubuatkan dalam Alkitab; naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa; dan Ia akan datang lagi, penuh kemuliaan, untuk menghakimi yang hidup dan yang mati; dan Kerajaan-Nya akan kekal selamanya.

Aku percaya kepada Roh Kudus, Tuhan dan Sumber Kehidupan; keluar dari Allah Bapa dan Allah Anak. Bersama-sama dengan Allah Bapa dan Anak disembah dan dimuliakan.

Aku percaya kepada gereja rasuli yang kudus, esa, dan am. Aku percaya kepada baptisan sebagai tanda penebusan dosa, dan aku menantikan kebangkitan orang mati, dan hidup yang kekal sesudah kematian. AMIN.

Comments are closed.